Update Banjir Jabodetabek, Korban Meninggal Bertambah Jadi 30 Jiwa

89

For when you need some updates about the flood…

Gambar: CNN Indonesia

Sepanjang hari kemarin, ada berbagai perkembangan dari kejadian banjir yang melanda berbagai wilayah di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten. Here’s your guide so far:

  • Jumlah korban meninggal bertambah jadi total 30 jiwa. Para korban ini berasal dari berbagai wilayah yang terkena banjir, kayak Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Adapun penyebabnya adalah yang paling banyak karena terseret arus dan tenggelam (17 jiwa), tertimbun longsor (5 jiwa), tersengat listrik (5 jiwa), dan hipotermia (3 jiwa).
  • Jumlah warga yang mengungsi uda mencapai 62.442 jiwa. Adapun para pengungsi ini  tersebar di 302 lokasi di seluruh Jakarta, dan titik pengungsian paling padat ada di Cipinang Melayu dan Cengkareng.
  • Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) lagi nyiapin teknologi dua pesawat yang bakal digunakan untuk memodifikasi cuaca. Dengan modifikasi ini, BPPT bakal berupaya untuk mengurangi curah hujan yang turun di area banjir.
  • Kalo pas kebanjiran ada dokumen pentingmu yang rusak, kamu nggak perlu khawatir karena Arsip Nasional RI (ANRI) menawarkan perbaikan gratis atas berbagai dokumen pribadi maupun keluarga. Adapun dokumen-dokumen yang bisa diperbaiki adalah akte perkawinan, akte kelahiran, kartu keluarga, Kartu Tanda Penduduk (KTP), sertifikat tanah, ijazah dan dokumen lainnya.
  • Pak Jokowi bilang, banjir ini disebabkan oleh banyak hal, kayak kerusakan ekologi, ekosistem, sampe warga yang buang sampah sembarangan. Karenanya, beliau minta agar semua pihak bekerjasama dalam menangani banjir ini.
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani bilang bahwa kerugian ekonomi yang disebabkan banjir ini cukup besar. Meski begitu, Bu Ani belum bisa memprediksi berapa jumlah kerugiannya karena beliau masih memantau upaya penanggulangan banjir oleh pihak-pihak terkait.
  • Menurut Gubernur Jawa Barat Kang Ridwan Kamil, selain karena tingginya curah hujan, banjir yang terjadi di Bogor dan Bekasi juga disebabkan oleh ulah manusia. Karenanya, Kang Emil minta warganya untuk intropeksi dan nggak nyalahin siapapun.