Tembakan Misil Iran Penyebab Utama Jatuhnya Pesawat Sipil Ukraina

80

Who’s singing “Is it too late now to say sorrrrrry?”

Sumber gambar: Business Insider

Justin Bieber?

Nope, Iran. MEHEHEHE.

Apansi garing de.

We’ll try harder next time. Anyway, iya gengs jadi Hari Sabtu kemarin, Iran mengakui bahwa mereka udah menembak jatuh pesawat sipil punya maskapai Ukraine International Airlines pada Hari Rabu minggu lalu.

Hah gimana? Background pleaseee…

Seeep. Jadi gini, minggu lalu, saat tensi antara Amerika Serikat dan Iran makin memanas (Catch Up! with the US-Iran issue here), sebuah pesawat yang mengangkut warga sipil jatuh, nggak lama setelah take off dari bandara di Teheran, Iran, menuju ke Kyiv, Ukraina. Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 176 orang. Terkait kecelakaan ini, otoritas Iran awalnya bilang bahwa penyebabnya adalah kesalahan teknis, padahal menurut pihak maskapai, pesawat tersebut dalam kondisi OK dan dioperasikan oleh petugas yang berpengalaman.

Terus…

Awalnya, Kedubes Ukraina di Taheran juga bilang bahwa jatuhnya pesawat ini ga ada hubungannya sama terorisme, tapi kemudian pernyataan ini ditarik kembali. Udah tuh kan. Baru Hari Sabtu kemarin, otoritas Iran mengakui bahwa kecelakaan tersebut ga sengaja disebabkan oleh tembakan misil dari pangkalan militer Iran yang terletak ga jauh dari bandara.

HAH apa katanya?

Jadi Hari Sabtu lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani ngetwit bahwa setelah dilakukan investigasi internal, diketahui bahwa penyebab pesawatnya jatuh adalah karena human error aka kena tembakan misil. Beliau juga bilang bahwa kesalahan ini nggak termaafkan. Terus Menlu Iran Javad Zarif juga menyatakan belasungkawa dan pemimpin Iran Ayatollah Ali Khomenei memerintahkan pihak-pihak terkait biar menghindari hal yang sama terjadi di masa yang akan datang.

Tell me more about the victims dong…

Jadi dari 176 korban tadi, diketahui ada 82 orang Warga Negara Iran, 63 orang Kanada, 11 orang Ukraina, 10 orang Swedia, empat orang Afghanistan, tiga orang Jerman dan tiga orang Inggris.

So I assume these countries aren’t very happy…

They aren’t. 

  • Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bilang bahwa apa yang Iran lakukan ini serius banget, dan menembak jatuh pesawat sipil adalah tindakan yang buruk. Trudeau juga minta pertanggungjawaban penuh dari Iran atas tragedi ini.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Iya, yang suka teleponan sama Trump itu) meminta biar identifikasi korban cepet selesai hingga jenazahnya bisa buru-buru dibawa pulang ke Ukraina. Selain itu, Zelensky juga minta pelaku penembakan bertanggungjawab. Terkait hal ini, Presiden Iran Hassan Rouhani bilang bahwa pihaknya bakal bertanggungjawab dan bakal ngasih kompensasi ke Ukraina.
  • Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde minta biar investigasi atas jatuhnya pesawat ini dilakukan dengan cepat, imparsial dan transparan.
  • Kanselir Jerman Angela Merkel bilang bahwa bagus kalo pelakunya uda ketauan. Sekarang, saatnya kerjasama untuk menemukan solusinya.
  • Perdana Menteri Inggris Boris Johnson minta biar investigasi yang menyeluruh, transparan dan independen segera dilakukan. Johnson juga bilang bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah cuma menyebabkan banyak kehilangan, jadi mending diselesaikan secara diplomatik.

Who’s also feeling unhappy?

The Iranians. Over the weekend kemarin, ribuan warga Iran, mayoritasnya adalah mahasiswa pada turun ke jalan untuk memprotes tindakan negaranya dalam meng-handle terjadinya insiden ini. Dalam tuntutannya, mereka minta pemimpin Iran Ayatollah Ali Khomenei untuk mundur dari jabatannya dan minta para pelaku penembakan untuk dihukum. Mereka juga menyebut pemerintah Iran adalah diktator.