Smile, it’s Friday.

108

“On October third, he asked me what day it was”. Well, it’s Friday, and it’s also Data-viz Friday.  

Women, women, there’s just so much a women can do!

Hari Jumat ini, Data-viz kita bakal bahas soal women in politics, khususnya di parlemen, mulai dari profil Ketua DPR baru kita yang perempuan *uhuk* Mbak Puan *uhuk*, perbandingan jumlah anggota DPR RI antara perempuan dan laki-laki, profil anggota DPR perempuan yang termuda dan tertua, sampe persentase anggota DPR perempuan dari masa ke masa.
Well, di periode 2019-2024, meskipun jumlah perwakilan perempuan di parlemen meningkat, tapi angka itu belum nyampe ke target nasional di angka 30 persen. Too bad. Try again in the next five years?

For when your coworker resign and move to the office next door…

Sumber gambar: Kompas

Kayak Bamsoet deh, yang literally move next door.

I am not really following. Mind to explain a little bit?

Sure. Jadi tadi malam, politisi Golkar Bambang Soesatyo resmi dilantik jadi Ketua MPR RI. Sebelumnya, pria yang akrab disapa Bamsoet ini menjabat sebagai Ketua DPR RI. So he literally just moved next door. Bam.

I see. How’s the voting process going on?

It’s ok. Jadi awalnya, para anggota parlemen milih sepuluh orang yang bakal jadi pimpinan MPR RI. Sepuluh ini terdiri dari masing-masing parpol yang ada di DPR (jumlahnya sembilan) dan satu dari unsur DPD aka Dewan Perwakilan Daerah. Setelah sepuluh orang tadi kepilih, saatnya pemilihan ketua dari salah satu dari mereka. Di sinilah hujan interupsi dan lobi-lobi mulai terjadi.

Back up a little. Sepuluh pimpinan?

Yep, satu dari masing-masing parpol yang ada di DPR, ditambah perwakilan DPD. Para Pimpinan MPR yang baru ini adalah Ahmad Basarah dari PDI Perjuangan, Bambang Soesatyo (Golkar), Ahmad Muzani (Gerindra), Lestari Moerdijat (NasDem). Jazilul Fawaid (PKB), Syarief Hasan (Demokrat), Hidayat Nur Wahid (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), Arsul Sani (PPP), dan Fadel Muhammad dari unsur DPD.

Go on.

Nah dari sepuluh tadi, dua nama muncul sebagai Ketua MPR, yaitu Bamsoet dari Golkar dan Ahmad Muzani dari Gerindra. Komposisinya, Muzani cuma didukung Gerindra dan Bamsoet didukung sama semua parpol dan DPD. Agak jauh yha.

Well, it should be an easy pick.

Ya nggak juga, karena pemilihan Ketua MPR dilakukan secara aklamasi aka harus disetujui sama semua parpol. Menanggapi kondisi ini, sidang kemudian diskors dan setelah lobi-lobi, Fraksi Gerindra akhirnya setuju untuk mengalihkan dukungannya ke Bamsoet. Katanya, Gerindra ngalah setelah Pak Prabowo dikontak Bu Mega. Dengan begitu, Bamsoet resmi terpilih sebagai Ketua MPR RI.

I read this far but I honestly don’t know why I should know about thisss

Karena meskipun nggak sering kamu denger, tapi MPR RI juga punya wewenang yang nggak main-main loh! Lembaga negara ini bisa mengubah Undang-Undang Dasar (UUD 1945), melantik dan memberhentikan presiden hingga memilih wakil presiden kalo terjadi kekosongan jabatan. Satu lagi yang paling sering mereka kerjain belakangan ini adalah: sosialisasi empat pilar.

Jadi kalo kamu belum tau empat pilar itu apa aja, sering-sering main ke MPR deh. Ciyus.

Who’s just leaving us for good?

Sumber gambar: Tempo

Pepsi.

Salah satu produk minuman cola yang merupakan saingan beratnya Coca-Cola itu pada Hari Rabu kemarin resmi mengumumkan keputusannya untuk berhenti jualan di Indonesia.

WHY?

Purely business. Jadi cabs-nya Pepsi dari pasar minuman di Indonesia ini nggak lain disebabkan oleh pemutusan hubungan kontrak antara PepsiCo Inc sebagai produsen Pepsi dengan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM) yang jadi pemegang lisensi merek Pepsi di Indonesia. Dengan berakhirnya kontrak ini, maka produksi Pepsi di Indonesia bakal berakhir di tanggal 10 Oktober mendatang.

So I won’t be able to find Pepsi anymore?

Not only Pepsi but also Mirinda, 7Up, and Mountain Dew.

I see. Does this has anything to do with the economy?

Nggak sih, kalo kata Kemenperin. Menurut mereka, sejauh ini kondisi iklim bisnis dalam negeri masih kondusif dan dalam hal industri minuman, walaupun angka penjualan di pasar tradisional menurun, namun penjualan di pasar modern justru meningkat.

I see. Anything else I need to know?

Pas Pepsi lagi sibuk packingCoca Cola justru baru aja ngumumin soal ekspansi pabriknya ke Surabaya Plant, Pasuruan, Jawa timur. Selain itu, Coca Cola juga baru aja memperkenalkan inovasi barunya yang bakal menggunakan teknologi digital untuk menghasilkan kemasan minuman yang produk ramah lingkungan.

Olrite one-nil for Coca Cola.

“Kami tidak tahu hati seseorang, tidak tahu godaan apa yang membuat mereka akhirnya lupa, makanya kami terus ingatkan,”

Kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bu Rini Soemarno ketika dikonfirmasi soal banyaknya pejabat dari perusahaan plat merah itu yang diciduk KPK. Menurut Bu Rini, aksi-aksi korupsi yang dilakukan oleh para pejabat BUMN ini merupakan aksi perseorangan, dan nggak mencerminkan BUMN sebagai perusahaan maupun kementerian. Selama masa jabatan Bu Rini, tercatat ada delapan direksi di BUMN yang jadi pesakitan KPK.

Banyak uga yha.