TNI AL Menggelar Operasi Pengusiran Terhadap Kapal Asing di Perairan Natuna

86

It’s Tuesday, and today we’re going to give you some updates from the hottest issue in our waters: Natuna.

Gambar: merdeka.com

Yeppp you must have heard it way tooooo often at this point.
A little update, Hari Minggu kemarin, pasukan TNI Angkatan Laut menyatakan bahwa masih ada beberapa kapal asing asal China yang menangkap ikan di perairan Natuna. Hasil pemantauan juga menyebutkan bahwa dalam sehari, ada sekitar seribu kapal asing yang ngelawatin Perairan Natuna. Sejauh ini, TNI AL sudah menggelar operasi untuk mengusir kapal asing yang nyari ikan di perairan tersebut.

Remind me again, what happened in Natuna?
You got it.
Jadi Perairan Natuna yang terletak di Kepulauan Riau itu lagi jadi isu rame gengs, gara-garanya di wilayah itu sering ditemukan kapal asing (Read: China, Vietnam) yang nyari ikan di sana. Menurut Indonesia, hal ini melanggar kedaulatan negara karena dilakukan di batas ZEE perairan Indonesia. Meanwhile, China ngerasanya Perairan Natuna itu masuk ke wilayah mereka, jadi ya gpp nelayannya nyari ikan di sana. Terkait hal ini, Kemenlu Indonesia uda melayangkan nota protes ke Beijing. (Catch Up! with the Natuna Waters 101, here)

Understood. Go on…
Balik ke soal patroli yang dilakukan sama TNI AL ni gengs. Jadi sejauh ini, tentara Indonesia uda menurunkan dua kapal untuk melakukan operasi pengusiran tadi. TNI AL juga bilang bahwa mereka masih secara persuasif dalam memperingatkan para kapal asing ini biar cabs dari perairan Natuna.

What are we gonna do next?
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Opung Luhut Pandjaitan sih bilang bahwa Indonesia bakal beli kapal jenis pelayaran samudera untuk menambah kekuatan patroli di Perairan Natuna. Menurut Opung Luhut, Indonesia belum pernah punya kapal jenis ini sejak merdeka. Karenanya, pembelian kapal ini bakal dilakukan dalam waktu dekat dan di bawah tanggung jawab Menteri Pertahanan Pak Prabowo Subianto.

Oh iya, Pak Prabowo ada komentar nggak?
Ada donk, kan beliau Menhan. Kata pak Prabowo, harus dicari solusi yang baik terkait polemik di Perairan Natuna ini, karena walau bagaimanapun, China kan negara sahabat.

I wanna know what other people say…

  • Pak Presiden Jokowi bilang bahwa nggak ada namanya tawar-menawar mengenai kedaulatan dan teritorial Indonesia.
  • Bu Menlu Retno Marsudi dengan tegas bilang bahwa Indonesia nggak akan mengakui klaim China, karena uda jelas Perairan Natuna itu hak Indonesia. Selain itu, klaim China atas Natuna juga merupakan klaim sepihak tanpa dasar hukum.
  • Menko Polhukam Prof. Mahfud MD bilang bahwa Indonesia nggak mau ada perang di Perairan Natuna, maunya cukup dengan meningkatkan proporsionalitas patroli aja. Prof Mahfud menyebut, peningkatan patroli ini juga merupakan bagian dalam mempertahankan kedaulatan wilayah RI.
  • Kepala Staf Kepresidenan Pak Moeldoko bilang bahwa dalam menghadapi polemik Natnuna ini, pemerintah bakal mengambil jalan diplomasi, baik yang soft, maupun yang hard.
  • Opung Luhut in his own word:Beda. ZEE itu, saya ulangi itu, ZEE bicara menyangkut ekonomi kan. Bukan bicara kedaulatan. Dua binatang beda itu, Mereka sudah mengurangi jumlah nelayan yang datang ke sana. Kita harus apresiasi juga. Jadi tidak ada keinginan mereka untuk berkelahi soal itu. Kalau ada pelanggaran itu pasti ada saja,”

Just gonna leave this here. Ktksbye.