I have a dream

126

It’s Thursday! And if yoo’ve been feeling umotivated lately, maybe the news below will cheer you up. Read up.

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

Sumber gambar: BBC

What news?

About our new capital. Jadi kemarin, Pak Presiden Jokowi nyeritain soal mimpinya atas ibu kota baru kita yang uda fix bakal terletak di Kalimantan Timur. Dalam pernyataannya di JI Expo Jakarta kemarin, beliau bilang bahwa ibu kota baru ni bakal hebat banget, bahkan bakal jadi kota terbaik di dunia.

Huh?

Iya, jadi kata beliau, Ibu kota baru negara yang terletak di Kab. Kutai Kartanegara dan Kab. Penajam Paser Utara itu bakal jadi hadiah dari Indonesia untuk dunia. And if you’ve been hesitating about your dream lately, be as confident as Pak Jokowi yang bilang bahwa dirinya mau ibu kota baru ini bakal jadi the best on earth, the cleanest city, the most innovative city dan the most-the most lainnya, See? Dream high.

Olrite, terus apa lagi?

Selain jadi the most of the most, Pak Jokowi juga bilang bahwa ibu kota baru ini bakal punya Silicon Valley ala ala di SF yang  dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, kesehatan dan wisata kelas dunia yang belom pernah ada sebelumnya di Indonesia.

Well, what about the people?

Pak Jokowi juga menyebut bahwa para penghuni di ibu kota baru ini bakal punya kualitas hidup yang tinggi karena kotanya bebas emisi. Masyarakat juga bakal lebih banyak yang beraktivitas fisik kayak naik sepeda dan jalan kaki. Hidup di sini juga bakal murah, dinamis, toleran dan penuh gotong-royong.

Alrite, I got the idea. The question is HOW?

Tunggu yha, karena saat ini, pemerintah lagi menggelar lomba desain ibu kota baru yang diikuti sama sekitar 755 peserta. Menurut Pak Jokowi, tiga gagasan besar soal desain ibu kota pengganti DKI Jakarta akan ditentukan pada akhir bulan ini.

Brb, we’re packing.

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

Thing that gets everyone’s concern…

Sumber gambar: UGM

Angka pengangguran.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, angka pengangguran di Indonesia nambah 50 ribu orang per bulan Agustus 2019. Angkanya naik dari 7 juta orang di bulan Agustus tahun lalu jadi 7,05 juta orang di tahun ini.

How come?

Selain karena melambatnya pertumbuhan ekonomi, bertambahnya jumlah angkatan usia kerja di Indonesia juga jadi alasan meningkatnya angka pengangguran. Sebenernya, masih menurut BPS, secara presentasi angka pengangguran itu turun dari 5,34 persen tahun lalu jadi 5,28 persen di tahun ini. Hanya saja, jumlah angkatan pekerja kita juga naik dari 131,01 juta orang menjadi 133,56 juta orang.

I’m reading…

Data BPS juga menunjukkan bahwa mayoritas pengangguran adalah lulusan sekolah kejuruan aka SMK yang mencapai 10,42 persen. Adapun dari segi provinsi, provinsi yang paling banyak penganggurannya adalah Banten, sebesar 8,11%, lebih besar dari angka pengangguran nasional yang ada di angka 5,28%. Terus provinsi yang penganggurannya paling dikit adalah Bali.

Should I be worried?

We mean, menurut APINDO (stands for Asosiasi Pengusaha Indonesia) sih meningkatnya angka pengangguran ini bisa jadi bom waktu yang harus diwaspadai. Dengan jumlah populasi terbesar keempat di dunia dan jumlah penduduk usia produktif yang tinggi, angka pengangguran yang tinggi bisa menjadi penghambat pemanfaatan bonus demografi. APINDO juga berpendapat bahwa sebenernya SDM Indonesia udah siap kok, memasuki era digital, cuma emang jumlah SDM ahli yang punya gelar PhD perlu ditingkatkan lagi.

We’re applying for PhD in news-writingnomics…

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

Guess what’s the new horror movie that already got a sequel?

Sumber gambar: Kabar24 Bisnis.com

Kisah desa hantu.

Alias desa yang ga ada penghuninya tapi didaftarkan ke pemerintah buat dapet dana desa.

Background, please.

Jadi pas meeting sama DPR RI hari Senin kemarin, Menkeu Bu Sri Mulyani bilang bahwa kini banyak bermunculan “desa hantu”, aka desa yang baru ada dan nggak berpenghuni namun didaftarkan sebagai penerima dana desa. FYI, dana desa ini jumlahnya mencapai Rp.900 juta per tahun. Catch Up! more sama desa hantu di sini.

What about the sequel?

Ya jadi nggak lama abis berita soal desa hantu ini muncul, tanggapan langsung datang dari berbagai pihak, salah satunya Pak Jokowi. Kemarin, Pak Jokowi bilang bahwa desa hantu yang katanya ada empat di Sulawesi Tenggara ini harus segera terungkap dan para oknumnya harus ditangkap. Pak Jokowi bilang, dengan jumlah desa yang puluhan ribu di Indonesia, emang pengelolaannya ga gampang.

Who else has a say?

Mendagri, Pak Tito Karnavian. Kata Pak Tito, Kemendagri dan tim gabungan uda diturunkan ke Sultra untuk mengusut soal desa hantu ini.

We’ll keep you updated with the “premiere”…

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

Who’s calling 911?

Sumber Gambar: whoi.edu

These 11,000 scientists from around the world.

Hari Selasa kemarin, sekitar lebih dari 11 ribu orang ilmuwan dari 153 negara merilis hasil penelitian terbaru mereka yang berisi peringatan atas kondisi perubahan iklim yang uda memasuki status darurat, atau yang mereka sebut sebagai “climate emergency”. Hasil penelitian ini nggak hanya menjelaskan terkait kondisi global warming yang makin parah, tapi juga dilengkapi dengan rekomendasi kebijakan, kayak mengurangi emisi gas karbon, memperbanyak makan makanan yang berasal dari tumbuhan, sampe mengurangi angka kesenjangan sosial. Menurut mereka, kesenjangan sosial di masyarakat yang makin tinggi juga berkontribusi besar pada kerusakan lingkungan dan deforestasi.

[divider line_type=”Full Width Line” line_thickness=”2″ divider_color=”extra-color-3″ animate=”yes” custom_height=”1″]

“Patung Pancoran aja banyak yang nggak suka, apalagi saya,”

Kata Kapolri Pak Idham Azis dalam acara pisah sambut dirinya dengan Kapolri sebelumnya, Pak Tito Karnavian di Mako Brimob, Depok hari Rabu lalu. Menurut Pak Idham, sebagai Kapolri, tentu bakal ada aja yang nggak suka dan dia nggak bisa nyenengin semua pihak, jadi ya pokoknya dia mau mengabdi sebaik-baiknya aja sebagai Kapolri.

Lumayan jauh ya Pak, perbandingannya sama Patung Pancoran…