Protes Tanjung Priok, OJK, Foto Tinder Bocor, Pembatas Buku

99

Welcome back to Thursday, a day before the weekend excitement begins. Now go grab your coffee and let’s Catch Up! on…

Gambar: Tagar.id

Tanjung Priok vs Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.
Kemarin, ribuan warga asal Tanjung Priok, Jakarta Utara, menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Kemenkumham di Kuningan, Jakarta Selatan. Aksi ini dilakukan warga untuk memprotes statement Pak Yasonna soal kawasan yang terkenal dengan pelabuhan terbesar di Indonesia itu.

Hah emang Pak Yasonna ngomong apa?
Jadi awalnya, minggu lalu Pak Yasonna ngasih pidato di sebuah acara di Jatinegara, Jakarta Timur. Dalam pidatonya itu, beliau ngebandingin soal anak-anak yang tumbuh di Menteng, Jakarta Pusat—yang terkenal sebagai wilayah elit—dan Tanjung Priok, yang terkenal sebagai wilayah pelabuhan. Menurutnya, kejahatan lebih banyak terjadi di Tanjung Priok yang memiliki titik daerah kumuh.

Tell me more…
So in his words, “Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah miskin. Slum area, bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak. Tapi coba Anda pergi di Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan.”

Wohoooo that’s….bold. 
Agree.
Menanggapi hal ini, anggota DPR RI asal Tanjung Priok, Ahmad Sahroni, kemudian nggak terima dong. Dalam keterangannya, Bang Roni bilang bahwa Pak Menkumham harusnya hati-hati bikin statement, secara beliau kan pejabat publik. Bang Roni juga bilang bahwa Pak Yasonna gaboleh generalisasi, karena nggak semua orang Tanjung Priok seperti itu, ya contohnya saya *kata Bang Roni* yang born and breed di Tanjung Priok tapi gajadi preman tuh.

Terus Pak Yasonna jawab lagi nggak?
Jawab donk. In his words lagi ya, “Saya ini kriminolog. Profesor kriminologi, jadi jelas apa yang sampaikan itu sesuai kaidah keilmuan saya, jangan diputar balik. Kemarin saya menjelaskan tentang faktor kriminigenik daripada kejahatan. Mencontohkan orang yang dibesarkan di slum area dengan di Menteng. Salah lagi ngerti. Enggak baca semua, enggak ngerti, salah lagi.”

Whoaaa I feel things were getting tense.
True. Terkait statement Yasonna ini, berbagai kelompok warga dari Tanjung Priok kemudian datang ke depan kantor Kemenkumham untuk protes. Mereka minta Pak Yasonna untuk minta maaf karena omongannya itu bisa menyebabkan stigma negatif terhadap kawasan Tanjung Priok. So he did.

He did?
Yep, later that day, Pak Yasonna akhirnya menyampaikan keterangan pers yang intinya minta maaf dan bilang bahwa statement-nya waktu itu gaada maksud untuk menyinggung warga Priok. Beliau juga bilang bahwa pernyatannyanya udah berkembang dengan penafsiran yang berbeda di publik. Jadi kalo ada yang kesinggung, dia minta maaf.

So all good?
All good. Bang Roni kemudian menyampaikan apresiasinya atas permintaan maaf Pak Yasonna di akun Instagram story-nya. Beliau juga bilang bahwa suasana udaj kembali normal dan dia juga berterimakasih sama Pak Yasonna yang udah minta maaf.

Bulan Januari rasa lebaran yhaa…


What’s geting evaluated?

Gambar: Kontan.co.id

OJK, aka Otoritas Jasa Keuangan.
Yep, lembaga negara yang sering kamu liat logo-nya di situs-situs pinjaman online itu ada kemungkinan bakal dibubarin, gengs.

Hah, kok bisa?
Iya jadi Hari Selasa lalu, anggota DPR RI yang kerjanya di Komisi XI (membawahi urusan keuangan dan perbankan), Eriko Sutarduga, ngusulin biar OJK dibubarin aja dan tanggung jawab pengawasan keuangan dibalikin ke Bank Indonesia. Alasannya, kata Bang Eriko, karena fungsi pengawasan OJK nggak berjalan maksimal.

Maksudnya gimana?
Iya, kan akhir-akhir ini banyak industri keuangan yang mengalami masalah, kayak kasus Jiwasraya, AJB Bumi Putera, hingga Bank Muamalat. DPR sendiri sekarang udah membentuk Panitia Kerja aka Panja yang khusus ngawasin soal industri jasa keuangan, dengan prioritas di masalah Asuransi Jiwasraya, AJB Bumiputera 1912, PT Asabri, PT Taspen, dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Terus, OJK ada komentar nggak?
Ada. Kata Deputi Komisioner OJK Anto Prabowo, lembaganya itu merupakan produk politik yang diamanatkan dalam Undang-undang. Jadi sementara, OJK bakal terus fokus menjalankan tugas, fungsi, dan kewenangannya sesuai dengan undang-undang.

I see. Does everyone else have a say?
Yes, Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani. Dalam keterangannya, Bu Ani bilang bahwa emang sistem pengawasan masih belum sempurna, tapi pemerintah bakal terus berupaya menyempurnakan sistem atau aturan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.


For when you’ve been actively swiping right on Tinder…

No judgement, we love ’em, too.
Cuma baru-baru ini, beredar info bahwa ada lebih dari 70 ribu foto pengguna Tinder yang bocor dan kesebar secara online.

Hah… kok bisa?
Jadi, foto-foto ini diduga dicuri dari Tinder dan disebarin sama pelaku di sebuah forum cyber-crime gitu. Selain itu, ketauan juga bahwa dari 70 ribu foto yang kesebar, semuanya adalah profil punya perempuan.

Sick. Terus, terus?
Selain foto, info yang juga tersebar adalah 16 ribu nama-nama aka user ID para pengguna Tinder.

Terus dari Tinder ada komentar nggak?
Ada. Dalam keterangannya, Tinder menyebut bahwa penggunaan foto dan profil pengguna di luar app adalah sesuatu yang dilarang banget, dan Tinder bakal ngelakuin upaya apapun untuk ngehapus data yang tersebar di luar aplikasi.

Well, anything else I should know?
Yep. Minggu lalu, otoritas di New York menemukan bahwa situs-situs dating app kayak Tinder, Grindr, dan OkCupid menyebarkan data para penggunanya buat kebutuhan marketing. Para dating apps ini bilang bahwa mereka cuma nyebarin data yang dianggap perlu aja buat marketing, dan memastikan bahwa kebijakan itu udah sesuai sama aturan terkait privasi.

The struggle in our #moderndatinglyfe is reaaaaal….


For when you’re at the library and want to read something “cheesy”…

Gambar: BBC

Meet, this literal cheese.
Duh ada-ada aja deh. Jadi kan ceritanya ada seorang cewek yang pergi ke perpustakaan di University of Liverpool buat baca buku. So then she found a book, katanya, “Somewhere between American history and geography”, dan pas dibuka, ada pembatas bukunya dong; dari keju. Yha secara jarang-jarang keju dijadiin pembatas buku kan, petugas di perpus itu kemudian ngetweet foto si keju tadi dengan caption “This is not a bookmark.” Twit ini kemudian jadi viral dan so far udah dapet 150 ribu lebih likes dan 25 ribu retweets.

Apakah kalo udah cape kebanyakan baca, buku jadi keliatan kayak martabak?


“Kembalikan Monas seperti aslinya!”

Kata Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani saat ngomentarin terkait program revitalisasi Monas yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta baru-baru ini. Program revitalisasi Monas ini menuai kontroversi karena hal tersebut menyebabkan ditebangnya 190 buah pohon yang dipindahin ke lokasi lain. Selain itu, disebut juga program ini belum dapet izin dari Komisi Pengarah untuk kawasan Medan Merdeka.

NP: Ke Monas” by Bang Oma dan Elvy Sukaesih. You click the link you lose.


Love Letter Catch Up!

Catchers: Maybe this is something personal to ask (berusaha ngInggris kayak CMU!), tapi kalo berkenan, boleh nggak diceritain siapa2 aja di balik kerennya surat kabar elektronik ini, like little background of you guys. Dan kenapa kalian lakuin ini for free? Apa kalian sudah punya pekerjaan sehingga ini jadi semacam CSR pribadi masing2? Shoot, this is too much. Anyway, so much thanks for catching me up every mornin’ and wish you guys all the best!

CMU!’s HQ: Hello there! Haifa here. Woah this is actually an interesting question! So Catch Me Up! was founded by me and a couple weeks later, Amri joined in. I am a journalist for five years, Amri is a data scientist, we both studied in Boston where he studied in Harvard and me in UMass Boston. I basically love writing and telling stories. I’ve also been a news-geek that spends hours daily to read news. So after a while, I realized that this is what I really like doing (the media business) and nothing is more empowering than starting my own company, so I did. Btw, no, this is not a CSR. We eventually have to make money *though right now, we haven’t :P* we’re just still looking for ways to raise funding where we can still be authentic and true to our values. Thanks for asking!

-Haifa-

(Our most favorite part of the day is to know what you think about our newsletter. Thus, we have created this section where you can ask our founder (Haifa) and cofounder (Amri) anything about Catch Me Up! Shoot away your questions here and get a chance to be featured. See you again tomorrow!


Catch Me Up! Recommendations

For when it’s still Monday so you need gallons of coffee but also a very cozy and green place to relax…. come here