Kemiskinan di Indonesia, Presiden Rusia, Global Warming, KPU

74

It’s finally Friday and oh, what a crazy week it has been! So let’s start your day with our most-proud of dataviz on…

Poverty, aka kemiskinan.
Inget kan gengs bahwa di edisi kemarin, kita bahas soal data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait menurunnya tingkat kemiskinan di Indonesia? So, you get the brief: kemiskinan menurun, ketimpangan menurun, dll. But actually, there are a lot more data about that, and us, being the data-geek ourself, is eager to tell you more comprehensively. Makanya neh di Dataviz kali ini, kita ngomongin nggak cuma tingkat kemiskinan dan ketimpangan aja, tapi ada pemetaannya per daerah yang detail banget. We’re so impressed by our Dataviz team *uhuk* our own co-founder *uhuk* and we hope you are, too.

Enjoy, dig deep, and share this to your WhatsApp group. Yha kan sekali-kali daripada share sticker garing mulu wqwqwqwq


For when it’s Friday and you can’t get enough of political drama…

Gambar: The New York Times

Meet Russia, yang pada Rabu lalu, perdana menteri dan seluruh jajaran kabinetnya baru aja mengundurkan diri. Semuanya.

Whaaaaaat?
So it was a normal day in Russia. Orang-orang beraktivitas kayak biasa, anak-anak sekolah, orang dewasa ngantor, sampai tibalah waktunya untuk Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan pidato kenegaraannya. Nah, di pidato kenegaraannya ini, Putin mengumumkan sesuatu yang bikin para kabinetnya mundur.

Hah emang Putin ngumumin apa?
Dalam pidatonya itu, Putin mengusulkan perubahan pada konstitusi Rusia, yang intinya bakal ngasih wewenang yang lebih banyak ke parlemen dan sebaliknya, mengurangi kekuasaan presiden. Dalam proposal Putin, disebutkan bahwa parlemen bakal punya kekuasaan untuk milih perdana menteri dan para kabinetnya (saat ini, parlemen cuma approve calon yang diajukan presiden), serta membatasi masa kekuasaan presiden jadi dua periode aja. Putin juga bakal ngasih kekuasaan lebih untuk suatu lembaga negara, namanya state council yang saat ini kewenangannya nggak terlalu banyak. Putin bilang, plan ini bagus buat meningkatkan praktek berdemokrasi di Rusia.

Ya bagus dong emang, ada pembatasan kekuasaan gitu.
Yhaaa emang kedengerannya it’s a good practice of democracy until you realized: Hal ini dilakukan Putin gara-gara masa kekuasaannya sebagai presiden bakal berakhir di tahun 2024 dan fix nggak bisa diperpanjang lagi. Karenanya, plan ini banyak diliat orang sebagai upaya untuk justru memperlemah siapapun yang jadi presiden Rusia nantinya, dan ngasih kekuatan lebih buat Putin.

Yang mau jadi…?
Masih unclear, tapi banyak yang bilang seh dia aiming untuk jadi perdana menteri atau ketua state council. Hal ini karena dengan adanya perubahan ini, kekuasaan dari dua lembaga ini justru bisa lebih kuat dibanding presiden. Jadi yha lo lagi-lo lagi.

Terus jadi perdana menteri dan kabinet Rusia mundur gara-gara ini?
Iya, tapi bukan dalam bentuk protes ya, karena Perdana Menteri Rusia yang mundur itu, namanya Dimitry Medvedev, udah lama jadi orang kepercayaannya Putin. Pas di tahun 2008 ketika Putin gabisa lagi jadi presiden karena udah menjabat selama dua periode, Medvedev ini yang jadi presiden, terus Putin jadi PM. Abis Medvedev menjabat selama satu periode, Putin direkomendasikan sama Medvedev untuk jadi presiden lagi. Until now.

Good lord. Terus penggantinya Medvedev siapa?
Ada bapak-bapak “low profile”, namanya Mikhael Mishustin, yang udah berpuluh-puluh tahun jadi pejabat di kantor pajak Rusia. Terus yang ngikiq gengs, saking low profile-nya, si Pak Mishustin ini bahkan gapunya Wikipedia page sebelum dia ditunjuk jadi PM wqwqwq. Sedangkan untuk Medvedev, dia jadi punya jabatan baru sebagai wakil ketua di Security Council, dan tebak siapa ketuanya? Yak, Vladimir Putin.

Ini baru neh the real definition of “lo lagi-lo lagi”…


For when you’ve been feeling so hot lately…

Gambar: Union of Concerned Scientist

No wonder.
Karena menurut NASA, tahun 2019 kemarin adalah tahun kedua yang paling panas dalam sejarah. Tahun terpanasnya adalah di 2016. Anyway, hal ini nggak lain nggak bukan disebabkan oleh global warming yang salah satu faktor penyebabnya adalah efek rumah kaca. NASA bilang, sejauh ini suhu bumi uda meningkat hampir satu derajat celcius dan kalo nggak ada perubahan besar, maka kemungkinannya suhu bumi bakal makin panas lagi di tahun-tahun mendatang.
Data NASA tadi juga menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah di bumi kena efek global warming, kayak es yang meleleh tiga kali lebih cepat di Arktik, cuaca ekstrem, musim panas yang lebih panjang *and caused wildfires*, sampe curah hujan yang tinggi yang menyebabkan banjir nggak cuma di JKT, tapi juga di Amerika Serikat.

Serem….


“Menjatuhkan pemberhentian tetap kepada Wahyu Setiawan sebagai Komisioner KPU.”

Demikian bunyi putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas mantan komisioner KPU yang diduga menerima suap, Mas Wahyu Setiawan. Dalam sidang tersebut, Mas Wahyu dibilang DKPP udah melanggar sumpah janji kemandirian dan profesionalisme sebagai penyelenggara pemilu.

Ternyata yang suka melanggar janji nggak cuma gebetanmu yang tukang ghosting yha…