Rapat Paripurna, Komnas HAM, Airpods Pro, Sri Mulyani

73

It’s Wednesday! And if you think that you are the only one who should work today…


Gambar: okenews
Meet DPR. DPR, meet: you. 
Jadi kemarin, para anggota dewan kita di Senayan menggelar rapat paripurna untuk menetapkan nama-nama anggota fraksi, komisi, sampe mitra kerja komisi. Dengan penetapan ini, maka para legislator itu uda siap mulai work, work, work, work, work…I am not familiar with everything you just said.Let’s skim it through more slowly:
  • Fraksi.
    Refers to: nama-nama partai yang punya perwakilan di DPR.
    You’ll say: Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Nasdem, Fraksi PDIP, dll yang jumlahnya ada sembilan partai.
  • Most useful when: Menjelaskan sikap suatu partai terhadap satu isu yang lagi dibahas di DPR, misalnya, “Fraksi Partai Kucing menolak kenaikan BBM!”
  • Komisi.
    Refers to:
    Pembagian departemen di DPR, yang tergantung bidangnya. Misalnya, Komisi I yang ngurusin soal luar negeri dan pertahanan, Komisi II yang ngurusin soal dalam negeri dan pemilu, Komisi III yang ngurusin HAM dan keamanan dll yang totalnya ada sebelas komisi. Nah, tiap-tiap komisi ini diisi oleh anggota yang ditempatkan oleh fraksi. Mau orangnya siapa, jumlahnya berapa, itu semua terserah si fraksi.
    Contoh: Mbak Mulan Jameela, anggota Fraksi Partai Gerindra yang ditempatkan di Komisi VII, yang ngurusin bidang energi.
    You’ll say: “Komisi I baru aja fit and proper test calon dubes baru tuch!” atau, “Komisi VII baru selesai bahas UU Minerba tuch!”
    Most useful when: Bahas isu terkait bidang kerja mereka. Misalnya, UU KPK dibahas di Komisi III, BPJS dibahas di Komisi IX (yang emang ngurusin kesehatan dan ketenagakerjaan, dll), urusan akhirat di Komisi VIII (urusan agama dan sosial).
  •  Mitra Kerja Komisi. 
    Refers to: Remember there’s always Tom to Jerry, Bonnie to Clyde. Gitu juga ada legislatif, ya ada eksekutif juga. Dalam hal ini, eksekutif diwakili sama berbagai kementerian dan lembaga negara. Nah, mereka ini yang disebut mitra kerja komisi. Kerjanya, meeting sama komisi-komisi terkait bidangnya.
    Contohnya: Karena Komisi I ngurusin pertahanan dan luar negeri, maka mitra kerjanya adalah Kementerian Pertahanan *uhuk* Pak Prabowo *uhuk* dan Kemenlu. Jadi hal-hal kayak fit and proper test calon duta besar, itu dilakukan sama Komisi I, although nama-namanya di-propose sama Bu Retno dkk.
    You’ll say: “Sebagai menteri pendidikan yang baru, saya mau meeting dulu sama Komisi X yah!”
    Most useful when: Bahas isu terkait dinamika antara keduanya. Misalnya yang paling seru, skandal “papa minta saham”-nya Setya Novanto, di mana Papa Setnov, sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar minta saham ke PT Freeport Indonesia dalam rangka perpanjangan kontrak perusahaan tersebut di tanah air. Hal ini kemudian diaduin sama Menteri ESDM saat itu, Sudirman Said ke lembaga etik DPR yang namanya Majelis Kehormatan Dewan (MKD). Buntutnya, Setnov kemudian mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR.
Phew. I feel like I just took the Legislative class 101. 
Congrats!
Nah, lanjut soal para fraksi, komisi dan mitra kerja yang baru aja ditetapkan kemarin, Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani bilang bahwa sebagai upaya penyederhanaan kinerja, pada periode ini maka satu fraksi cuma bakal punya mitra kerja satu kementerian aja. Hal ini referring ke Kementerian Lingkuhan Hidup yang sebelumnya mitra kerjanya adalah Komisi IV dan Komisi VII, sekarang jadi cukup Komisi IV aja.Anything else I need to know? 
Salah satu komisi yang paling di-highlight adalah Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, luar negeri, informatika dan intelejen. Hal ini karena komisi ini diketuai oleh Meutya Hafid, politisi muda perempuan asal Golkar. Meutya bilang, dirinya bakal segera menggelar meeting sama menteri-menteri mitra kerjanya, yaitu Menhan Pak Prabowo Subianto, dan Menkominfo Pak Johnny G Plate.U go girl!

Who’s thinking that Pemilu Serentak is not a good idea?

Gambar: kumparan

Komnas HAM.
Inget nggak, berapa surat suara yang kamu coblos pas pemilu bulan April lalu? 100 points if you answer four, yang terdiri dari surat suara Presiden/Wapres, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan DPD RI. Nah, menurut Komnas HAM, praktek pemilu kayak gini mendingan jangan dilakukan lagi deh…

Karena…
Banyak petugas KPPS (Stands for: Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara. Think of: Orang-orang yang bertugas di lokasi tempat kamu nyoblos, mulai dari ngasih surat suara sampe ngitung manual) yang meninggal. Dalam laporan evaluasinya atas Pemilu Serentak 2019 yag diluncurkan kemarin, Komnas HAM menilai bahwa meninggalnya 440 orang petugas KPPS dalam pemilu kemarin adalah karena penyelenggaraannya yang dilaksanakan serentak, sehingga banyak petugas yang kecapean.

That’s terrible. What’s their recommendation, then? 
Komnas HAM bilang bahwa ke depannya, sebaiknya pemilu dipisah, antara tingkat nasional dan daerah. Mereka juga minta KPU (Komisi Pemilihan Umum) untuk mulai jajal pake teknologi untuk urusan administrasi pemilu, karena rata-rata petugas yang meninggal itu karena beban kerja yang berat, karena semuanya harus dilakukan manual. (Honestly tho, dari mulai ngisi form yang banyak banget, manggilin pemilih satu-satu, ngitungin suara satu-satu, dan isi-isi form lagi. Water, please).

Catch Me Up! on Pemilu Serentak…
Jadi untuk pertama kalinya, pemilu di bulan April lalu dilaksanakan secara berbarengan antara pilpres dan pileg. So you went to the poll, cast your votes, go back home, claim your free coffee from Sbux by showing your inked finger, and call it a day.

That is not what everyone was doing on that day? 
Nope, karena untuk mereka yang bertugas di lokasi pemilihan, kerjaan mereka rata-rata berlanjut terus sampe lewat tengah malam, bahkan ada yang sampai besoknya. Hal ini karena walaupun TPS uda ditutup sampe jam satu siang, namun proses administrasi lainnya belum selesai dan harus segera diberesin. Akibatnya, banyak petugas yang sakit lalu meninggal (combined with: not-so young age dan penyakit bawaan yang emang uda diderita sebelumnya). Menurut data KPU, sampe Bulan Mei lalu, total petugas KPPS yang meninggal ada 440 orang dan yang jatuh sakit mencapai 3.788 orang.

And we’re not done yet because…
Meet: Pemilu Serentak 2024. Lima tahun lagi, Pemilu Serentak bakal digelar with a waaaaaaaay more complexity karena nggak cuma nyoblos presiden dan legislatif, kamu juga bakal nyoblos calon kepala daerah, baik gubernur maupun walikota atau bupati. Sekarang yang jadi perdebatan apakah “serentak” itu bakal literally dilakukan di hari yang sama kayak pemilu kemarin, atau dalam tahun yang sama aja, tapi schedule-nya beda. Soal ini, keputusannya bakal tergantung banget sama rapat-rapat lanjutan KPU, Bawaslu, Komisi II DPR RI dan Kemendagri.

We’re seeecretly pulling out our applications for KPU Commissioner positions…


For when you need to zone out from your noisy co-workers at the office…

Gambar: kompas.com

Meet: Apple Airpods Pro. 
Kemarin, Apple baru aja meluncurkan produk earphone wireless terbarunya, AirPods Pro. Pada AirPods jenis ini, Apple memperkenalkan design baru yang beda sama pendahulunya, yaitu penggunaan silikon di ujung earphone, biar lebih aman saat dipakai dan nggak takut jatuh. Yang paling asik, AirPods Pro ini juga dilengkapi dengan fitur peredam bising aka active noise cancellation yang bisa nge-block suara berisik di sekitarmu dan bikin kamu bisa dengerin musik dengan lebih jelas, tanpa gangguan. Now we see you start looking for the purchase link… there you go: AirPods Pro. Siapin duitmu sebesar US$ 249 atau sekitar Rp 3,5 juta yha.


“Dari siang Salat Zuhur, makan siang, temannya mereka lagi. Ga heran kalo jadi susah bersinergi, karena muncul kecurigaan. Secara nggak sadar, Anda memecah-belah Indonesia,”

Kata Bu Menkeu Sri Mulyani saat bicara di depan para jajarannya kemarin. Menurut Bu Ani, para karyawannya di Kemenkeu itu cuma suka nongkrong sama temen sekelompoknya sendiri either yang seangkatan, satu sekolah, atau satu kampung. Karenanya, Bu Ani menginstruksikan para karyawannya untuk ngga pilih-pilih temen makan dan mulai makan siang sama orang yang ga dikenal dari departemen lain.

Whoa, scooch over, The Plastics. No place for you in Kemenkeu.