Perdana Menteri Russia dan Seluruh Jajarannya Mengundurkan Diri Setelah Pidato Kenegaraan Vladimir

62

For when it’s Friday and you can’t get enough of political drama…

Gambar: The New York Times

Meet Russia, yang pada Rabu lalu, perdana menteri dan seluruh jajaran kabinetnya baru aja mengundurkan diri. Semuanya.

Whaaaaaat?
So it was a normal day in Russia. Orang-orang beraktivitas kayak biasa, anak-anak sekolah, orang dewasa ngantor, sampai tibalah waktunya untuk Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan pidato kenegaraannya. Nah, di pidato kenegaraannya ini, Putin mengumumkan sesuatu yang bikin para kabinetnya mundur.

Hah emang Putin ngumumin apa?
Dalam pidatonya itu, Putin mengusulkan perubahan pada konstitusi Rusia, yang intinya bakal ngasih wewenang yang lebih banyak ke parlemen dan sebaliknya, mengurangi kekuasaan presiden. Dalam proposal Putin, disebutkan bahwa parlemen bakal punya kekuasaan untuk milih perdana menteri dan para kabinetnya (saat ini, parlemen cuma approve calon yang diajukan presiden), serta membatasi masa kekuasaan presiden jadi dua periode aja. Putin juga bakal ngasih kekuasaan lebih untuk suatu lembaga negara, namanya state council yang saat ini kewenangannya nggak terlalu banyak. Putin bilang, plan ini bagus buat meningkatkan praktek berdemokrasi di Rusia.

Ya bagus dong emang, ada pembatasan kekuasaan gitu.
Yhaaa emang kedengerannya it’s a good practice of democracy until you realized: Hal ini dilakukan Putin gara-gara masa kekuasaannya sebagai presiden bakal berakhir di tahun 2024 dan fix nggak bisa diperpanjang lagi. Karenanya, plan ini banyak diliat orang sebagai upaya untuk justru memperlemah siapapun yang jadi presiden Rusia nantinya, dan ngasih kekuatan lebih buat Putin.

Yang mau jadi…?
Masih unclear, tapi banyak yang bilang seh dia aiming untuk jadi perdana menteri atau ketua state council. Hal ini karena dengan adanya perubahan ini, kekuasaan dari dua lembaga ini justru bisa lebih kuat dibanding presiden. Jadi yha lo lagi-lo lagi.

Terus jadi perdana menteri dan kabinet Rusia mundur gara-gara ini?
Iya, tapi bukan dalam bentuk protes ya, karena Perdana Menteri Rusia yang mundur itu, namanya Dimitry Medvedev, udah lama jadi orang kepercayaannya Putin. Pas di tahun 2008 ketika Putin gabisa lagi jadi presiden karena udah menjabat selama dua periode, Medvedev ini yang jadi presiden, terus Putin jadi PM. Abis Medvedev menjabat selama satu periode, Putin direkomendasikan sama Medvedev untuk jadi presiden lagi. Until now.

Good lord. Terus penggantinya Medvedev siapa?
Ada bapak-bapak “low profile”, namanya Mikhael Mishustin, yang udah berpuluh-puluh tahun jadi pejabat di kantor pajak Rusia. Terus yang ngikiq gengs, saking low profile-nya, si Pak Mishustin ini bahkan gapunya Wikipedia page sebelum dia ditunjuk jadi PM wqwqwq. Sedangkan untuk Medvedev, dia jadi punya jabatan baru sebagai wakil ketua di Security Council, dan tebak siapa ketuanya? Yak, Vladimir Putin.

Ini baru neh the real definition of “lo lagi-lo lagi”…