“I got ninety-nine problems”

184

It’s Tuesday and we already got sooooo many things to Catch Up! From 212 to BUMN, we got you all covered. Scroll down.

Umat muslim mengikuti aksi reuni 212 di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (2/12/2018). Jutaan orang turut dalam acara Reuni Akbar 212 yang diselenggarakan di kawasan Monas tersebut, diketahui sekitar 20.000 personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah membantu pengamanan acara.

Sumber gambar: Kompas

Olrite. Let’s start with the reunion.

Kemarin, massa yang tergabung dalam reuni akbar 212 memadati lapangan Monas, Jakarta. Adapun kegiatan reuni ini dimulai jam 3 pagi dengan salat tahajjud berjamaah, terus lanjut istigosah, doa bersama sampe waktu subuh, terus salat subuh berjamaah dan berzikir.

That’s it?

Ga juga. Pada kesempatan tersebut, para peserta juga mendengarkan tausiyah dari beberapa tokoh kayak Ustaz Ahmad Al-Habsyi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Habib Rizieq yang lagi di Arab Saudi juga sempet ngasi tausiyah lewat teleconference. Acara ini selesai pukul 08.10 pagi di mana warga kemudian membubarkan diri.

And the objective of this reunion is…

Untuk doa bersama demi keselamatan dan kesatuan NKRI, dan juga yang paling penting adalah ngedoain petinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab biar bisa pulang ke Indonesia. Selain itu, acara ini juga punya tiga panggung utama yang masing-masing panggung punya spanduknya sendiri. Masing-masing spanduk itu isinya adalah “Hentikan Pengasingan Politik IB HRS”, “Save Gaza-Palestina” dan “Penjarakan Si Busuk dan Semua Penista Agama”.

I am curious about what Habib Rizieq was saying…

Jadi dalam sambutannya melalui teleconference, Habib Rizieq bilang bahwa dia gabisa pulang karena masih dicekal sama Arab Saudi atas perintah Indonesia. Beliau juga minta pemerintah Indonesia untuk ga boong lagi dan menyebut bahwa pencekalan atas dirinya adalah bentuk pengasingan oleh rezim Jokowi.

I am reading…

Dalam kesempatan itu, Habib Rizieq juga ngasi lima pesan ke para peserta reuni. pertama, beliau meminta biar tradisi reuni akbar 212 ini dijaga terus karena merupakan momentum yang sangat penting. Kedua dan ketiga, Habib Rizieq mengimbau agar umat Islam nggak putus asa dan meyakini janji Allah SWT. Keempat, beliau minta biar umat Islam terus berjuang dengan keikhlasan dan terakhir, beliau ngingetin umat Islam biar nggak pernah berhenti membela agama, bangsa, dan negara.

What about Pak Anies?

Pak Anies juga ngasih sambutan donk. Dalam sambutannya itu, Pak Anies bilang bahwa bangsa Indonesia sering dipuji karena keberagamannya, dan yang juga unik dari Indonesia adalah persatuannya. Karena itu, Pak Anies bepesan biar kedua hal ini betul-betul dijaga. Dalam kesempatan itu, Pak Anies juga diteriaki “presiden… presiden…” sama para massa yang hadir.

Anything else I should know?

Selain dihadiri sama Pak Anies, beberapa politisi lain kayak Fadli Zon dari Gerindra dan Mardani Ali Sera serta Hidayat Nurwahid dari PKS juga nampak hadir. Dalam keterangannya, Bang Fadli bilang bahwa aksi ini jangan dinilai radikal karena sebenarnya aksi ini uda berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai jadwal.

Who’s singing “I got 99 problems” but not Ariana Grande?
Alasan Sejarah, Erick Thohir Benahi Persis Solo

Sumber gambar: Bisnis

It’s Pak Erick Thohir, Menteri BUMN.

I know him. He owns Inter Milan the Football Club, rite?

That, and Mahaka Group, too. Anyway, tapi kali ini kita lagi mau bahas soal meeting perdananya Pak Erick sama Komisi VI DPR RI kemarin untuk bahas kerjaannya sebagai Menteri BUMN. Dalam meeting tersebut, Pak Erick jelasin banyak masalah yang dihadapi sama perusahaan-perusahaan plat merah yang jumlahnya ada 142 perusahaan itu.

What kind of problems?

Many kinds. Misalnya, Pak Erick bilang bahwa dari ratusan BUMN itu, perusahaan yang bener-bener ngasilin cuan cuma 15 perusahaan aja. Padahal, pemerintah uda ngasih modal (istilah BUMN-nya PNM, aka Penyertaan Modal Negara) gede banget buat para BUMN ini, yakni sampe Rp105,5 triliun dalam empat tahun terakhir.

Go on…

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga lagi meeting sama Komisi XI DPR RI. Dalam keterangannya, Bu Ani juga bilang bahwa ada tujuh perusahaan BUMN yang masih rugi, padahal uda dikasi modal sama negara. Hal ini memburuk karena kalo dibandingkan dengan tahun sebelumnya, BUMN yang rugi ada tiga. Tahun ini naik jadi tujuh.

I see. Back to Pak Erick.

Dalam kesempatan meeting-nya, Pak Erick bilang bahwa ketimpangan cuan ini harus segera diantisipasi, karena ke depannya, banyak tantangan yang dihadapi sama para perusahaan penghasil cuan tersebut. Contohnya, kata Pak Erick, adalah BUMN perbankan yang banyak menghasilkan untung, tapi seiring dengan bergesernya teknologi dengan digitalisasi dan e-payment, nasib para bank ini juga jadi nggak menentu.

Olrite, moving on…

Selain soal cuan, Pak Erick juga nyebut soal anak cucu perusahaan BUMN yang sering melenceng jauh dari core bisnis utamanya si perusahaan induk. Contohnya Garuda Indonesia yang punya anak perusahaan yang ngurusin jasa penanganan pesawat pas lagi mendarat. Menurut Pak Erick, yang beginian ya kasih ke Angkasa Pura ajha…

Did he come up with solutions? 

Of korz. Pak Erick bilang, dia bakal menghentikan dulu izin pembentukan anak dan cucu usaha dari perusahaan BUMN, biar perusahaan itu fokus ajha sama core bisnisnya. Pak Erick juga bilang dia bakal rajin nge-review kerjaan komisaris dan direktur para perusahaan BUMN dan ga ragu-ragu untuk mencopot mereka kalo emang ada kesalahan. Pak Erick juga minta ke para anggota DPR untuk ngasih dia kewenangan yang lebih luas, yakni untuk bisa me-merger atau menutup perusahaan BUMN yang nggak perform. Menurutnya, mendingan perusahaan dikit tapi sehat.

Tapi…

Pa Erick juga ga tau nih, berapa lama dia bisa beneran menyelesaikan semua masalah yang ada di perusahaan-perusahaan BUMN tadi karena masalahnya emang banyak banget. Kata Pak Erick, me-manage 142 perusahaan itu nggak gampang, belum lagi pada punya cucu dan cicit.

Kalah banyak ni gengs, masalahnya Ariana Grande.

For when your engineer friends are worrying about their jobs…

Sumber gambar: BusinessWorld

Because car industries worldwide are cutting jobs.

Baru-baru ini, hampir semua produsen otomotif di seluruh dunia melakukan kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada ribuan karyawannya.

Ouch, Why?

Salah satu alasannya adalah peralihan jenis mobil yang digunakan di masyarakat, dari mobil bensin ke mobil listrik. Dengan adanya peralihan itu, maka para produsen otomotif ini harus melakukan penghematan dengan cara mengurangi jumlah karyawannya.

How many jobs are we talking about?

Mercedes Benz rencananya bakal nge-cut 10ribu orang karyawannya, terus mobil Audi yang dimiliki produsen Volkswagen juga rencananya bakal nge-cut 9000-an orang sampe tahun 2025. Sebelumnya, Ford, produsen mobil asal US juga baru aja mem-PHK 12ribu karyawannya. Terus bulan Juli kemarin, Nissan juga bilang bahwa mereka lagi cutting jobs sampe 12,500 positions di seluruh dunia.

Kok cutting jobs-nya bisa sebanyak itu sih?

Jadi ternyata, peralihan dari mobil bensin ke mobil listrik itu emang membutuhkan tenaga kerja yang lebih sedikit, gengs. Selain itu, karena biaya investasi untuk pengembangan mobil listrik ini mahal banget, maka banyak perusahaan yang milih untuk berhemat dengan cara mengurangi karyawannya.

Who’s having a strong opinion on Pilkada langsung?

Sumber gambar: Boombastis

Kementerian Dalam Negeri aka Kemendagri.

Dalam hasil evaluasinya atas gelaran Pilkada langsung, Kemendagri bilang bahwa saking mahalnya pesta demokrasi lima tahunan itu, anggaran satu daerah bisa abis untuk sekali pilkada aja. Karena anggarannya abis untuk pilkada, banyak juga kepala daerah yang jadinya nggak bisa menjalankan program dan visi-misi dari pemerintah pusat ketika mereka akhirnya menjabat.

Disebutkan juga oleh Kemendagri bahwa dana APBD yang abis gara-gara Pilkada itu nggak cuma mengganggu berjalannya program selama setahun, tapi sampe dua atau tiga tahun. BTW gengs, penggunaan APBD ini masih di luar dana yang harus dikeluarkan oleh calon kepala daerah yang rata-rata menghabiskan Rp. 20 Milyar. Karena mahal banget itulah, Kemendagri bilang bahwa banyak masyarakat yang mendukung digelarnya Pilkada tidak langsung aka dipilihin DPRD.

Feeling like taking “mau dipilihin atau milih sendiri?” to the next level.

“Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu ada tiga menurut saya: Satu, ingin menampar muka saya; yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka; yang ketiga ingin menjerumuskan,”

Kata Presiden Joko Widodo saat ngomentarin soal wacana jabatan presiden selama tiga periode yang ramai jadi pemberitaan akhir-akhir ini seiring dengan lagi direvisinya UUD 1945 oleh MPR RI. Pak Jokowi bilang, dari awal dia uda bilang bahwa revisinya fokus di GBHN aja, gausa ke mana-mana sampe ke masa jabatan pilpres segala. Nah looo…