“The land of the free, and the home of the brave”

111

It’s Wednesday! and guess what’s moving slower than the line at your favorite boba joints?

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

Sumber Gambar: Tempo.co

Indonesia’s economy.

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa di Kuartal III (Juni-September) tahun ini, ekonomi Indonesia cuma tumbuh 5,02 persen aja. Angka ini jauh di bawah janji kampanye Pak Jokowi pas pilpres yang menjanjikan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen. Angka 5,02 persen ini juga merupakan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang paling lambat sejak tahun 2017.

Whoa, how come?

A couple of reasons, salah satu di antaranya adalah ekonomi global yang emang lagi nggak stabil karena perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Sebagai dua negara yang merupakan mitra dagang utama Indonesia, kondisi ekonomi keduanya yang lagi melemah juga ikut menyebabkan ekonomi Indonesia lemah. Pada periode ini, ekspor Indonesia keluar negeri juga cuma tumbuh 0,02 persen.

There must be another reason…

Yep, tadi kan dari faktor luar negeri, kalo faktor dalam negerinya, emang belanja rumah tangga kita juga lagi melemah hingga cuma menyentuh angka 5,01 persen. Padahal konsumsi belanja rumah tangga memberi kontribusi yang paling besar di pertumbuhan ekonomi kita.

What is “konsumsi rumah tangga”?

Aka household consumption, adalah konsumsi sehari-hari masyarakat kayak belanja listrik, air, baju, makanan, minuman, transportasi, sampe hal-hal kayak liburan atau mobil baru. Konsumsi rumah tangga ini berkontribusi sampe 54 persen dari seluruh pertumbuhan ekonomi negara. Makanya kan, Bu Destry Damayanti dari Bank Indonesia pernah bilang bahwa sebenernya, kalo kamu suka belanja itu bagus buat memperkuat ekonomi Indonesia.

Right. Now go buy those new shoes. You need it.

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

For when someone asks you a tricky question…

Sumber gambar: US Embassy

Be diplomatic, like Mr. Joseph Donovan.

Kemarin, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph Donovan akhirnya buka suara soal kabar yang bilang bahwa Menteri Pertahanan Pak Prabowo Subianto diundang ke Amerika Serikat.  Menurut Mister Joseph…

Wait, I need some background.

Whoopsie. Jadi gini, pasca rezim orde baru (Pak Harto) jatuh, Amerika Serikat mengambil posisi untuk menjauhkan diri dari Pak Harto dan para pendukungnya, termasuk di dalamnya Pak Prabowo Subianto. Buntut dari kebijakan ini, Pak Prabowo gabole masuk ke Amerika Serikat dengan cara pengajuan visanya ditolak. Pak Prabowo sendiri pernah bilang bahwa aplikasi visa dia pernah ditolak pas mau menghadiri wisudaan anaknya yang kuliah di Boston di tahun 2002. Selanjutnya di tahun 2012, Pak Prabowo juga bilang bahwa dirinya masih dilarang masuk Yu-Es. Totalnya, Pak Prabowo denied entry dari US selama 19 tahun.

Why?

Menurut Reuters, alasan penolakan terhadap Pak Prabowo ini terkait dugaan kerusuhan Mei 1998 dan penculikan aktivis mahasiswa. Namun, Pak Prabowo membantah semua tuduhan itu.

I see. So things have changed now?

Maybe. Jadi bulan lalu, Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bilang bahwa sejak Pak Prabowo jadi Menteri Pertahanan, banyak perwakilan negara tetangga yang silaturahmi sama beliau, salah satu di antaranya adalah perwakilan dari Amerika Serikat, yang bahkan ngundang beliau untuk berkunjung ke negaranya.

Whoa. So what did Mr. Ambassador say about this?

Pertama, Pak Dubes menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan proses demokrasi di Indonesia yang uda berlangsung. Kedua, pihaknya siap kerjasama ama siapa aja yang ada di kabinet baru Pak Jokowi, termasuk Pak Prabowo. Selain itu, Pak Dubes juga bilang bahwa prinsip HAM adalah landasan kebijakan luar negeri US…

Tell me something I don’t know…

About Pak Prabowo, Mister Donovan bilang bahwa dia ga bisa ngomong banyak karena pengajuan visa adalah wilayah privasi individu yang gabole didiskusikan ke luar.

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

For when you want to become a hero for your co-workers…

Sumber gambar: Bisnis.com

Talk to your boss about these new Microsoft findings…

What findings?

Jadi sepanjang bulan Agustus kemarin, kantor Microsoft di Jepang melakukan eksperimen soal produktifitas kerja. Caranya, kantor tersebut hanya mempekerjakan karyawannya selama empat hari. Jadi liburnya dari Jumat sampe Minggu.

WHOA. Terus hasil eksperimennya gimana?

Hasilnya, produktifitas karyawan jadi meningkat sampe 40 persen. Selain itu, penggunaan listrik dan kertas juga berkurang selama periode tersebut, dan mayoritas karyawan bilang bahwa mereka suka banget dengan waktu kerja barunya itu. Di akhir eksperimen, Microsoft juga berencana memberi subsidi dana liburan buat para karyawannya.

Sounds perfect…

Ya karena emang program ini masih merupakan pilot project, dan belum jelas apakah programnya akan dilaksanakan di kantor Microsoft di negara lain atau nggak. Meski begitu, Microsoft bilang bahwa pihaknya emang selalu mencari cara yang inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan para karyawannya.

Hello, Microsoft Japan? We’re updating our CV…

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

For when it’s your first day at work and you’re nervious AF…

Sumber gambar: Kabar Jatim

Dr. Terawan can relate.

Kemarin, Pak Menkes baru menghadiri meeting sama Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta. Pak dokter yang dateng sama Kepala BPOM, Kepala BKKBN dan Dirut BPJS itu hadir ke DPR untuk bahas berbagai hal, kayak rencana kerja Kemenkes untuk lima tahun ke depan, permasalahan stunting, sampe defisit BPJS.

Acara meeting dimulai dengan pengenalan diri, di mana pada saat gilirannya bicara, suara Pak Menkes terdengar bergetar. Menyadari hal itu, seorang anggota DPR nanya kalo Pak Dokter sakit, yang dijawabnya bahwa dia nggak sakit, cuma grogi aja karena ini pertama kalinya dia meeting di DPR.

Breathe in… breathe out…

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

“Pak kalo saya ditilang, saya nggak tau gimana cara ngambilnya lagi. Gimana kalo saya tuker sama beras?”

Kata seorang ibu bernama Piah yang motornya kena tilang polisi di daerah Serpong, Tangerang saat Operasi Zebra 2019 kemarin. Ibu Piah yang baru balik belanja dari pasar itu kebetulan lagi bawa beras hasil belanjaan pas dirinya diberentiin polisi untuk diperiksa kelengkapan surat-suratnya.

Mirror, mirror on the wall, who’s the most “out-of-the-box” negotiator of all?