“Saya puasa bicara satu bulan”

115

Rise and shine on Tuesday! Catch Up! with some boba, Fadli Zon, to horror story. But before we get there…

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

Sumber Gambar: Katadata

Let’s Catch Up! with the meeting between Kapolri and KPK.

As you wish…

Jadi kemarin, Kapolri baru Pak Idham Azis berkunjung ke kantor KPK. Kunjungannya ini, kata Pak Idham, merupakan upaya sowan aka silaturahmi dirinya yang minggu lalu baru aja dilantik jadi orang nomor satu di kepolisian Indonesia. Dengan kunjungan ini, Pak Idham berharap supaya institusi Polri dan KPK bisa sama-sama kompak mencegah korupsi.

Ok. Terus ketemunya sama siapa?

Sama Ketua KPK, Agus Rahardjo. Kata Pak Agus, dirinya juga berharap biar hubungan kerjasama antara KPK dan Polri juga semakin erat sehingga dapat menghasilkan hal baik bagi negara.

Wait, why should I know about this?

Karena dalam kesempatan ini juga, Pak Kapolri janji bahwa pihaknya akan segera menuntaskan pengusutan atas kasus penyiraman air keras terhadap salah satu penyidik KPK Novel Baswedan. Pak Idham bilang bahwa dia akan segera menunjuk Kepala baru Bareskrim untuk menuntaskan kasus air keras Novel yang sampe sekarang belum ketauan siapa pelakunya. OK pak bener yhaaaa…

Anything else I need to know?

Kunjungan ke KPK ini merupakan kunjungan kedua Pak Idham setelah sebelumnya beliau sowan ke Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. Abis dari KPK, Pak Idham lanjut lagi kunjungan ke Kantor Kejaksaan Agung.

Buzy buzy buzy…

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

What’s scarier than scrolling your Twitter and finding the story of “Desa Penari”? 

Sumber gambar: CNN Indonesia

Desa hantu.

Seriously. Jadi desa hantu yang bakal kita bahas di sini adalah desa yang beneran kayak hantu, yang ga ada penghuninya dan baru terbentuk pas pemerintah punya program dana desa. Hih!

I’m not following…

Jadi gini, pas meeting sama DPR RI kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani bilang bahwa sejak ada program penyaluran dana desa (di mana setiap desa yang ada di Indonesia dikasih dana sebesar Rp. 900 juta per tahun) maka bermunculanlah desa-desa hantu. Ciri-cirinya, desa ini ga berpenghuni, baru terbentuk, tapi uda didaftarkan sebagai penerima dana desa *sigh*.

I’m *not* surprised. Kok bisa ketauan?

Jadi kata Bu Ani, dirinya dapet laporan langsung yang bilang bahwa ada dana desa yang disalurkan ke desa-desa yang nggak berpenghuni. Menurut Bu Ani, fenomena ini merupakan bukti bahwa emang masi banyak oknum yang pengen menggunakan dana desa secara tidak bertanggungjawab, padahal penyaluran anggarannya juga belum sepenuhnya efektif.

Terus desa-desa hantu ini bakal di-ruqyah apa gimana?

More like bakal didata lagi sih daftarnya. Dengan kerjasama ama Kemendagri, Bu Ani bilang bahwa Kemenkeu bakal memverifikasi desa-desa tersebut, kayak lokasinya, jumlah penduduknya, sampe susunan pengurusnya. Selain itu, Bu Ani juga rencananya bakal memperketat aturan pencairan dana desa ke depannya.

Catch Me Up! on Dana Desa…

Jadi untuk tahun 2019 ini, anggaran untuk dana desa yang dialokasikan pemerintah adalah sebesar Rp 70 triliun. Dengan total di Indonesia sebanyak 74.597 desa, maka itungannya tiap desa dapet anggaran sekitar Rp 900 juta per tahun. Tapi ternyata, meski dana yang tersalurkan uda mencapai Rp 42,2 triliun atau 62,9% (Per 30 September 2019), namun Kata Bu Ani, hal tersebut belum banyak mengurangi jumlah desa tertinggal di Indonesia yang angkanya masih sekitar 20 ribuan desa.

Hantu anggaran gini emang lebih serem daripada hantu beneran de…

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

Who’s holding their breath while waiting for status updates?

Sumber Gambar: Liputan6

Para pejabat eselon III dan IV di PNS.

Jadi dalam pidatonya pas abis dilantik jadi presiden beberapa minggu lalu, Presiden Joko Widodo bilang bahwa pemerintah bakal memangkas jumlah eselon yang ada di Kementerian/Lembaga (K/L). Menurut Pak Jokowi, jumlah eselon yang jumlahnya empat harus dikurangi jadi dua aja, dan hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melakukan penyederhanaan birokrasi.

Ok terus…

Menanggapi pidato ini, Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo bilang bahwa mulai tahun depan, ga akan ada lagi jabatan Eselon III dan IV di Kementerian/Lembaga. Pak Tjahjo bilang bahwa kalo urusan penyederhanaan eselon ini bakal selesai dalam waktu satu tahun, dan kalo nggak tercapai, maka dia siap mundur. So everybody’s like holding their breath…

Wait, what are these “echelon” things?

Jadi gini, di struktur organisasi kementerian atau lembaga negara yang ada di Indonesia, urutan untuk eselon itu ada empat, di mana eselon I adalah untuk jabatan kayak Dirjen, Sekjen dll, eselon II untuk jabatan di bawahnya, yakni Direktur, Kabiro dll, terus eselon III meliputi Kepala Bagian dan eselon IV untuk Kepala Subbagian. Nah, kalo papamu ada yang camat, maka beliau termasuk eselon III, dan kalo lurah, maka termasuk ke eselon IV.

I see. Terus kalo eselon III dan IVnya di-cut jadi gimana?

Ya of course hal ini bakal ngaruh sama kerjaan orang-orang yang ada di jabatan tersebut sih. Di lingkungan Pemprov DKI Jakarta sendiri, bakal ada kira-kira 5.340 orang yang kena efek perampingan ini. Hal ini juga bakal ngaruh sama tunjangan dan tugas yang dilaksanakan para PNS tersebut.

So how are the echelon III & IV holding up?

Mereka uda mulai galau dan bertanya-tanya, bener gak jabatannya bakal dipangkas? Terus kalo emang beneran dipangkas, mereka bakal difungsikan di mana? dan kalo emang mau difungsikan di posisi lain, mereka juga kan harus dapet pelatihan dulu, pelatihannya kapan? so they can just…. wait.

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

What’s causing more controversy than pizza with pineapple toppings?

Sumber gambar: The Independent SG

Pizza with boba toppings.

Yes you read it right. As if feed Instagram kita belum dibanjiri sama promosi-promosi brown sugar boba atau milk tea boba, baru-baru ini, Pizza Domino’s yang ada di Taiwan menawarkan menu boba baru, pizza boba! Beda sama pizza pada umumnya yang biasanya bercitarasa gurih, boba pizza ini bakalan manis karena selain ada boba-nya, pizza tersebut juga dilengkapi oleh madu, bola-bola mochi, dan sirup gula aren. Untuk satu pan pizza boba ini, Domino’s membendrolnya dengan harga NT$199 atau sekitar Rp91 ribu. Nah, kalo kamu pecinta boba dan pengen nyobain pizza ini, grab your passport (and my hand!) karena penjualannya pizza ini cuma sampe akhir bulan November.

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

“Saya puasa bicara satu bulan,”

Kata Politisi Partai Gerindra Fadli Zon, saat ditanya soal dirinya yang uda lama nggak keliatan di Komplek Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta. Kayak yang kamu uda tau, di periode kali ini, Bang Fadli jadi anggota DPR RI biasa aja setelah posisinya sebagai Wakil Ketua DPR saat periode lalu digantikan oleh rekan separtainya, Sufmi Dasco Ahmad. Kata Bang Fadli, selama masa puasa yang berlangsung sejak 1 Oktober-1 November itu, beliau banyak istirahat dan silaturahmi sama masyarakat.

Widiiii kapan bukbernya bang kok ga ngajak-ngajak? *krik krik*