Peace Plan, Pemilu Legislatif, CEO Apple, Kobe Bryant

86

It’s one more day to the weekend. Grab your coffee or bubur ayam *kita #teamdiaduk* and let’s Catch Up! on…

Gambar: BBC News

Trump’s so-called “peace plan” on Palestine-Israel.

Background, background. 
OK. Jadi kemarin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru aja mengumumkan “rencana perdamaian” aka “peace plan” untuk konflik terpanjang di era modern ini, yaitu pendudukan Israel di Palestina. Dalam proposalnya yang diumumkan Selasa lalu, Trump memperkenalkan rencana yang menurutnya “realistis” dan “win-win”, dan bisa jadi “kesempatan terakhir buat warga Palestina”.

Kayak apa si proposalnya?
Jadi ide utamanya adalah soal pembagian wilayah Israel dan Palestina. To give you background, saat ini wilayah Palestina adalah West Bank dan Gaza Strip (meskipun banyak pemukiman Israel aka Israeli settlement di kedua wilayah itu).

Before we proceed, meet: Jerusalem. 
Yang merupakan kota yang penting banget di Timur Tengah. Kenapa penting? Karena kota ini punya tiga tempat suci buat tiga agama samawi; yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Di Jerusalem ada Masjidil Aqsa, tempat Nabi Muhammad mi’raj dari bumi ke langit; Wailing Wall, tempat penganut agama Yahudi berdoa; dan Gereja Makam Kudus, yang merupakan tempat suci bagi penganut Kristen. Jadi emang signifikan banget lah, Yerusalem ini.

Ok, go on…
Nah, pada 2018 lalu, Trump mengumumkan pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. This means, AS udah secara de facto mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Padahal selama ini, Yerusalem adalah wilayah dispute, yang kata PBB penyelesaian masalahnya harus dilakukan melalui negosiasi antara kedua negara. Yaudah tuh, langkah Trump itu banyak banget diprotes warga dunia walaupun pemindahan kedubesnya tetep lanjut.

I see. Terus…
Nah dalam proposal yang diumumin Trump kemarin, ada beberapa rencana penting yang dicantumkan, di antaranya:

  • Israel tetep lanjut menguasai seluruh wilayah Yerusalem sebagai ibu kotanya. TAPI, warga Palestina masih boleh berkunjung ke Masjidil Aqsa.
  • Ibu kota Palestina bakal ada di sebagian kecil wilayah timur Yerusalem.
  • West Bank yang merupakan wilayah Palestina bakal dikuasai sekitar 30 persennya sama Israel (Alasannya, karena emang udah ada Israeli settlement di sana *Iya tapi itu ilegal, Misterrrr*) anyway…
  • In the meantime, Israel setuju untuk menghentikan dulu proyek pembangunan di wilayah settlement-nya, tapi selama empat tahun aja, sampe Palestina mau memulai lagi negosiasi (?).
  • Assuming proposal ini lanjut, Palestina bakal diakui jadi negara merdeka (selama ini Palestina masih belum diakui sebagai negara sama AS) tapi mereka nggak boleh punya kekuatan militer.
  • Pengungsi Palestina ga boleh balik lagi ke wilayahnya. Jadi pas pembentukan negara Israel di tahun 1940-an lalu, sekitar 7 juta orang Palestina jadi pengungsi di berbagai negara tetangga kayak Jordania dan Lebanon. Nah, kalo emang proposal ini lanjut, maka para pengungsi ini ga boleh balik ke wilayahnya. Opsi buat para pengungsi ini adalah gabung di negara tempat dia ngungsi, atau diterima sebanyak 5.000 orang pengungsi setahun, tapi cuma selama 10 tahun.

Welp. I guess the Palestinians are very unhappy with this plan?
Of course. Pertama, mereka sama sekali nggak diajak untuk ikutan bahas soal proposal ini. Jadi proposalnya cuma dibahas antara Amerika Serikat (yang ngurusin adalah mantunya Trump, Jared Kushner, dibantu Dubes AS untuk Israel David Friedman, dan pemerintahannya PM Israel Benjamin Netanyahu.

Lah, terus kata Palestina apa?
A thousand times no, no, no. Gitu kata Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam keterangannya ga lama setelah Trump ngumumin plan-nya ini. Abbas juga bilang bahwa ini mah plan konspirasi yang bahkan nggak worth it untuk dipertimbangkan.

Kalo Netanyahu ada komentar nggak?
Ada donk. Menurut dia, plan ini realistis banget untuk mencapai perdamaian yang awet. HAH.

Anything else I need to know?
Well, meskipun namanya peace plan, tapi rencana ini banyak menuai kritik bahkan dari dalam negeri. Anggota DPR AS yang juga bacapres, Bernie Sanders, bilang bahwa proposal ini unacceptable. Bacapres lainnya dari Massachusetts, namanya Elizabeth Warren, bilang bahwa plan ini boongan, bukan diplomasi. Ya emang sih, banyak juga yang bilang bahwa plan ini politis, mengingat baik Trump maupun Netanyahu lagi menghadapi tantangan politik dalam negeri. Kalo Trump lagi menghadapi impeachment, Netanyahu lagi menghadapi dakwaan korupsi. Sedangkan isu-isu kayak gini populer banget untuk meraih dukungan dari publik.

In case you want a clear picture of what the new proposed “peace plan” looks like, you can check out the map below. Compare the orange territories on the left and right. Let that sink in. 

Sumber foto: The New York Times


For when you voted during legislative elections but your party is M.I.A…

Gambar: tirto.id

Hayooo pernah nggak pas pemilu legislatif kemarin, kamu nyoblos satu partai, tapi partai itu tiba-tiba M.I.A alias ga keliatan di DPR? Nah, bisa jadi partai itu nggak lolos Parliamentary Threshold, aka PT.

Uhmmmm iya sih kayaknya pas pemilu kemarin gw nyoblos PBB.
Welp. Cool. OK misalnya PBB aka Partai Bulan Bintang. Jadi walaupun bisa ikutan pemilu legislatif, tapi partainya Pak Yusril Ihza Mahendra ini nggak lolos ke DPR RI, gengs. Alasannya adalah karena untuk bisa lolos ke DPR, suatu partai harus meraih suara sebanyak 4 persen suara sah nasional yang disebut PT tadi itu.

Wait, maybe not PBB, maybe Hanura. I am not sure….
Interesting choice, but sama aja Hanura juga ga lolos PT. Selain Hanura dan PBB, ada lima partai lagi yang nggak lolos ke DPR RI, dan kemarin, perwakilan dari 7 partai tadi menggelar meeting sama Mendagri Tito Karnavian. Adapun ketujuh partai ini adalah Partai Berkarya, Perindo, Hanura, PBB, PSI, PKPI, dan Partai Garuda.

Meeting-nya ngomongin soal PT ini?
Smart cookie. Jadi dalam meeting tersebut, para perwakilan ini membahas sejumlah isu politik, termasuk juga soal PT. Saran mereka, ambang batas parlemen itu mending diilangin aja jadi nol persen (kayak rumah ya, hehehe).

Hehehehe *garing kak* emang alasan mereka apa?
Menurut Sekjen Partai Berkarya Mas Priyo Budi Santoso, ketentuan PT ini bisa membunuh demokrasi karena menyulitkan partai baru untuk muncul dan ikut bersaing. Selain itu, masih kata Mas Priyo, adanya PT ini merupakan cara partai-partai yang udah ada di parlemen untuk mempertahankan kekuasaan, which secara logika ya wajar tapi bukan merupakan sikap negarawan yang baik.

Kenapa kok ujug-ujug ngomongin PT? Kan pemilunya masih 2024?
Karena baru-baru ini muncul wacana untuk naikin PT, terutama dari partai-partai yang udah established di parlemen. Misalnya, Golkar yang ngusulin kenaikan PT sebesar 6-7 persen, dan PDIP yang mengusulkan 5 persen.

Sedangkan…
Sedangkan persentase raihan suara ketujuh partai ini di Pileg lalu gaada yang nyampe 4 persen. Waktu itu Perindo dapet 2,67 persen suara, Berkarya 2,09 persen, PSI 1,89 persen, Hanura 1,54 persen, PBB 0,79 persen, Garuda 0,50 persen, dan PKPI 0,22 persen.


Who’s just made a lot of money?

Gambar: Business Insider Singapore

 

IDK but definitely not me.
Not us, too. 

So who?
Apple. LOL.

Ih apasi.
Mehehehe jadi gini loh. Selasa kemarin, Apple baru aja merilis laporan keuangan terbarunya dari quarter terakhir di tahun 2019 lalu (meaning, itungan keuangannya dimulai dari bulan Oktober sampe Desember 2019). Hasilnya, Apple membukukan kenaikan pendapatan sampe 9 persen, atau kalo diduitin, jumlahnya adalah US$ 91.8 milyar.

Whoaaa tajir.
Ya gitu. Kata CEO Apple Tim Cook, kenaikan penjualan ini paling banyak disumbang dari penjualan Apple iPhone, terutama iPhone 11 dan 11 Pro yang mencapai US$ 56 milyar. Menurut Apple, sejak dirilis pada September lalu, permintaan atas iPhone series 11 ini di luar ekspektasi.

Kok bisa?
Kata Apple sih, tingginya minat masyarakat atas iPhone series 11 ini karena fitur kameranya yang makin bagus, daya tahan baterai yang lama, sampe opsi cicilan yang fleksibel.

Jadi kenaikannya dari iPhone doang?
Nggak sih, Apple juga mencatatkan kenaikan penjualan dari Airpods dan Apple Watch hingga mencapai 37%. Selain itu, penjualan dari aplikasi berbayar juga naik hingga 17% dibanding tahun lalu *looking at you, Catchers yang langganan Tinder Gold lol*. 

Terus, terus…
Laporan keuangan Apple juga menunjukkan bahwa 61% persen dari kenaikan penjualannya merupakan international sales, meaning penjualannya terjadi di luar pasar Amerika Serikat. Dalam hal ini, China yang merupakan pasar Apple terbesar kedua setelah US menunjukkan kenaikan penjualan sebesar 3,1%.

I am sensing a “but…”
Yep. But untuk periode penjualan ke depannya, Mister Tim ini masih agak galau nih guys, karena munculnya coronavirus di China. In case you haven’t noticed, selain jadi pasar terbesar kedua buat Apple, China juga jadi tempat perakitan mayoritas produk-produk Apple. Nah, karena munculnya coronavirus ini, Apple bilang bahwa banyak supplier-nya yang tutup sementara dan hal ini ngaruh juga dengan penjualan produk Apple secara retail.


“So sad to hear the heartbreaking news of the deaths of Kobe and his daughter, Gianna. Kobe was a true legend and inspiration to so many. Sending my condolences to his family and friends and the families of all who lost their lives in the crash. RIP Legend.”

Demikian isi Tweet-nya pesepakbola terkenal bapaknya Martunis, Cristiano Ronaldo, yang sama banget sama twit rekan senegaranya, Luis Figo, terkait meninggalnya pebasket AS, Kobe Bryant. Keduanya kemudian menuai kritikan pedas di jagat medsos, karena masa bikin ucapan belasungkawa aja copas si.

When CTRL+C and CTRL+V gone wrong…


Love Letter Catch Up!

Catchers: ehm, i need to catch up some tech news. can u set up a day as a tech news day like a dataviz day? Ex: what’s new on the gadget & PC development, Game development, and maybe how’s esport getting bigger around indonesia.

CMU! HQ: Salah satu ide dari Catch Me Up! ini sebenernya adalah kita mau membuat antitesis dari kebanyakan media mainstream online yaitu bisa memilih topik apa yang kita suka, which we think is really great. Tapi dengan adanya pilihan topik di portal berita online, bisa jadi kita cuma akan baca berita dari topik tertentu aja (pengalaman pribadi saya hehe) dan menurut saya bisa ada kekurangannya juga. Misal, ketika kita cuma baca topik tertentu, jadinya kita cuma jago satu hal doank yang kita sukai dan gak begitu tau hal lain yang terjadi di dunia. Nah, dengan niat pengen pembaca kita tau lebih banyak hal, kita mau “memaksa” biar kita aja yang pilihin topiknya, walaupun kadang bisa membuat pembaca sedikit keluar dari comfort zone-nya tapi jadi paham lebih banyak hal (bahasa salah satu staf kita, “lebih berwawasan”).

Pastinya kita selalu memprioritaskan topik berita nasional, internasional, dan ekonomi, sisanya kita berusaha untuk menampilkan berbagai topik campur-campur. Kayak hari ini, kita nulis soal Apple *wink* Haifa lagi ngiler Airpods baru tuh dari kemaren *wink* Saya sendiri sangat suka berita yang berkaitan dengan teknologi dan science, termasuk dunia gadget dan gaming (ex gamer here hehe). Terima kasih buat sarannya yang bagus banget! Kita akan cari formula yang tepat agar topik-topik lain bisa masuk juga ke dalam Catch Me Up! dengan lebih rutin 🙂

– Amri –

(Our most favorite part of the day is to know what you think about our newsletter. Thus, we have created this section where you can ask our founder (Haifa) and cofounder (Amri) anything about Catch Me Up! Shoot away your questions here and get a chance to be featured. See you again tomorrow!