Jelang Kelahiran Anak Pertama, Shinjiro Koizumi Berencana Ambil Cuti Selama Dua Minggu

85

Who’s just making some headlines in Japan?

Sumber gambar: Nikkei

Menteri Lingkungan, Shinjiro Koizumi.

Yep, jadi publik Jepang akhir-akhir ini lagi dibuat terkezoet sama keputusan sang menteri yang berencana bakal ngambil cuti selama dua minggu menjelang kelahiran anak pertamanya yang bakal lahir bulan ini.

Why is it making headlines?

Karena di negara kayak Jepang, yang stigma urusan gendernya masih kenceng, bapak ngambil cuti lahir itu jarang banget kejadian gengs. Nah ini udah bapak, menteri lagi. Koizumi juga bakal jadi menteri pertama di kabinet tersebut yang ngambil paternity leave.

Ok, terus…

Nah, dalam keterangannya minggu lalu, Koizumi bilang bahwa dirinya sebenernya galau terkait keputusannya untuk ngambil cuti dan menjalankan tugas sebagai menteri. Namun kemudian Koizumi bilang bahwa dalam situasi kayak gini, yang harus diubah adalah pandangan masyarakatnya, bukan kondisinya. Koizumi juga bilang bahwa dia berharap di masa depan, bapak ngambil cuti buat anaknya yang baru lahir bakal biasa aja, ga jadi headline kayak sekarang.

Catch Me Up! more on Japanese paternity leave dong…

Jadi gini, secara populasi Jepang menurun terus, pemerintah setempat kemudian bikin kebijakan-kebijakan untuk mendorong warganya untuk punya anak. Salah satu kebijakan yang diberlakukan adalah cuti lahiran buat bapak yang baru punya anak, dan cuti ini dikasih selama satu tahun. Koizumi sendiri bilang bahwa cowok-cowok Jepang juga harus pada ngambil paternity leave karena populasi negara mereka yang menurun terus…

Tapi…

Ya tapi nggak banyak yang ngambil. Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa cuma ada 6 persen bapak yang ngambil cuti lahiran. Adapun alasan untuk nggak ngambil cuti ini adalah karena pressure soal duit, tekanan kerjaan, dan work culture di Jepang yang berpandangan bahwa komitmen cowok ke kerjaan harus lebih diprioritaskan dibanding ke keluarga (Yha.. gimana komitmen ke pacar, kak).

I see. So how do people react?

Yha, biasalah, ada yang pro dan kontra. Untuk yang pro, mereka bilangnya keputusan Koizumi ini bisa jadi contoh buat calon bapak lain yang ada di Jepang untuk ngambil paternity leave. Di sisi lain, banyak juga yang mengkritisi keputusan Koizumi karena Koizumi yang digadang-gadang sebagai calon perdana menteri Jepang di masa depan itu sebaiknya fokus sama kerjaannya aja.