Jokowi-Maruf, Indonesia Negatif Corona, Plat Kendaraan, Rumah DP

84

On Wednesdays, we talk about work. So if you’ve just got a performance review from your manager, meet…

Gambar: katadata.co.id

Pak Jokowi and Kiai Ma’ruf Amin.
Yang juga baru aja mencapai hari ke-100 pemerintahannya pada Senin kemarin. Yhaaa emang sih, dari awal dilantik, Pak Jokowi udah bilang bahwa di periode ini, pemerintahannya ga bakal punya target 100 hari kerja karena tinggal ngelanjutin kerjaan dari periode lalu. Tapi yaudah lanjut ya Pak wkwkkw..

Ok go on.
Well,
 the first 100 days have been intense for our RI 1 & RI 2, so let’s walk down the memory lane…

Like…

  • Penegakkan Hak Asasi Manusia (HAM).
    Let’s start with the first and the foremost. Jadi dalam hal ini, rapor Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf merah ni gengs. Menurut Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), selama 100 hari pertama ini, nggak ada satu pun kasus pelanggaran HAM yang diselesaikan sama keduanya. Sebaliknya, pemerintah justru dianggap mengeluarkan banyak kebijakan yang melemahkan prinsip-prinsip HAM dan cuma menguntungkan pihak swasta, contohnya: Omnibus Law, dan penghapusan IMB dan Amdal.
  • Korupsi.
    Dalam hal pemberantasan korupsi, Pak Jokowi sama Pak Kiai juga banyak dikritisi nih. Pasalnya, UU KPK yang baru justru dianggap memfasilitasi para koruptor untuk makin mengeruk uang negara. Belum lagi drama-drama korupsi belakangan ini yang melibatkan politisi PDIP kayak Harun Masiku yang belum ketauan sekarang orangnya di mana *huft*.
  • Demokrasi.
    Sayangnya, Indeks Demokrasi Indonesia juga stagnan nih, bahkan rankingnya berada di bawah Malaysia. Jadi dalam riset terbaru yang diterbitkan oleh The Economist Intelligence Unit (EIU), disebutkan bahwa skor praktek demokrasi Indonesia ada di angka 6,48, yhaa naik dikit sih dari skor tahun lalu yang ada di angka 6,39, but still… di bawah Malaysia yang skornya mencapai 7,16 (Like, main bola aja kita gamau kalah sama Malaysia kaan).
  • Politik.
    Nah di sini Pak Jokowi-Ma’ruf dianggap lumayan berhasil nih guys….dalam memenuhi harapan dari para partai koalisi pendukungnya, dan hal ini keliatan dari banyaknya kader partai koalisi yang ada di kabinet. Namun di sisi lain, Pak Jokowi dianggap belum mampu memenuhi harapan publik untuk bikin pemerintahannya lebih produktif dan efisien dalam membentuk berbagai kebijakan, secara, partai pendukung pemerintah itu jumlahnya mencapai 60 persen lho di parlemen.

Hold on. I’ve been reading alllll the ‘red’ marks…
Trust us. We’ve been trying to find the good ones. Keep reading…

  • BUMN.
    Now on to the better note. Dalam hal ngurusin perusahaan-perusahaan berplat merah, Pak Jokowi dianggap rajin bersih-bersih lewat tangan Menteri BUMN yang sekarang, Pak Erick Thohir. Mulai dari perombakan besar-besaran di berbagai perusahaan, pengangkatan tokoh antikorupsi kayak Pak Chandra Hamzah (mantan pimpinan KPK) jadi Komisaris Utama di Bank BTN, sampe jajaran direksi Garuda Indonesia yang disikat Pak Erick gara-gara kasus Harley Davidson selundupan. Cemungudh bersih-bersihnya eaa pak…
  • Pelaku pelemparan air keras ke Novel Baswedan terungkap.
    Setelah jadi misteri selama lebih dari dua tahun, pelaku pelemparan air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, akhirnya terungkap. Pada Desember tahun lalu, polisi akhirnya menangkap dua orang tersangka pelemparan yang juga merupakan anggota polisi aktif (?). Meski begitu, banyak pihak yang mempertanyakan berbagai kejanggalan atas penangkapan ini.
  • Benefit BPJS Ketenagakerjaan nambah, tapi bayarnya tetap.
    Hayooo baru pada tau kan? *mimin juga mehehehe* jadi minggu lalu, Menaker Bu Ida Fauziah baru aja menyosialisasikan soal penambahan benefit BPJS Ketenagakerjaan tanpa kenaikan iuran. Dalam kebijakan barunya ini, para pekerja yang ter-cover BPJS Ketenagakerjaan bakal mendapat jaminan kecelakaan apabila mengalami kecelakaan kerja. Benefit lainnya adalah ahli waris pekerja bakal mendapatkan kenaikan angka beasiswa, di mana sebelumnya satu anak dapet Rp12 juta, sekarang jadi dua anak dapet Rp174 juta, yang kalo diitung-itung, kenaikannya mencapai 1.350 persen.

Hayo pak digas lagi yang bagus-bagusnyaaaa…


For when you haven’t heard any confirmed case of coronavirus in Indonesia…

Gambar: Jakarta Globe

So far, Indonesia masih negatif corona. Dalam keterangannya kemarin sore, Menteri Kesehatan dr. Terawan bilang bahwa sejauh ini, belum ada masyarakat di Indonesia yang positif terpapar coronavirus.

Good to hear, then.
Well, here’s where we need to be more cautious:
data perjalanan yang dilansir oleh suatu lembaga riset soal traveling, namanya M1nd-set, menunjukkan bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara dari 10 negara destinasi paling populer untuk turis asal Wuhan yang belum confirmed terpapar coronavirus.

Eh?
Yep. Jadi data riset tadi menunjukkan bahwa dari Desember 2018 sampe November 2019, Indonesia menerima 98,700 wisatawan asal Wuhan, dan hal ini menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata keenam paling populer buat para wisatawan asal Wuhan.

Emang negara lain gimana?
Jadi yang pertama adalah Thailand (14 kasus), Jepang (12 kasus), Malaysia (4), Singapura (5 kasus), dan Hong Kong (9 kasus). Sedangkan empat negara di bawah Indonesia adalah Taiwan (5 kasus), Korea Selatan (4 kasus), Macau (6 kasus), dan Amerika Serikat (5 kasus).

Whoaa now you’ve  got my full attention.
Great. Terkait hal ini, Ketua Pelaksana Komnas FBPI, Bayu Krisnamurthi bilang bahwa pemerintah harus punya sikap yang tepat dalam menghadapi situasi ini. Menurutnya, kita emang nggak perlu panik maupun overreact, tapi juga harus tetap siaga dan waspada.

I see… go on.
Nah, terkait makin menyebarnya coronavirus ini ke seluruh dunia, anggota DPR dari Fraksi PDIP Charles Honoris menyerukan pemerintah untuk mencabut ketentuan bebas visa bagi warga China yang datang ke Indonesia. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan karena negara punya kewajiban untuk melindungi rakyatnya.

Terus kata pemerintah?
Yha kata Menkumham Yasonna Laoly, emang kemunculan coronavirus ini mengagetkan, tapi semoga bisa diatasi sama pemerintah China. Terus soal visanya tadi, ya harus selektif juga karena nggak semua daerah terimplikasi dan harus dipikirin soal hubungan diplomatiknya juga. Lagian kan Kemenkes udah melakukan pemeriksaan…

I see. Anything else I should know?
Meski belum ada satu pun confirmed case coronavirus di Indonesia, tapi Kemenlu udah resmi menerbitkan travel warning buat warga negara Indonesia yang mau berkunjung ke Provinsi Hubei, dan ibu kotanya, Wuhan. Menurut Plt Jubir Kemenlu Pak Teuku Faizasyah, travel warning ini baru bakal dicabut setelah pemerintah China mengumumkan bahwa wilayahnya telah aman untuk dikunjungi.


For when charging your phone is so yesterday…

Gambar: CNN Indonesia

Meet, charging your car, aka mobil listrik.
Ada update terbaru nih, buat kamu-kamu pemilik mobil atau motor listrik di Indonesia. Kemarin, Kemenhub dan Kakorlantas Polri baru aja mengonfirmasi bahwa bakal ada warna plat baru khusus buat para pemilik kendaraan listrik, yaitu warna biru. Kata Kemenhub, warna ini sengaja dibedain biar para petugas di lapangan tau bahwa kendaraan tersebut adalah kendaraan listrik. Kenapa dibedain? Karena kalo kamu pake mobil listrik, insentifnya banyak banget gengs, beberapa di antaranya adalah nggak kena ganjil-genap dan dikasi parkir gratis. Dengan adanya plat yang berbeda ini, maka insentif-insentif tadi bisa langsung diberikan pada para pemilik mobil atau motor listrik yang ada di jalanan.

Now calling: Elon Musk.


“Saya tidak suka zero DP, karena tidak mendidik generasi muda untuk menabung.”

Kata Menteri BUMN Pak Erick Thohir saat ngomentarin soal program rumah DP 0 persen kayak yang lagi dijalankan sama Pemprov DKI Jakarta di bawah Pak Anies Baswedan. Menurut Pak Erick, kalo udah biasa bayar di awal 5 persen aja, maka para millennial ini bakal lebih tanggung jawab.

Mimin udah rajin nabung dan ganti kopi dari Starbak jadi Starling aja masih belum kebeli rumah pak 🙁


Love Letter Catch Up!

Catchers: Ada alasan khusus kenapa menggunakan bahasa campur-campur?

CMU! HQ: Ha-ha-ha we got this question very often and the answer is…. this is really how we talk everyday lol. Jadikan emang idenya Catch Me Up! ini untuk bikin berita lebih mudah dipahami, dan setelah kita riset-riset, salah satu caranya adalah to make it very conversational, kayak kalo lagi ngopi sama temen-temen aja gitu. Nah, aku dan Amri kalo ngobrol emang bahasanya begini, so we want to be very honest on our products. Jadilah muncul Catch Me Up! voice yang bahasanya emang campur-campur dan kadang becandaannya garing ini. TBH di dunia nyata, becandaan kita lebih garing dari ini.

Kayak….apa bedanya soto dan coto?

(scroll down to find the answer)
– Haifa – 

(Our most favorite part of the day is to know what you think about our newsletter. Thus, we have created this section where you can ask our founder (Haifa) and cofounder (Amri) anything about Catch Me Up! Shoot away your questions here and get a chance to be featured. See you again tomorrow!

Jawaban:
Soto dari daging sapi, coto dari daging capi.