Protes Warga Iran, Bom Medan, Kokos Jiang, Basuki Thahaja Purnama

65

It’s Tuesday! dan sambil nunggu gajian atau weekend yang sama-sama masih jauh, let’s catch up! with…

 

Gambar: BBC News

Iran.
Beberapa hari terakhir ini, Iran joined the list of countries yang lagi panas situasinya.

What? Why? 
Gara-gara adanya pembatasan kuota BBM dan kenaikan harganya yang nyampe 50%. Sebelumnya minggu lalu, pemerintah Iran ngumumin kebijakan ini untuk mengalihkan subsidi BBM menjadi dana tunai untuk warga miskin. Menurut pemerintah Iran, dengan kenaikan harga tersebut, maka bakal ada tambahan 18 juta keluarga yang dapet dana bantuan.

But the people aren’t very happy about that? 
Not really. Karena sejak pengumuman kenaikan harga BBM tadi, warga di hampir seluruh kota yang ada di Iran turun ke jalan untuk protes. Aksi protes dilakukan dengan pembakaran pom bensin, blokade jalan, hingga  pengrusakan fasilitas umum. Menanggapi hal ini, pemerintah Iran juga udah bilang bahwa para personil keamanan ga akan ragu-ragu untuk “menindak” para demonstran. Sejauh ini, tercatat uda ada lebih dari seribu orang demonstran yang diamankan pihak berwajib dan satu orang meninggal.

What’s happening during the protests? 
Internet shutdown. Sejak minggu lalu, internet uda mati di hampir seluruh wilayah Iran. Sebelumnya, Iran emang uda sering nge-block jaringan internet, tapi nggak pernah dalam skala yang sebesar dan selama saat ini.

Catch Me Up! on Iran economy…
Menurut para ahli, ekonomi Iran emang lagi lesu banget karena banyaknya pengangguran, inflasi yang tinggi, korupsi, dan tekanan dari sanksi ekonomi Amerika. Makanya, kenaikan harga BBM ini dinilai bisa  makin memperlambat pertumbuhan ekonomi karena bikin warga dari middle-class income gabisa  afford beli bensin lagi. Rumit.


Who got some updates from the Medan bombing?

Gambar: Merdeka

The police. 
Remember that suicide bombing di Medan minggu lalu yang dilakukan sama seseorang berjaket ojol di Mapolrestabes Medan? Nah, baru-baru ini, polisi uda mulai dapet petunjuk soal sang pelaku yang bernama Rabbial Muslim Nasution (RMN) tersebut. Diketahui ternyata RMN ini terafiliasi ke kelompok teroris JAD aka Jamaah Ansharut Daullah.

Tell me more. 
Dalam keterangannya kemarin, polisi bilang bahwa jaringan JAD ini tersebar di Sumatera Utara hingga Aceh. Sebelumnya, kepolisian sempat bilang bahwa RMN ini beraksi sendiri, namun kemudian berdasarkan hasil investigasi ketauan bahwa perencanaannya dilakukan secara berkelompok.

Which leads to…
Ditangkapnya 23 orang yang diduga terkait dengan kasus bom Medan, dari total 46 orang tersangka kasus terorisme yang diamankan dari berbagai daerah di Indonesia. Kata polisi, penangkapan tersebut dilakukan di Sumatera Utara, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, sampe Kalimantan Timur. Meski uda banyak yang ditangkap, polisi tetep bilang bahwa JAD ini masih berpotensi melakukan aksi terorisme dengan target utamanya aparat kepolisian.

I’m still reading…
Masih kata polisi, ditemukan bahwa ada 26 orang terduga teroris yang setelah dites, nggak apal Pancasila dan nggak bisa nyanyiin lagi Indonesia Raya. Mereka diketahui uda berbaiat kepada ISIS dan punya kemampuan untuk merakit bom hingga merekrut anggota baru.

Anything else I need to know?
Dalam proses pemakaman RMN yang jadi satu-satunya orang yang tewas dalam serangan bom Medan tersebut, warga sempet ricuh gara-gara mereka menolak jasad RMN dimakamkan di wilayah mereka. Meski ditolak, prosesi pemakaman tetep dilakukan karena pihak keluarga uda minta biar jasad RMN buru-buru dikubur.


What’s taller than the Eiffel Tower?

Gambar: equator.co.id

Duit korupsi kalo ditumpuk.
Gengs, meet Kokos Jiang, seorang direktur di sebuah perusahaan batubara di Sumatera Selatan yang pada tahun 2011 lalu, menjual produknya ke PLN. Dalam proses jualannya itu, Kokos kongkalingkong sama Dirut PLN Batubara waktu itu, namanya Khairil Wahyuni biar gimana caranya, PLN beli batu baranya dari perusahaan Kokos aja. Persekongkolan ini kemudian ketauan sama kejaksaan dan setelah melalui prosesi persidangan, Kokos akhirnya diputus bersalah dan dihukum penjara selama empat tahun serta wajib balikin duit negara sebesar Rp. 477 Milyar.
Nah, minggu lalu, duitnya ini literally dibalikin sama Kokos dalam bentuk uang tunai dalam pecahan seratus ribu. Kebayang gak gengs, duit Rp. 477 Milyar dalam bentuk cash seratus ribuan? Nah, setelah diitung-itung (God knows for what) ternyata kalo ditumpuk, duit tersebut bisa setinggi Petronas Tower di Malaysia yang mencapai 470 meter. Ketinggian ini jauh di atas ketinggian Menara Eiffel yang cuma 324 meter.

Kokos 1-Eiffel Tower 0.


“Apakah Ahok itu orang berprestasi?”

Tanya mantan Menteri BUMN era Pak SBY, Dahlan Iskan pas ngomentarin soal mantan gubernur DKI JKT Basuki Thahaja Purnama yang katanya bakal jadi salah satu petinggi BUMN. Dalam tulisannya yang di-upload di Disway.id itu, Pak Dahlan juga bertanya, gimana kalo Ahok cuma berprestasi dalam membuat kehebohan?

Is it only us or Pak Dahlan starting to sound a liiiiiitle bit like your scholarship interviewer?