“I like to move it, move it, to Friday!”

113

It’s finally Friday! If you’ve been planning on CFD-an this weekend, here’s our TGIV for you. On sports. Dig in.

Yep yep yep, whether you already planned untuk CFD-an sama gebetanmu weekend ini, atau berencana untuk jadi lebih rajin ngegym tahun depan, we allll know that exercise gives you endorphins; endorphines make you happy, happy people just don’t shoooooot *wink* Elle Woods *wink*.

Nah, sejak beberapa hari kemarin, kita juga uda asyik disuguhi aksi dari atlet-atlet Indonesia yang berlaga di SEA Games Filipina ke-30 yang baru aja selesai. Indonesia finish di urutan keempat dengan 72 medali emas, 84 perak, dan 111 perunggu. But have you ever wondered, how have we been doing, all these times? Kayak, pernah ga sih Indonesia jadi juara umum? Berapa kali? Terus apa aja hal-hal unik soal SEA Games ini? Naaaah, you know the drill lha ya. Scroll down. Read up, impress your gebetan at tomorrow’s brunch.

Go go go!

For when you’ve been hearing “buah jatuh nggak jauh dari pohonnya”…

Gibran Rakabuming Raka

Sumber gambar: Katadata

Meet Mas Gibran Rakabuming.

Yang kemarin uda secara resmi daftar jadi calon bakal Wali Kota Solo ke Kantor DPD PDIP di Semarang. Jadi mas Gibran ni daftar jadi cawalkot Solo lewat PDIP gengs, sama kayak bapake, kan…

I see, tell me more.

Dalam sambutannya di depan para pendukungnya sebelum cussss ke Semarang, Mas Gibran bilang bahwa dia maju jadi cawalkot karena ingin Solo melompat lebih maju, dan rakyatnya lebih sejahtera. Keberangkatan Mas Gibran ke Semarang ini didampingi oleh ratusan pendukungnya. Hadir juga istri Mas Gibran, Selvi Ananda dan Ibu Negara Iriana Jokowi.

Does Pak Jokowi have a say about this?

Iya, Mas Gibran cerita bahwa menjelang pendaftaran ini, dirinya udah salat tahajjud dan minta restu dari bokap, nyokap, eyang, istri, mertua, pokoknya semua deh. Pesan Pak Jokowi ke Mas Gibran adalah supaya dia ngikutin semua proses partai sesuai aturan dan nggak ambil jalan pintas.

Who’s saying ‘we object!’?

Sekelompok warga Solo bernama Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu bilang bahwa Mas Gibran nggak layak dipilih dalam Pilkada nanti, karena pas Pilkada di tahun 2015 lalu, Mas Gibran nggak ikutan nyoblos di Pilwalkot Solo. Menurut mereka, ya nggak etis aja kalo pas punya hak memilih nggak digunakan, tapi sekarang justru minta dipilih. Paguyuban ini menambahkan bahwa pas tahun 2015 itu, Pak Jokowi uda jadi presiden, jadi golputnya Mas Gibran merupakan preseden buruk.

Oops…does Gibran have a say about this?

Yep, katanya ya santai aja, gausah ditanggapi dengan emosional. Selain itu, relawannya Mas Gibran juga bilang bahwa haters itu memang diperlukan, karena makin pihaknya diserang, itu justru makin bagus.

For when you’ve been looking forward to hear some updates from Aung San Suu Kyi…

Aung Suu Kyi defends Myanmar against accusations of genocide against Rohingya at the top UN court in The Hague (Photo: International Court of Justice via Getty Images)

Sumber gambar: Lowy Institute

We got some updates…

Dalam persidangan terkait kasus dugaan genosida yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya di negaranya, tokoh Myanmar Aung San Suu Kyi bilang bahwa nggak bener negaranya  itu dituduh melakukan genosida di wilayah bagian Rankhine, tempat mayoritas etnis Rohingya tinggal.

Waiiiiit, I need some background.

You got it. Jadi Suu Kyi uda beberapa hari terakhir ini ada di Den Haag, Belanda untuk menghadiri sidang dugaan aksi genosida yang dilakukan tentara Myanmar kepada etnis Rohingya di depan Mahkamah Internasional. Gugatan atas aksi ini sendiri dilayangkan oleh Gambia, yang menyebut bahwa telah terjadi aksi pembunuhan, penyiksaan dan pelanggaran HAM massal terhadap etnis rohingya yang udah mengarah ke aksi genosida.

Catch Up! with our complete story on Rohingya crisis her

Olrite, back to the trial…

Nah, dalam persidangannya, Suu Kyi bilang bahwa tuduhan Gambia nggak sesuai fakta sebenarnya. Suu Kyi juga menyebut bahwa situasi di Rohingya ini pelik karena di sana ada tentara pemberontak namanya ARSA (Arakan Rohingya Salvation Army) yang terus-terusan mengganggu stabilitas keamanan di Rakhine. Suu Kyi bilang, serangan militer yang dilakukan tentara Myanmar ya sebagai balasan atas pemberontakan militer yang dilancarkan ARSA.

About the refugees..

Nah, ini menarik nih gengs, karena dalam pidato pembelaannya yang berjalan selama 25 menit, Suu Kyi mengakui bahwa yes, mungkin ada kejadian di mana masyarakat sipil jadi korban dalam konflik antara tentara Myanmar dan ARSA, dan dia juga menyampaikan rasa simpatinya pada para pengungsi yang ada di Bangladesh (without mentioning “Rohingya”). Suu Kyi juga bilang bahwa nggak ada pelanggaran HAM yang terjadi di Rakhine State atau wilayah mana pun di Myanmar.

Nope, lie.

Kata aktivis HAM Rohingya bernama Mohammed Muhibullah dari kamp pengungsiannya di Cox Bazaar, Bangladesh saat nanggepin pembelaannya Suu Kyi. Muhibullah bilang, maling nggak akan ngaku maling, tapi kan buktinya udah jelas. Dunia internasional juga uda ngeliat apa yang terjadi terhadap etnis Rohingya, dan dia berharap biar Mahkamah Internasional bisa bertindak tegas terkait kasus ini.

“Kaji ulang, ini bukan Gojek!”

Kata Tokoh Muhammadiyah Buya Syafi’i Ma’arif terkait kebijakan Mendikbud Mas Nadiem Makarim yang berencana untuk menghapuskan Ujian Nasional mulai tahun 2021. Kata Buya, rencana penghapusan UN ini harus bener-bener dikaji dengan melibatkan para pakar pendidikan, karena UN itu ada justru untuk menjaga mutu pendidikan.