Penerimaan Pajak Tahun 2019 Tidak Mencapai Target

84

What’s not meeting the target for so long?

Penerimaan pajak.
Jadi kamu tau kan gengs, bahwa di NKRI ini, sumber duit paling utama buat pemerintah biar bisa menjalankan program-programnya adalah dari penerimaan pajak. If you look closely, banyak banget aspek dalam hidup kamu yang ada pajaknya, mulai dari gaji, mobil, rumah, sampe makan di restoran, kamu bakal kena pajak. Pajak ini kemudian dikumpulkan sama pemerintah, dimasak-masak bareng DPR, terus jadi deh hasilnya program-program kayak sekolah gratis, pembangunan infrastruktur, dan banyak lagi.

I know what pajak is. 
Ok santuy jangan galak-galak donks. Wwkwkwk. Tapi nih ternyata, penerimaan pajak Indonesia di tahun 2019 kemarin nggak mencapai target. Adapun jumlah shortfall aka selisih antara target dan realisasinya adalah Rp245,4 triliun.

Emang targetnya gimana?
Jadi di tahun 2019 itu, Kemenkeu menargetkan bahwa negara dapet pemasukan dari pajak sebesar Rp 1.577,6 triliun, tapi dana yang terkumpul cuma Rp 1.332,1 triliun. Dengan begini, target penerimaan pajak di APBN 2019 hanya mencapai 84,4%.

Tahun ini aja, nggak mencapai targetnya?
Nggak gengs, tapi uda terjadi selama 11 tahun terakhir. Jadi terakhir kalinya penerimaan pajak kita mencapai target adalah di era Pak SBY-JK di tahun 2008. Waktu itu, kita bahkan mencapai surplus sebesar Rp 36 triliun. Nah, abis itu, penerimaan pajak kita nggak pernah lagi mencapai target.

Gara-gara apa?
Untuk tahun 2019, Menkeu Bu Sri Mulyani ngejelasin bahwa penerimaan pajak jadi lesu gara-gara penerimaan dari sektor pertambangan turun hingga 19 persen. Selain itu, pajak dari sektor pengolahan juga turun, sedangkan walaupun ada peningkatan penerimaan dari sektor lain, namun peningkatannya nggak signifikan. Adapun sektor-sektor yang setoran pajaknya naik adalah sektor perdagangan, jasa keuangan, konstruksi, real estate, transportasi dan pergudangan.