“The only sports that I good at is shopping”

124

It’s Wednesday! And hear ye hear ye, we got the latest updates on Philippines 2019 SEA Games. The good aaaaaand the bad. 

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

(Erma Edera)

Sumber gambar: ManillaBuletin

Alrite, let’s start with the good.

You got it. Semalam, Timnas Sepakbola U-23 Indonesia fix menang lawan Thailand dengan skor 2-0. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Rizal Memorial itu, dua gol Indonesia diciptakan oleh Egy Maulana Fikri dan Osvaldo Ardiles Haay. Pertandingan Garuda Muda selanjutnya bakalan lawan Singapura pada 28 November nanti. Semoga kita menang lagi yha.

What about the bad?

Well, penyelenggaraan SEA Games ke-30 di Filipina yang dinilai banyak pihak berantakan banget. Hal ini sebenernya uda keliatan dari jauh-jauh hari, ketika budget buat jadi tuan rumah yang sebesar Rp.2 Trilyun ini lama banget di-approve-nya sama Senat Filipina.

I am reading…

Dengan tertundanya pencairan dana, maka persiapan pelaksanaan pun jadi tertunda juga, hingga kemudian muncul opsi alternatif bahwa Indonesia dan Thailand bakal jadi tuan rumah alternatif. Namun kabar itu dibantah sama pihak Filipina dan mereka bilang bahwa mereka bakal lanjut jadi Tuan Rumah SEA Games 2019.

Ok, so let’s talk about the baaaad…

Berbagai masalah muncul selama penyelenggaraan SEA Games hingga bikin berbagai kontigen atlet melayangkan protes resmi ke pihak panitia. Contohnya, stadion sepakbola Rizal Memorial yang masih direnovasi sampe empat jam sebelum pertandingan dimulai. Di ruang ganti, loker-lokernya juga belum sempet dipasangin pintu, gengs.

Who’s saying “I object!”

Protes paling baru dilayangkan oleh Timnas Sepakbola Singapura yang mayoritas diisi oleh pemain muslim. Protes muncul karena makanan halalnya kurang tersedia di hotel hingga menyebabkan para atlet terganggu konsentrasinya dan beberapa petugas official harus kelaperan.

Terus-terus apalagi?

Atlet Polo Indonesia juga mengalami pengalaman gaenak ketika mereka harus nunggu selama tiga jam di bandara sampe akhirnya ada tim yang jemput mereka untuk ke hotel. Speaking of hotel, kontingen dari Kamboja juga terpaksa “tidur-tiduran” di ruang tunggu hotel selama hampir lima jam karena ruangan mereka belum siap. Belum lagi sebelumnya, para kontingen dari Kamboja ini harus nunggu sembilan jam untuk bisa nyampe dari bandara ke hotel. OMG.

Is the list still going?

YepProtes juga masih berdatangan, kali ini dari Timnas Sepakbola Thailand yang bilang bahwa makanan yang tersedia buat para atlet masih kurang, dan jarak yang terlalu jauh dari hotel ke tempat latihan hingga menempuh waktu dua jam. Menurut pelatih Timnas Thailand Akira Nishino, hal ini nggak realistis banget dan akhirnya mereka memutuskan untuk latihan di jalanan deket hotel. Wow.

I want to know what the organizer says about this

Pihak panitia uda minta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para kontigen dan bilang bahwa mereka bakal terus berusaha memperbaiki servisnya. Well, in a better note, pembukaan resmi SEA Games 2019 baru akan dilaksanakan pada 30 November mendatang, so, there’s still time?

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

Who’s having a conversation going on…

Tito Karnavian Sindir Anies Baswedan: Dibandingkan Shanghai, Jakarta Seperti Kampung

Sumber gambar: Tribunnews

Pak Mendagri Tito Karnavian dan Gubernur DKI, Anies Baswedan.

Kemarin, Mendagri Tito Karnavian menjadi pembicara di acara Musyawarah Nasional Asosiasi Provinsi 2019. Nah, dalam pidatonya, Pak Tito membandingkan antara kota Shanghai di China dengan ibukota Jakarta. Di situ ada Pak Anies Baswedan juga gengs

Emang bandinginnya gimana?

Pak Tito bilang bahwa kalo diliat-liat, Jakarta ini kayak kampung jika dibandingkan dengan Shanghai. Selain itu, Pak Tito juga bilang bahwa pas dirinya ke Shanghai di tahun 1998 lalu, Shanghai masih kotor dan kumuh, terus pas balik lagi dua tahun kemudian, mulai ada motor, 2004 uda mulai ada mobil dan tahun kemarin, Pak Tito bilang bahwa Beijing uda kayak Washington DC dan Shanghai uda kayak New York.

I can only imagine…

Well, tapi Pak Tito sempet juga kok melontarkan pujian, khususnya buat Pemprov DKI yang berhasil membereskan fasilitas umum dengan sigap ga lama setelah aksi demo di depan Bawaslu pasca pilpres lalu, di mana walaupun malemnya abis pada demo, namun besok paginya jalanan Jakarta uda clear.

Pak Anies nya ada komentar sesuatu ga?

Ada donk. Menurutnya, Shanghai dan Beijing itu nggak dibangun dalam semalam. Karena kalo ngomongin infrastruktur misalnya, proses pembangunannya cukup panjang. Selain itu, Pak Anies juga bilang bahwa kemajuan pesat yang terjadi di China adalah karena perbaikan kebijakan publik yang dilakukan di seluruh negeri.

Talking ’bout mid-week drama…

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

For when you finally know the secret sauce to accelerating the economic growth…

Sumber gambar: Digination

Meet the keywords: Gender equality aka kesetaraan gender.

Dalam riset terbaru yang diterbitkan oleh Research and Innovation PPM School of Management, diketahui bahwa ketimpangan gender di dunia kerja di Indonesia masih cukup tinggi. Padahal, kesetaraan gender ini berkontribusi positif atas pertumbuhan ekonomi. Meaning makin tercapainya kesetaraan gender, bakal makin berkembang juga ekonomi kita.

Interesting. Tell me more.

Ditemukan juga bahwa berdasarkan riset yang dilakukan UN Women dan PBB terhadap 50 perusahaan di Indonesia, ada 84 persen perusahaan hanya memiliki satu perempuan pada jajaran dewan direksi. Disebutkan juga bahwa angka perusahaan yang nggak peka atas isu gender di dunia kerja Indonesia masih tinggi. Padahal, kalo cewek ditaro di jajaran direksi, ditemukan bahwa keuntungan perusahaan bisa naik sampai 21% jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang nggak mempertimbangkan aspek kesetaraan gender.

Masa sih?

Iya beneran. Ternyata di Asia Pasifik, kalo isu ini diprioritaskan maka hal itu akan menambah angka Produk Domestik Bruto (PDB) hingga mencapai US$4,5 triliun sampai tahun 2025. Contoh lain di Amerika Serikat, ketika perempuannya terlibat di bidang perekonomian, daya beli masyarakatnya juga meningkat hingga mencapai 28 persen.

So what should we do?

To be more aware of gender equality at the workplace, of course. Riset tadi juga menyebutkan bahwa kalo perempuan dikasi kesempatan yang setara baik dalam pendidikan maupun pelatihan profesional, maka kehidupan perusahaan bisa jauh lebih meningkat. Karenanya, para top management Indonesia diminta untuk bisa lebih aware dengan isu ini karena dampak positifnya ya untuk ekonomi di Indonesia juga.

Playing “Independent Women” by Destiny’s Child on the background…

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

Who’s just received an award from President Trump?

Conan

Sumber gambar: NYPost

Conan the dog.

Seekor anjing militer bernama Conan baru aja dianugerahi penghargaan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena ikut terlibat dalam operasi penangkapan pemimpin ISIS yang uda meninggal, Abu Bakr Al-Baghdadi. Dalam operasi tersebut, Conan juga terluka karena mengejar Baghdadi hingga ke terowongan buntu di Suriah yang menyebabkan Al-Baghdadi terdesak dan meledakkan diri hingga tewas. Dalam keterangannya, Trump yang didampingi sama istrinya Melania Trump dan wakil presidennya Mike Pence bilang bahwa Conan adalah pahlawan dan telah menjalankan tugasnya dengan brilian.

Here comes the paw-spiration…

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

“Yang kayak begitu itu Malin Kundang, pasti durhaka. Saya agak tersinggung sebenarnya,”

Kata Politisi Partai Gerindra Fadli Zon saat ngomentarin soal kontroversi Agnes Monica yang bilang di salah satu wawancara di New York bahwa dia nggak punya darah Indonesia. Agnes bilang kalo dia justru berdarah Jerman, Jepang, China, dan cuma lahirnya aja di Indonesia. Menanggapi kontroversi soal statement-nya itu, Agnes kemudian bilang bahwa dirinya tumbuh di lingkungan yang beragam, dan dia bangga atas nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika. Di akhir postingannya, Agnes juga pasang hashtag #Indonesiarepresents.

So…are u #TeamAgnezMo or #TeamFadli?