Mahkamah Konstitusi, Penyakit Misterius, Penggunaan Plastik, Banjir Bandang, SBY

74

Hello, Wednesday! We’re still in the New Year vibes, so guess who’s saying “New Year, New Me, New Job?”

Gambar: detiknews

Dua orang hakim baru di Mahkamah Konstitusi.
Yep, jadi kemarin, Presiden Jokowi baru aja melantik dua orang yang bakal menjabat sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Siapa?
Keduanya adalah Daniel Yusmic Pancastaki Foekh dan Suhartoyo. Mereka rencananya bakal menjabat sebagai Hakim MK untuk periode 2020-2025.

SEBENTAR. MK itu yang selalu rame kalo ada demo pilpres yha?
Smart cookie. Tapi sebenernya, tugas MK itu nggak cuma mengadili urusan sengketa Pilpres kok gengs. Mereka juga mengadili urusan sengketa Pilkada, (read: kalo ada calon kepala daerah yang ngerasa dicurangin, mereka bisa ngegugat ke MK). Terus kalo ada aturan Undang-Undang yang menurut kamu bertentangan sama UUD 45, kamu juga bisa ngegugat UU tersebut ke MK *uhuk* UU KPK *uhuk*, dan ada juga berbagai wewenang lainnya.

Sounds like ‘Law School 101’. Tell me more about the new judges. 
Nah, jadi dalam melaksanakan kerjaan-kerjaan tadi, MK punya sembilan orang hakim yang menjabat selama lima tahun dan bisa dipilih lagi untuk satu periode kemudian. Sembilan orang ini, tiga orang diusulin Mahkamah Agung, tiga orang diusulin DPR, dan tiganya lagi diusulin presiden. Nah, untuk dua orang hakim yang baru dilantik kemarin, Pak Suhartoyo merupakan usulan MA, sedangkan Pak Daniel diusulin sama Pak Jokowi.

OK. Catch Me Up! on their CVs…
You got it. Jadi dari dua orang tadi, yang wajah baru cuma Pak Daniel Yusmic aja gengs, sedangkan Pak Suhartoyo adalah hakim lama yang diusulkan lagi oleh MA untuk periode kedua. Adapun Pak Daniel ini sebelumnya berprofesi sebagai dosen di Fakultas Hukum Unika Atma Jaya. Pak Daniel menjabat untuk menggantikan Hakim MK sebelumnya yang resmi pensiun, I Dewa Gede Palguna yang uda menjabat selama dua periode.

Now Catch Me Up! on their job description…
Well, if you haven’t noticed,
tahun ini Indonesia bakal menjalankan Pilkada Serentak di 270 daerah. Dengan jumlah daerah sebanyak ini, maka potensi gugatan yang masuk ke MK juga bakal banyak gengs. Nah, menghadapi kemungkinan ini, Pak Suhartoyo menyebut bahwa beliau bakal memutus perkara berdasarkan hukum yang berlaku, dan tanpa diboncengi kepentingan apapun.


What’s causing the medical community in China scratch their heads?

Gambar: detikhealth

A pneumonia-like mysterious illness.
Jadi beberapa waktu terakhir ini, China lagi dilanda suatu wabah penyakit misterius yang belum bisa diidentifikasi sama otoritas kesehatan di sana. Penyakitnya ini merupakan virus misterius pneumonia (radang paru-paru), di mana penderitanya bakal menderita demam, batuk-batuk, dan sulit bernafas.

Tell me more.
Wabah ini pertama kali dilaporkan terjadi di wilayah Wuhan, China dan uda ada at least 59 orang yang dideteksi kena penyakit ini. Keseluruhan pasien tersebut kemudian dikarantina, tujuh di antaranya uda parah banget dan so far, belum ada laporan korban jiwa. FYI gengs, sampe sekarang belum ditemukan kasus ini nular dari manusia ke manusia.

Then why is everyone in panic mode?
Karena sebelumnya, China pernah mengalami hal kayak gini juga. Waktu itu, sekitar tahun 2002-2003, di China muncul wabah penyakit pernafasan akut, namanya SARS (Stands for Severe acute Respiratory Syndrome). SARS ini kemudian menyebar ke 37 negara, menginfeksi ribuan orang, dan menyebabkan 800 orang meninggal. Terkait kekhawatiran ini, otoritas kesehatan di Wuhan uda mengkonfirmasi bahwa penyakit ini bukan SARS atau flu burung.

Terus apa donk?
Ya belum tau. Yang jelas sih beberapa pasien tadi ada yang kerja di pasar ikan, jadi mungkin aja ada penularan virus baru dari hewan ke manusia. Selain itu, bisa dipastikan juga bahwa wabah ini adalah wabah penyakit baru dan belum pernah ditemukan sebelumnya di dunia.

How did some countries react?
Uda langsung pada tiarap semua gengs. Beberapa negara Asia kayak Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, sampe Singapura langsung meningkatkan screening aka pemeriksaannya terhadap orang-orang yang baru balik dari China. Di Hong Kong sendiri uda ditemukan 21 orang yang kena masalah pernapasan setelah balik dari Wuhan, meskipun setelah diperiksa, penyakitnya beda sama yang dikhawatirkan.

Should I be worried, then?
Nggak sih. Kata Kemenkes RI, kalo emang ada masyarakat yang mengalami gejala demam, batuk dan sulit bernafas, maka bisa langsung berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Selain itu, Kemenkes juga mengimbau bahwa kalo kamu lagi traveling ke Wuhan, Beijing atau Hong Kong dan ketemu sama orang-orang yang memperlihatkan gejala seperti pneumonia tadi, maka langsung berobat ajha.

OK siap Pak Dok.


For when you want to save the planet…zero plastics at a time.

Gambar: theconversation

Yep, jadi pada penghujung tahun lalu, Pemprov DKI baru aja menerbitkan peraturan yang bakal melarang penggunaan plastik sekali pakai di Jakarta.

Hah kok baru denger?
Karena diundangkannya juga baru tanggal 31 Desember 2019 kemaren, kok gengs. Dalam peraturannya itu, Pemprov DKI bilang bahwa para pengelola pusat perbelanjaan dan pasar harus ngewajibin para pelaku usahanya untuk make kantong belanja ramah lingkungan dan melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Go on…
Dijelaskan oleh Pemprov, bahwa aturan ini diterbitkan dengan tujuan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai khususnya di pusat perbelanjaan maupun pasar tradisional. Disebutkan juga bahwa kalo emang harus pake plastik, ya perlu ada kantong yang ramah lingkungan. Pokoknya no no no buat plastik sekali pakai.

Kalo nggak nurut, ada sanksinya nggak?
Ada donk. Kalo peraturan ini ga diikutin, maka sanksinya bakal diberlakukan secara bertahap, dimulai dari teguran tertulis, uang paksa, pembekuan izin, sampe pencabutan izin. Tapi kalo diikutin, maka para pengusaha itu bakal dikasi insentif berupa keringanan pajak.

I see. Anything else I should know?
Peraturan ini bakal mulai berlaku pada 1 Juli 2020, aka enam bulan sejak diundangkan. Ditunggu aja yha.


What’s making school kids in Banten sad?

Gambar: tempo.co

The flood.
Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Lebak, Banten beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan yang parah banget gengs. Kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, ada seenggaknya dua sekolah yang habis tersapu banjir sampe sekolahnya beneran ilang dan cuma tersisa lantainya aja. Kata Andika, kedua sekolah ini emang terletak di dekat sungai. Karena hal ini juga, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kedua sekolah tersebut (satu SD, satu SMP) nggak bisa dilaksanakan dan pemerintah lagi nyariin tempat baru biar KBM-nya bisa dimulai lagi.
Andika menyebutkan bahwa akibat banjir bandang kemarin, tercatat ada enam kecamatan di Lebak yang kena banjir paling parah dan totalnya ada sembilan orang meninggal dunia, 30 jembatan rusak, 19 sekolah rusak, dan 1.226 rumah terendam.

Thoughts and prayers…


“Bagi yang berharap tahun 2020 ini dunia kita menjadi lebih aman dan damai, harus bersiap untuk kecewa. Bahkan frustrasi,”

Tulis Presiden Indonesia ke enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam tulisan pribadinya di Facebok yang berjudul ‘Perang Besar Bisa Terjadi Karena Miskalkulasi, Pemimpin yang Eratik dan Nasionalisme yang Ekstrim.’ Dalam tulisannya yang lumayan panjang itu, Pepo ngejelasin banyak hal, mulai dari kemungkinan perang dunia ke III, krisis Timur Tengah, sampe urusan geopolitik dunia.

Yang udah biasa berharap terus ujungnya dikecewain mana suaranyaaa…