If I was a man, then I’d be the man.

150

Hello Tuesday! If you’ve been reading a lot of stories about men in Iran crisis, now you have to meet…

Sumber Gambar: Axios

Kimia Alizadeh.

But wait, good morning! So now you are reading this email and sipping your coffee, while listening to your favorite music. You are sooo looking forward to read another news about Iran after you’ve followed it religiously herehere, and here.
And it’s been a while until you realized…. where are the women? Selama ini kok yang muncul di berita soal krisis Iran cowok-cowok semua? Let’s say, Donald Trump, Qassem Soleymani, Ayatullah Ali Khemenei, Hassan Rouhani. So today, let’s hear it from the women, K?

K.

Great. Now please meet: Kimia Alizadeh

Who?

Jadi, Kimia ini adalah atlet taekwondo asal Iran. Dia adalah satu-satunya atlet cewek Iran yang berhasil meraih medali di ajang Olimpiade, yakni medali perunggu di Rio Olympics pada tahun 2016 lalu.

Ok. What about her?

Dua hari lalu, Kimia ngumumin di akun Instagramnya bahwa dia bakal meninggalkan Iran. Dia bilang bahwa dirinya adalah satu dari jutaan cewek Iran yang tertindas selama bertahun-tahun. Kimia menyebut bahwa selama ini dia udah nurut. Disuruh pake apa aja, dia pake (referring to pake hijab yang wajib di Iran), disuruh ngomong apa aja, dia omongin, dibawa ke mana aja, dia ngikut, tapi ujung-ujungnya, Kimia merasa dirinya dan cewek-cewek lainnya di Iran nggak berharga dan cuma dijadikan alat :(.

Ok go on…

Kimia terus bilang bahwa dia nggak mau hidup di bawah kemunafikan, kebohongan, dan ketidakadilan. I wish for nothing else than for Taekwondo, safety and for a happy and healthy life. Gitu katanya.

So she left Iran?

Yep. Jadi sebelum ngumumin bahwa dia cabs secara permanen dari Iran, Kimia uda beberapa hari nggak dateng latian dan dari info yang beredar, diketahui bahwa dia lagi berlibur ke Belanda. Kimia kemudian memutuskan untuk nggak balik lagi ke Iran saat ngeliat situasi negaranya yang makin panas.

So she settles in the Netherlands now?

Unclear. Meskipun di akun Instagramnya nggak disebutin Kimia pindah ke mana, namun pemberitaan di Iran bilang bahwa Kimia seeking asylum di Belanda. Dia juga disebut-sebut lagi latihan untuk berpartisipasi di Tokyo Olympics yang bakal digelar di Bulan Juli mendatang, tapi nggak akan mewakili Iran.

Terus pihak Irannya ada komentar nggak?

Ada. Kata Presiden Federasi Taekwondo Iran Seyed Mohammad Puladgar, sebenernya mereka uda melakukan apa aja untuk mendukung Kimia. Sayed juga bilang bahwa pemberitaan media internasional soal masalah ini nggak bener dan nggak berimbang.

Catch Me Up! on Iranian athletes leaving their country…

Jadi Kimia ini bukan satu-satunya atlet yang meninggalkan Iran karena aturan dalam negeri yang restriktif terhadap cewek, gengs. Sebelumnya ada wasit catur asal Iran, namanya Shohreh Bayat yang memutuskan untuk nggak balik lagi ke negaranya karena khawatir dengan keselamatan dirinya setelah fotonya lagi nggak pake jilbab beredar. Waktu itu, Shohreh lagi jadi wasit buat turnamen catur internasional di Shanghai. Selain Shohreh, seorang grandmaster catur asal Iran, namanya Mitra Hejazipour juga dikeluarin dari timnas catur Iran gara-gara ketauan ketauan buka jilbab di turnamen yang diikutinya di Moskow. Mitra kemudian tinggal di Prancis dan bilang bahwa dirinya nggak punya tempat di Timnas Iran lagi.

So, it only happens to women?

Nope, yang cowok-cowok juga. For political reasons, Iran juga melarang para atletnya untuk bertanding lawan atlet Israel karena mereka nggak mengakui negara tersebut. Akibatnya, atlet gulat atau judo asal Iran sering disuruh ngalah kalo udah tau bahwa di babak berikutnya, mereka bakal tanding lawan atlet Israel. Karena hal ini, Iran uda dilarang untuk berpartisipasi di turnamen judo apapun di tingkat internasional.

Who’s calling his lawyer?

Sumber gambar: inews.id

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Hal ini karena kemarin, 243 orang warga Jakarta yang mengaku jadi korban banjir baru aja menggugat Pak Anies ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Background, please…

Iya, jadi kemarin, massa yang diwakili oleh Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020 ini mendatangi PN Jakpus untuk ngegugat Pak Anies. Mereka menyebut bahwa gara-gara banjir, pihaknya menderita kerugian yang nggak sedikit. Adapun gugatan ganti rugi yang dilayangkan adalah Rp42 Milyar.

Emang kenapa kok Pak Anies yang digugat?

Karena dalam gugatannya, tim advokasi ini menilai kalo Pak Anies lalai dalam menjalankan kewajiban hukumnya. Pak Anies dibilang abai dalam memberi peringatan dan bantuan darurat kepada korban banjir. Jadi gugatannya ini adalah terkait kesiapsiagaan dan dalam penanggulangan banjir.

Who’s also asking for compensation?

Pengelola mal. Adalah Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HPPBI) yang minggu lalu uda ngirim surat ke Pemprov DKI untuk bahas soal kompensasi sama pihak Pemprov. Hal ini terkait dengan kerugian yang diderita akibat banjir yang bikin sejumlah mal nggak beroperasi. Terkait hal ini, HPPBI minta keringanan pajak aja dehhh.

What did Pak Anies say about this?

Belum ada update ni gengs. Besok kita info lagi yha.

What about the DPRD DKI?

Menurut Ketua Umum DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, ya sok aja kalo mau digugat atau minta ganti rugi karena itu merupakan hak warga negara. Prasetyo juga bilang bahwa kalo emang banjirnya disebabkan oleh kesalahan pemerintah, maka pemerintah wajib ganti rugi baik ke pihak mal atau masyarakat.

For when you have a reputation to maintain…

Sumber gambar: Jawa Pos

KPU aka Komisi Pemilihan Umum can relate.

Tahun ini, Indonesia bakal menggelar Pilkada aka Pemilihan Kepala Daerah di at least 270 daerah. Adapun posisi kepala daerah yang diperebutkan ada macem-macem, mulai dari wali kota, bupati, dan gubernur.

Uhmmm….

Nah, di awal tahun ini juga gengs, Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berfungsi sebagai panitia pemilu justru dilanda isu yang nggak enak banget. Salah satu komisionernya, Mas Wahyu Setiawan dibekuk KPK karena diduga menerima duit suap. Padahal sebelumnya, KPU sempet keukeuh ngelarang napi mantan koruptor ikut Pilkada. Hal ini kemudian dinilai bikin kepercayaan publik terhadap KPU runtuh, padahal kita bentar lagi pilkada.

Nah iya terus gimana?

KPU sih uda memastikan bahwa tahapan Pilkada bakal tetep berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, kemarin, Ketua KPU Mas Arief Budiman juga menyatakan bahwa insiden ini bisa jadi peringatan bagi siapapun agar lebih mawas diri, hati-hati, dan berintegritas. Mas Arief kemudian bilang bahwa dirinya akan membuat surat edaran ke seluruh jajaran KPU di daerah untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan menjaga integritas jelang Pilkada 2020.

Jadi Pilkadanya lanjut neh?

Lanjut donks. Kata Mas Arief, emang proses Pilkada ini uda dimulai dan hari pencoblosan akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal, yaitu pada Bulan September 2020. Mas Arief juga yakin bahwa sistem KPU uda bagus, jadi insiden ini nggak akan mempengaruhi proses Pilkada.

So why should I know about this?

Because you have to vote vote vote, it’s your civic duty. Gak yakin daerah kamu bakal nyoblos apa enggak, tahun ini? Cek daftarnya di sini yuk!

Who’s just received an award for being productive?

Sumber Gambar: inews.id

ME ME ME ME.

Bukan. Tapi Pak Jusuf Kalla.

Huh?

Yep, mantan wakil presiden Republik Indonesia selama dua periode itu kemarin baru aja dianugerahi gelar Doktor Kehormatan aka Doktor Honoris Causa (HC) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam keterangannya, pihak ITB  bilang bahwa mereka menganugerahi gelar ini ke Pak JK atas kontribusinya di bidang inovasi peningkatan produktivitas sistem perusahaan, institusi publik dan pemerintahan. Pak JK yang hadir dalam upacara penganugerahan itu juga ngasi sambutan. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar civitas akademika ITB nggak berhenti berinovasi, serta tetap jadi inisiator atas pengembangan produktivitas.

Now get up, dress up, and be productive. Like Pak JK.

“Walaupun setiaku hanya bisa diam, yang penting kamu senang, apa saja aku lakukan,”

Kira-kira begitu isi curhatan soal cinta yang bisa kamu baca di website Pengadilan Agama Sleman yang di-hack sama orang nggak bertanggungjawab kemarin (13/1). Yha kan orang kalo buka website pengadilan itu mau nyari jadwal sidang atau nyari putusan yah, eh ini malah ada curhatan dong. Terkait hal ini, pihak PA Sleman bilang bahwa emang website-nya uda dua kali kena hack.

Kak, ga cukup gitu ya curhat di Instastory…