Rapat Komisi I DPR dengan Pemerintah Bahas Laut Natuna

76

Who’s just had a “hush-hush” meeting about Natuna Sea?

Gambar: Line Today

DPR RI, Kemenhan, dan TNI.
Kemarin, Komisi I DPR RI baru aja menggelar rapat tertutup bareng Menteri Pertahanan Pak Prabowo Subianto, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, KASAD Andika Perkasa (literally perkasa banget bicep-nya gengs), sampe Wamenlu Mahendra Siregar. Kata Pak Prabowo, meeting ini digelar untuk bahas berbagai hal terkait pertahanan.

Tapi meeting-nya tertutup?
Iya, tertutup. Kata Pak Prabowo sih karena menyangkut banyak rahasia negara kan, jadi yha tertutup aja. Atas usulan ini, peserta rapat pada setuju dan jadi deh rapatnya tertutup. FYI, rapat ini berlangsung mulai jam 10 pagi sampe jam 4 sore. Di Hari Senin. Akhir bulan pula.

Aduh ga nyambung de. Terus meetingnya gimana?
Ditemui nggak lama setelah rapat, Pak Prabowo bilang bahwa beliau emang bahas soal Natuna, khususnya dalam bikin pemahaman yang seragam antara pemerintah dan DPR terkait isu ini. Pak Prabowo juga bilang bahwa kedaulatan itu nggak bisa ditawar, dan harus dipertahankan, dan karenanya, butuh investasi.

Terus bahas apa lagi?
Pak Prabowo juga menyampaikan bahwa Tiongkok bukan satu-satunya negara yang melakukan pelanggaran wilayah di Indonesia. Kata Pak Prabowo, ada juga negara-negara lain yang melanggar, karenanya, Indonesia harus meningkatkan pertahanan, caranya dengan memodernisasi alutsista, aka alat utama sistem pertahanan.

I see. Dari DPR-nya ada komentar nggak?
Ada donk. Kata anggota DPR dari Fraksi Golkar Mas Dave Laksono, pemerintah dan DPR udah sepakat untuk meningkatkan jumlah alutsista dan personel di wilayah perbatasan, khususnya di perairan Natuna. Meski begitu, Mas Dave belom bisa mastiin nih, jumlah dan jenis dari alutsista yang rencananya bakal didatangkan, karena masih harus dibahas.

Terus kalo dari Wamenlu?
Wamenlu Pak Mahendra Siregar juga menegaskan bahwa posisi Indonesia soal Natuna ini udah tegas dan nggak boleh ada nego-negoan lagi. Menurut Pak Mahendra, Indonesia nggak akan nerima kalo kapal-kapal asing, termasuk kapal Tiongkok, masih menerobos masuk dan ngambil ikan di wilayah ZEE Indonesia.