“All I want for Christmas is…”

105

Hello, Tuesday! It’s a few weeks left to 2020, but guess who will be busy during the holiday season?

https: img.okeinfo.net content 2019 06 19 320 2068448 gugat-uni-eropa-soal-diskriminasi-sawit-indonesia-pilih-5-firma-hukum-asing-L01P8EGvEJ.jpg

Sumber: Okezone

Who?

Indonesia’s lawyer.

Because…

Indonesia baru aja menggugat Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia aka WTO.

Yang digugat apa?

Aturan perdagangan Uni Eropa yang namanya RED II. Menurut pemerintah Indonesia, aturan RED II ini bersifat diskriminatif terhadap produk minyak kelapa sawit yang dijual sama Indonesia ke Uni Eropa.

Tell me more about this RED II thing.

Jadi RED II ini adalah aturan yang baru berlaku tahun ini dan akan mulai dilaksanakan tahun depan. Intinya, RED II ini mewajibkan Uni Eropa untuk menggunakan bahan bakar dari energi yang dapat diperbaharui, sedangkan minyak sawit dari Indonesia ini dikelompokkan ke dalam bahan bakar beresiko tinggi yang tidak termasuk ke dalam energi yang dapat diperbaharui. Akibatnya, Uni Eropa melarang penggunaan biofuel berbasis minyak sawit yang notabene merupakan produk Indonesia.

Terus…

Aturan ini of course bikin Indonesia rugi donk, karena permintaan atas barang dagangannya which is si minyak sawit tadi jadi menurun dari Uni Eropa. Hal ini keliatan dari data BPS yang menunjukkan semakin menurunnya angka penjualan minyak sawit Indonesia ke Uni Eropa selama lima tahun terakhir. Karena itu dalam gugatannya, Indonesia minta supaya kebijakan RED II tadi diubah.

Tapi emang kenapa kok sawit kita ditolak di sana?

Hal ini nggak lepas dari sorotan negara-negara Uni Eropa atas masalah deforestasi aka perusakan hutan akibat adanya budidaya sawit yang masif di Indonesia *uhuk* buka lahan pake bakar hutan *uhuk*.

Does the EU have a say about this?

Yep. Kata Dubes EU untuk Indonesia Vincent Pike, sebenernya nggak ada larangan untuk masuknya komoditas minyak sawit ke Uni Eropa, tapi emang Uni Eropa ini punya standar terkait penggunaan energi terbarukan. Lagian juga, mayoritas impor sawit yang masuk ke Uni Eropa juga masih dari Indonesia kok, yaitu mencapai 49 persen.

I’ve been wanting to ask… so, who’s gonna be the lawyer?

Belum ketauan gengs. Kementerian Perdagangan belum mau bilang, tapi yang pasti, kuasa hukum Indonesia ini bakal disiapin both di dalam negeri dan di Uni Eropa.

Singing “All I want for Christmas is… jualan minyak di Uni Eropa” with Mariah Carey.

What’s making smaller progress than you with your New Year’s resolutions?

World's carbon emissions on the rise again: IEA

Sumber gambar: Jakarta Post

The UN Climate Summit, aka KTT Perubahan Iklim.

Konferensi Tingkat Tinggi PBB terkait perubahan iklim yang digelar di Madrid, Spanyol sejak 2-13 Desember lalu berakhir mengecewakan. Hal ini karena negara-negara yang hadir dalam KTT ini gagal menghasilkan kesepakatan yang signifikan soal gimana cara menghadapi perubahan iklim secara global.

Is it that bad?

Yep, sampe Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan kekecewaannya di Twitter dengan bilang bahwa komunitas internasional udah kehilangan kesempatan untuk menunjukkan ambisinya dalam menghadapi krisis perubahan iklim. Meski begitu, Guterres bilang bahwa tahun depan dia bakal berusaha lebih keras lagi bikin negara-negara mau kerjasama dalam mengurangi emisi karbon.

Emisi…karbon?

Yep, it was what the talks mostly about. Jadi diketahui bahwa emisi karbon (yang dihasilkan dari pembakaran batu bara yang dipake di berbagai industri) merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan pemanasan global. Nah, rencananya, KTT ini bakal bahas soal upaya pengurangan emisi karbon, biar suhu bumi juga nggak makin panas. Rencana pengurangan ini bisa dilakukan dengan mewajibkan negara-negara penghasil karbon untuk membayar pajak kalo karbon yang dihasilkannya udah melebihi batas. Skema ini dikenal juga dengan pajak karbon aka carbon tax…

I see…

Tapi ya gak ketemu gengs. Meskipun meeting-nya uda diperpanjang selama dua hari, negara-negara yang hadir tetep nggak bisa mencapai kesepakatan terkait pajak karbon ini. Penolakan paling kuat datang dari negara-negara penghasil karbon mayoritas kayak Amerika serikat, China, Brasil dan Arab Saudi.

Terus gimana?

Yaudah. Karena nggak mencapai kesepakatan, maka rencananya pembahasan ini bakal dilanjut lagi di KTT Perubahan Iklim tahun depan yang bakal digelar di Glasgow, Skotlandia.

Huft.

What are people in India protesting about?

India Rusuh & Geger Gegara UU

Sumber gambar: CNBC

Their new Citizenship Bill.

Minggu lalu, parlemen India baru aja mengesahkan revisian Undang-Undang Kewarganegaraannya yang kontroversial.

Why controversial?

Karena dalam undang-undang yang disingkat CAB (stands for Citizenship Amandment Bill) itu, pemerintah India bilang bahwa mereka bakal ngasih kewarganegaraan India buat imigran yang dateng dari negara-negara tetangga kayak Afghanistan, Pakistan dan Bangladesh, kecuali… kalo mereka Muslim.

HAH maksudnya gimana?

Jadi dalam CAB disebutkan bahwa kalo ada imigran yang dateng ke India dan berasal dari tiga negara tadi, maka pemerintah India bakal ngasih mereka kewarganegaraan secara langsung, tapi agama mereka harus Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsi atau Kristen. Karena Islam nggak ada di list, maka kalo orang Islam ya nggak termasuk.

Whoa, it is controversial…

Agree. Menurut partai oposisi di India, undang-undang ini bahaya banget karena ga sesuai sama dasar negara India yang sekuler. Selain itu, menentukan kewarganegaraan orang berdasarkan pada agamanya juga tentunya bakal mengucilkan warga muslim di India yang jumlahnya mencapai 200 juta orang. Alasan lainnya, dengan adanya aturan ini, dikhawatirkan bakal makin banyak imigran yang dateng ke India dan berasal dari tiga negara tadi. Karena jangan salah, meski 89% dari penduduk Bangladesh beragama Islam, tapi mereka punya at least 16 juta orang penduduk beragama Hindu

Well, I believe the government has a say about this…

Iya donk. Kata Perdana Menteri India Narendra Modi, justru undang-undang ini bakal meringankan penderitaan kelompok minoritas yang telah mengalami penindasan selama bertahun-tahun di tiga negara tadi. Selain itu, Menteri Dalam Negeri India Amit Shah juga bilang bahwa Muslim nggak di-list di daftar tadi karena mereka merupakan agama mayoritas di Bangladesh, Afghanistan dan Pakistan, jadi mereka nggak mengalami penindasan sebagai kelompok minoritas.

Got it. Anything else I should know?

Yep, sejak disahkan minggu lalu sampe saat ini, suasana di India memanas karena aksi protes yang terjadi di hampir semua kota-kota besar, kayak Mumbai, New Delhi, Kalkotta, Hyderabad dan Chennai. Aksi protes atas kebijakan ini berpusat di kampus-kampus dan dilakukan oleh mayoritas para mahasiswa. Sejauh ini, udah ada lima orang korban meninggal dan 200 lainnya luka-luka. Terkait suasana di India yang makin memanas, pemerintahan di beberapa wilayah juga uda mulai matiin jaringan internet sampai waktu yang tidak ditentukan.

Who’s leaving the “PIMPINAN KPK 2015-2019” WhatsApp group?

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Saut Situmorang berjabat tangan usai konferensi pers penetapan tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Senin (16/12/2019).

Sumber Gambar: Kompas

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Saut Situmorang.

Semalam, Kedua pimpinan KPK ini menggelar konferensi pers (yang most likely) bakal jadi yang terakhir mereka lakukan di lembaga antirasuah tersebut. Konpers yang digelar untuk mengumumkan tersangka baru atas dugaan kasus korupsi di Kementerian Agama itu dilakukan cuma tiga hari aja sebelum masa jabatan keduanya berakhir pada 20 Desember mendatang.
Dalam sambutannya, Bang Laode menyampaikan permintaan maaf dan ucapan terima kasihnya kepada para wartawan yang ngepos di KPK. Beliau juga menyebut bahwa unless ada sesuatu yang tak terduga dalam tiga hari ke depan, konferensi pers semalam bisa jadi yang terakhir sebelum para pimpinan KPK baru yang dipimpin oleh Firli cs mulai ngantor untuk periode 2019-2023.

“Jadi teman-teman bekerja jangan cuma liat sosmed,”

Kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke wartawan yang nanyain terkait video viral pegawai honorer yang masuk selokan di Jelambar, Jakarta Barat. Awalnya, Pak Anies bilang bahwa insiden ini terjadi minggu lalu, tapi kenapa baru ditanyain sekarang? Seorang wartawan kemudian jawab, yha karena videonya juga baru viral sekarang, so Pak Anies was like, yeee makanya kerja jangan cuma liat sosmed.

Sounds like your manager when you update your IG story for the 100th times from your work desk…