‘Tis the season to be jolly!

133

It’s D-1! Well, before you’re getting ready for your last-minute Christmas shopping, here’s an update from…

Sumber: ABC News

Saudi Arabia.

Jadi kemarin, Pengadilan Arab Saudi baru aja menjatuhkan hukuman mati bagi lima orang yang terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Idk who he is.

No worries, we’ll catch you up! Jadi Khashoggi ini adalah jurnalis slash aktivis pro-demokrasi berkebangsaan Arab Saudi yang aktif menyuarakan nilai-nilai demokrasi di negaranya. Nah, pada tahun 2017 lalu, Khashoggi kemudian cabs ke US setelah dia sering menyampaikan kritikannya kepada pihak kerajaan. Di US, Khashoggi mulai nulis buat Washington Post, dan isi tulisannya banyak mengkritisi nilai-nilai konservatisme yang dianut oleh kerajaan Saudi. Khashoggi juga kerap menyuarakan isu-isu kesetaraan gender, kebebasan berpendapat, hingga kebebasan pers di negaranya.

I am reading…

Nah, sekitar bulan Oktober tahun lalu, Khashoggi menghilang pas lagi mengunjungi Gedung Konsulat Jenderal (Konjen) Arab Saudi di Istanbul, Turki, untuk ngurusin berkas-berkas rencana pernikahannya sama seorang warga Turki.

This is where things were getting intense…

Karena pihak Saudi nggak mau ngaku soal kehilangannya Khashoggi. (Awalnya mereka bilang Khashoggi ngilang pas uda cabs dari konjen), tapi aparat keamanan Turki menyebut bahwa emang Khashoggi ni nggak keluar-keluar lagi dari gedung tersebut.

I am nervious with what would happen next…

Wait for it. Jadi ga lama kemudian, tim intelejen Turki berhasil menemukan bukti rekaman suara, CCTV, sampe video terkait pembunuhan Khashoggi. Setelah 18 hari, akhirnya pihak Arab Saudi ngaku juga bahwa Khashoggi dibunuh pas lagi di dalem konjen, tapi meninggalnya gara-gara dia berantem(?). Saudi juga menyebutkan bahwa pihaknya uda menangkap 18 orang yang diduga terlibat.

Anything else from there?

Nah, sepanjang proses penyelidikan tadi, pihak Saudi juga menolak keras anggapan yang menyebutkan bahwa Raja Arab Saudi, Mohammad bin Salman terlibat dalam upaya pembunuhan ini. Namun faktanya, hasil investigasi PBB menyebutkan bahwa ada bukti nyata keterlibatan Raja Salman dalam pembunuhan Khashoggi. Selain itu, laporan tadi juga menyebutkan terkait kronologi pembunuhan sang jurnalis yang detailnya is too gruesome to be talked about this too early in the morning.

Olrite… back to the trial?

Yep. Kemarin, pengadilan Arab Saudi menjatuhkan hukuman mati pada lima orang yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, sedangkan tiga orang lainnya menjalani hukuman penjara selama 24 tahun dan dua orang lagi dinyatakan bebas. Selain itu, pihak Arab Saudi juga konsisten menyebutkan bahwa King Salman nggak terlibat dalam upaya pembunuhan ini.

Go ahead, hug your journalist friends :’)

For when you’ve been looking for a new job…

Sumber gambar: Ayo Semarang

KPK is hiring!

Jadi Komisi Pemberantasan Korupsi aka KPK lagi nyari juru bicara aka jubir baru. Jubir baru ini rencananya bakal ngegantiin Jubir KPK saat ini Febri Diansyah.

Is that true?

Yep. Kata Wakil Ketua KPK yang baru Ibu Lili Pintauli Siregar, pencarian jubir barunya KPK ini dilakukan biar Bang Febri nggak rangkap tugas. FYI, saat ini selain menjabat sebagai Jubir KPK, Bang Febri juga menjabat sebagai Kepala Biro Humas KPK.

I have a background in communications… how can I apply for the job?

Sabar yha, karena kata KPK, mekanisme pemilihan jubir barunya ini belum selesai dibahas secara detail. Meski begitu, KPK bilang bahwa proses rekrutmen bakal dilakukan secara terbuka dan infonya bisa diakses di website dan surat kabar.

Terus Bang Febri ada komentar apa nggak?

Beliau sih bilang belum dapet info apa-apa ya soal rencana pencarian jubir baru di KPK. Bang Febri menyebut bahwa beberapa hari terakhir ini beliau lagi sakit, jadi lebih banyak stay di rumah.

Terus dia gpp nih posisinya digantiin orang?

Gpp sih, karena dia yakin keputusan ini diambil demi kepentingan KPK, bukan karena pertimbangan pribadi. Selain itu, Bang Febri juga menyebut bahwa yang penting si jubir baru ini bisa jadi jembatan informasi buat publik.

Brb, we’re updating our CVs…

For when you’ve been having some troubles breathing lately…

New Scientist Default Image

Sumber gambar: News Scientist

It’s because of the air quality.

Jadi, hasil penelitian yang baru aja dirilis sama Global Alliance on Health and Pollutions (GAHP) menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia yang memiliki jumlah kematian terbanyak akibat polusi. Tercatat bahwa pada tahun 2017 lalu, jumlah warga Indonesia yang meninggal akibat polusi mencapai 123,7 ribu orang, dari total 3,4 juta korban meninggal di seluruh dunia. Di urutan pertama ada India dengan jumlah korban sebesar 2,3 juta jiwa, urutan kedua ada China dengan angka kematian sebesar 1,8 juta jiwa, dan di posisi ketiga ada Nigeria dengan angka 279 ribu kematian.

If you are reading this and worried about your lungs, yaa sering-sering aja pake masker ke mana-mana karena jenis polusi yang lagi meningkat banget adalah polusi udara karena industrialisasi dan urbanisasi. Terus tiati juga kalo lagi di rumah karena ventilasi yang buruk bisa bikin polusi dari kompor masak dan pemanas api bisa makin bikin napas kamu berat.

“Mau ke Boyolali bu, pake Google Maps,”

Kata seorang pengendara motor asal Klaten, Jawa Tengah, pas diberentiin sama polwan gara-gara nyasar dan motornya mau cusss masuk ke gerbang tol Colomadu, Karanganyar. Diketahui bahwa pengendara motor yang namanya Lina itu mau jemput adiknya di Boyolali dan karena ini pertama kalinya, dia pake Google Maps sebagai penunjuk arah. Eeee taunya malah mau masuk tol.

Lina is all of us when we’re navigating the way to the future. All of us.

Editorial Note: Hate to break it to you, but we will not send out emails tomorrow due to Christmas Day. Our team is going to take a day off to enjoy time with their loved ones while binge-watching Home Alone, and chugging down some delicious, warm egg-nog. You should too.

Merry Early Christmas and see you again on Thursday!