“I wanna be your end game”

139

Hello Monday! It’s D-2 before New Year, and guess who finally gave us an update?

Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.

Sumber Gambar: Kompas

Novel Baswedan case.

Setelah lebih dari 2,5 tahun diselidiki, akhirnya kasus pelemparan air keras ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menemui titik terang gengs. Hari Kamis minggu lalu, dua orang pelaku penyerangan air keras atas Bang Novel ditangkap polisi.

Wait, I need some background.

You got it. Jadi di bulan April tahun 2017 lalu, Bang Novel yang baru balik dari masjid abis salat subuh itu disiram air keras sama orang yang nggak dikenal. Akibat penyiraman ini, kedua mata Bang Novel mengalami kerusakan, bahkan mata sebelah kirinya jadi nggak bisa melihat sama sekali.

I am reading…

Pasca kejadian itu, Bang Novel kemudian berangkat ke Singapura untuk menjalani pengobatan dan dirawat di sana selama satu tahun. Sedangkan di tanah air, polisi langsung melakukan penyelidikan atas pelaku penyerangan. Selain itu, berbagai tim khusus juga dibentuk untuk menyelidiki kasus Bang Novel. Dari hasil temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) menyebutkan, bahwa serangan ini ada hubungannya sama kerjaan Bang Novel sebagai penyidik KPK dan enam kasus kakap yang lagi ditangani beliau ketika serangan terjadi.

Ok, back to the attack…

Jadi ada dua orang pelaku penyiraman air keras terhadap Bang Novel yang ditangkap minggu lalu. Keduanya berinisial RB dan RM dan merupakan anggota polisi aktif. Keduanya ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Kata polisi, para pelaku ini diancam pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.

Good to hear. Terus apa alasan mereka nyerang Bang Novel?

Belum disebutin sih, katanya nanti aja dibuka pas di pengadilan. Cuma pas lagi mau dibawa ke mobil, salah satu dari dua polisi itu ada yang teriak “Tolong dicatat. Saya tidak suka Novel karena dia pengkhianat,” gitu katanya.

Terus Bang Novel ada komentar gak soal ini?

Ada, in his words: “Saya seharusnya mengapresiasi kerja Polri, tapi keterlaluan bila disebut bahwa penyerangan hanya sebagai dendam pribadi sendiri dan tidak terkait dengan hal lain, apakah itu tidak lucu dan aneh?”

Who else is having a say about this?

#TeamThankyou,but..
  • Presiden PKS, Sohibul Imanyang bilang bahwa motif pribadi kedua penyerang Bang Novel itu nggak masuk akal. Menurutnya, nggak mungkin ah karena nggak suka sampe ngelempar air keras. Jadi ada yang lebih besar dari itu.
  • Tim Advokasi Novel Baswedan yang menyebut bahwa dugaan keterlibatan kepolisian dalam kasus ini uda terbukti. Karenanya, polisi didesak untuk segera mengungkap aktor intelektual lain dalam kasus ini.
#TeamThankyouya
  • Ketua KPK yang baru, FIrli Bahuri. Dalam keterangannya, Pak Firli menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya ke kepolisian karena berhasil menangkap dan mengumumkan pelaku penyiraman air keras ke Bang Novel. Menurutnya, hal inilah yang uda lama ditunggu rakyat Indonesia
  • Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry yang menyebut bahwa dirinya mengapresiasi penangkapan dua orang pelaku tadi, karena emang uda ditunggu-tunggu masyarakat. Bang Herman bilang, seenggaknya kasus yang udah terkatung-katung selama bertahun-tahun itu uda mulai terkuak.
Let us know which team are you on our Instagram later today!

For when you really really really shouldn’t be drunk-driving….

Lokasi kecelakaan mobil tabrak apotek Senopati, Minggu (27/10/2019)

Sumber gambar: Liputan6

We can’t use enough “really” to warn you not to drink and drive, aka DUI (Driving under Influence) aka mabok sambil nyetir.

I never drink and drive.

Great. Karena Hari Sabtu kemarin ada dua kecelakaan lalu lintas yang terjadi gara-gara pengemudinya mabok dan berada di bawah pengaruh obat-obatan.

OMG. Tell me everything.

Jadi kecelakaan yang pertama terjadi di Senopati, di mana sebuah mobil BMW nabrak gedung Apotek Senopati dan masuk terus sampe ke tengah bangunan. Setelah diperiksa, ketauan bahwa yang nyetirnya mahasiswa umur 19 tahun dan positif ganja dan obat penenang. Selain itu, pengemudi ini juga positif punya narkoba.

Tell me the second one.

Before we get there, kamu harus tau dulu bahwa ini adalah tabrakan kedua yang terjadi di Apotek Senopati cuma dalam selang waktu dua bulan aja. Pada bulan Oktober lalu, Apotek Senopati yang terletak antara Jl. Senopati dan Jl. Gunawarman itu juga ditabrak oleh mobil Gran Livina hingga menewaskan seorang satpam. Kejadian ini terjadi jam 3.30 pagi, ketika si pelaku baru balik dari bar  yang ada di Gunawarman.

I see…

Nah, tabrakan yang kedua terjadi di Jl. Sudirman, di mana sebuah mobil Avanza nabrak tujuh orang yang lagi sepedaan hingga menyebabkan ketujuhnya mengalami luka-luka. Kata polisi, pengendara mobilnya adalah seorang PNS yang dinas di Polda Metro Jaya dan ketauan positif narkoba.

Does the police have a say on this?

Kata Polisi sih, untuk Apotek Senopati, rencananya pihak kepolisian bakal masang alat barrier khusus yang lebih kuat untuk mengantisipasi kejadian serupa. Selain itu, para pelaku juga terancam hukuman penjara karena kelalaiannya.

I want to hear something more…

Tough? So does this legislator. Menurut anggota DPR RI dari Komisi III Ahmad Sahroni yang emang ngurusin soal hukum dan keamanan, polisi harus lebih tegas dalam mencegah orang mabok biar nggak nyetir. Menurut Bang Roni, cara-cara pencegahan bisa dilakukan dengan menempatkan lebih banyak polisi di jalur-jalur yang banyak bar dan diskoteknya, melakukan tes breathalyzer buat yang baru balik dari club, sampe kerjasama dengan pengelola club untuk nggak ngasih nyetir pengunjungnya yang lagi mabok.

Or just…don’t drive when you’re drunk, please?

For when you’ve been binge-watching series of Korean Drama…

Shin Tae-yong

Sumber gambar: Liputan6

Sekarang, kamu bisa liat oppa-oppa Korea nggak cuma di drama Korea, tapi juga di lapangan sepak bola.

Huh?

Yeppp, karena minggu lalu, Timnas Sepak Bola Indonesia uda resmi nge-hire pelatih baru asal Korea Selatan, namanya Shin Tae-yong.

More background would be helpful.

OK. Jadi Shin Tae-yong ini uda resmi dikontrak sama PSSI (stands for Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia) untuk ngelatih Timnas Sepak Bola kita selama empat tahun. Menurut Ketum PSSI Mochamad Iriawan aka Bang Iwan Bule, penunjukan Shin Tae-yong ini berdasarkan dari hasil rekomendasi tim pelatih dan internal pengurus PSSI sendiri.

Catch Me Up! On his resume…

Shin Tae-yong ini uda berpengalaman bangetlah di dunia bal-balan, baik sebagai pemain maupun pelatih. Ketika jadi pemain, Tae-yong berkarier di Seongnam FC klub dan klub Australia, namanya Queensland Roar. Setelah pensiun sebagai pemain, Tae-yong kemudian meniti karier sebagai pelatih. Nah, ketika jadi pelatih inilah Tae-yong mulai menangani timnas, mulai dari Timnas Korsel U-20, U-23, baru deh timnas seniornya di tahun 2017-2018.

Terus emang kok bisa dia yang dipilih?

Menurut Tae-yong sendiri, pihak Indonesia impressed sama track recordnya selama jadi pelatih, khususnya penampilannya pas masih ngasuh Timnas Korsel di Piala Dunia 2018. Waktu itu, Tae-yong berhasil membawa negaranya menang setelah ngalahin Jerman dengan skor 2-0.

Terus target kita mau ngalahin Jerman juga?

Well, could be. Yang pasti sih untuk sekarang Tae-yong ditarget sama PSSI untuk bikin penampilan Timnas Indonesia membaik di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022. FYI, dari lima laga yang uda dijalani, Timnas Indonesia nggak pernah menang sekali pun, jadi poin kita masi nol. Selain itu, Tae-yong juga bakal ikut memantau perkembangan timnas dari U-16 sampe yang senior. Paket komplit deh.

Do the players have a say?

Of course. Pemain timnas U-23 Rahmat Irianto bilang bahwa dia berharap Tae-yang bisa menularkan kualitas dari para pemain sepak bola Korsel ke pesepakbola Indonesia, terutama karena timnas Negeri Gingseng itu uda bolak-balik tampil di Pildun aka Piala Dunia.

I see. Anything else I should know?

Shin Tae-yang ini rencananya bakal mulai melatih Indonesia pada januari tahun depan. Untuk mempermudah komunikasinya sama para pemain, Tae-yang bilang bahwa dia juga bakal belajar bahasa Indonesia

What’s keeping the police busy…

ICW: Kapolri Harus Pecat Oknum Polisi yang Lakukan Pungli

Sumber Gambar: BeritaSatu

Criminal cases.

Minggu lalu, Polda Metro Jaya merilis indeks kejahatan yang terjadi di Ibu Kota Jakarta sepanjang tahun 2019. Dalam catatan Pak Polisi, ditemukan bahwa total kejahatan yang terjadi tahun ini turun dibandingin tahun lalu. Kalo tahun lalu jumlah kejahatannya mencapai 33.628, maka tahun ini, angka kejahatan menurun ke angka 32.614.
Sadly, meski jumlah kejahatan pada umumnya menurun, tapi ada dua jenis kejahatan yang angkanya meningkat tahun ini. Keduanya adalah kebakaran dan pemerkosaan. Untuk kasus kebakaran, angkanya meningkat sebesar enam persen dari 452 kasus pada tahun 2018 menjadi 479 pada tahun ini. Sedangkan untuk kasus pemerkosaan, peningkatannya mencapai 13 persen, yakni dari 33 kasus di tahun 2018 jadi 37 kasus di tahun ini. Selain dua jenis kejahatan tadi, ada juga tujuh kejahatan lain yang banyak terjadi, tapi angkanya menurun. Ketujuhnya adalah pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, penganiayaan berat, pencurian kendaraan bermotor, perjudian, pemerasan dan kenakalan remaja.

Waspadalah, waspadalaaaah…

“Bencana alam bukan hukuman Tuhan,”

Kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat ngejelasin soal siklus bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia. Kata Pak Doni, bencana alam itu suatu siklus yang berulang, artinya, bencana alam adalah kejadian yang harus dihadapi dengan rasionalitas dan budaya siaga.

Berarti yang kelamaan jomblo juga bukan gara-gara suka duduk di depan pintu ya pak…

Catch Me Up! Recommendations

For when you’ve been craving for some damn good nasi kapau and your diet resolutions start next year…

Try this for lunch. Thank us later.

(This is a sponsored content. Meaning, we may gain something in return as you see this. If you have a business and want to collaborate with us, you can always shoot us an email to [email protected]. See you!)