Jokowi Menunjuk Tiga Tokoh Internasional Sebagai Dewan Pengarah Ibu Kota

82

New week, new me, new capital in 2024. Think your #2020resolutions are too ambitious? Meet…

Sumber Gambar: Suara

Pak Jokowi.

Yep, bapak presiden kita ini juga lagi ambi banget gengs, soal pembangunan ibu kota baru. *Uhuk* soal kasus KPU-PDIP juga donk pak *uhuk*. Jadi yang terbaru, minggu lalu Pak Jokowi udah resmi menunjuk tiga tokoh internasional untuk jadi dewan pengarah pembangunan ibu kota baru.

Siapa aja?

Ketiganya adalah Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ), CEO Softbank Masayoshi Son, dan mantan perdana menteri Inggris Tony Blair.

Hah.. mereka siapa sih?

Ya.. tokoh internasional. Jadi kata Pak Jokowi, ada beberapa alasan yang bikin ketiga tokoh ini dipilih. Untuk Putra Mahkota bin Zayed, hal ini karena beliau udah terbukti berhasil ngerombak total kota Abu Dhabi jadi maju kayak sekarang. Terus Masayoshi Son juga disebut sebagai tokoh penting yang memimpin perusahaan telekomunikasi, media, dan keuangan di Jepang, jadi kebolehannya udah nggak diragukan lagi. Sedangkan untuk Tony Blair, Pak Jokowi bilang bahwa beliau punya track record bagus di bidang pemerintahan.

Whoaa CV-nya sih ngeri. Terus mereka digaji berapa?

Kata Pak Jokowi sih kita nggak kuat ngegaji para tokoh internasional ini, makanya, mereka nggak digaji. Meski begitu, Pak Jokowi bilang bahwa pemerintah bakal nawarin investasi ke tokoh-tokoh tersebut.

Emang tujuannya apa sih punya dewan pengarah?

Kata Pak Jokowi, untuk membangun kepercayaan dunia atas rencana pembangunan ibu kota baru. Ia bilang, pemerintah juga kan butuh kalangan internasional untuk ikutan invest di Indonesia, khususnya di proyek ibu kota baru.

Terus, tugas mereka apa aja?

Macem-macem, mulai dari ngasih masukan dan nasehat ke pemerintah, ikut ngepromosiin investasi di ibu kota baru, sampe ikut membangun kepercayaan dari investor global biar pada mau invest di Indonesia.

Tell me more about this new capital…

Jadi dalam kunjungannya ke Abu Dhabi untuk menghadiri Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) minggu lalu, Pak Jokowi ngajak masyarakat internasional untuk invest di ibu kota Indonesia yang bakal terletak di Kalimantan Timur. Kata beliau, pembangunan ibu kota baru ini ok banget karena kotanya bakal berpopulasi sekitar 6 juta sampai 7 juta orang.  Angka ini berasal dari perkiraan jumlah PNS dan keluarganya yang bakal mereka bawa.
Packing, packing..