Peraturan Arab Saudi, Kunjungan PM Belanda, Nilai Ekonomi Digital, Bandung Kota Termacet, Menteri Kominfo

81

Good morning! It’s Tuesday and we believe we all could use a liiiiittle of Beyoncé today.


Gambar: kumparan

Yeah, I’ve been humming “to the left, to the left” since I open my inbox. 
So has Arab Saudi. Salah satu negara paling konservatif di dunia itu memutuskan untuk bergeser a liiiittle to the left (Politics 101: Dalam istilah politik, kanan identik dengan konservatisme dan kiri identik dengan progresivisme) weekend kemarin dengan menerbitkan peraturan baru terkait wisatawan.

Like…
Peraturan baru ini membolehkan wisatawan asing yang berbeda jenis kelamin dan belum menikah untuk tinggal sekamar di penginapan yang mereka sewa pas berkunjung ke negara itu.

Whoa. I want to know more!
Jadi selama ini, Arab Saudi cuma menerbitkan visa untuk haji, pekerja asing dan rombongan atlet yang bakal mengikuti perlombaan olahraga. Nah, sejak bulan lalu, Arab Saudi uda mulai ngasih visa turis buat para wisatawan yang mau melancong ke sana dengan tujuan menambah sumber pendapatan ekonomi mereka.

Go on. 
Program visa turis ini uda berlaku sejak bulan lalu dan ada 49 negara yang memenuhi syarat untuk mendapatkan visa turis, kayak Amerika Serikat, Kanada, sebagian besar negara Eropa dan Cina. Saat ini hanya ada tujuh negara Asia yang memenuhi syarat, yakni Brunei, Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Kazakhstan, dan Cina. Sedangkan Indonesia gamasuk.

Tapi kan Arab Saudi uda tajir. 
Well, iya sih emang minyaknya banyak, tapi menurut prediksi, persediaan minyak Arab Saudi bakal terus menurun sampe tahun 2030 mendatang. Nah, sebagai langkah antisipasi, Arab Saudi kemudian come up dengan ide pemasukan ekonomi lain selain dari izin haji dan minyak bami, dan muncullah ide soal wisata itu.

Ok, balik ke RUU KUHP, eh, maksudnya aturan soal tidur sekamar…
Peraturan soal penginapan tadi merupakan tindak lanjut atas kebijakan pemerintah Arab Saudi yang udah mulai menerbitkan visa turis. Sebelumnya, kalo ada pasangan berbeda jenis kelamin yang datang ke Arab Saudi dan mau bobo di kamar yang sama, mereka harus nunjukin buku nikah dulu. Kalo buku nikahnya gaada, maka mereka harus tinggal terpisah.

I see. Anything else?
Selain soal nginep di hotel tadi, Arab Saudi juga baru aja mengeluarkan peraturan yang membolehkan perempuan di negara tersebut, baik wisatawan atau penduduk asli, untuk check-in di hotel sendiri asal menunjukkan kartu identitas yang sah. Sebelumnya, kalo mau check-in cewek di sana harus ngasi liat kartu identitas cowok yang mendampinginya juga.


For when you think wearing matching batik is only for you and your S.O…

Gambar: Liputan 6

Not really.
Karena kemarin, Pak Jokowi dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte juga ketemuan di Istana Kepresidenan Bogor dan sama-sama pake baju batik. Cute, huh?

Yeah, OK. Emang mereka ngapain aja di Istana Bogor? 
Selain diajak keliling-keliling istana dan ketemu sama beberapa jajaran menteri kabinet kerja, Mr. Rutte dan Pak Jokowi juga melakukan penanaman pohon bersama. Mereka kemudian lanjut makan siang bareng yang dihadiri dengan para menteri dan dua orang tamu tambahan: Bosnya Freeport Indonesia Pak Tony Wenas dan bosnya PT Andhika Lines Carmelita Hartoto. Don’t ask us why. 

Alrite. Tell me more about the meeting.
Terkait kunjungan Mr. Rutte ini, Pak Jokowi bilang bahwa Belanda adalah mitra penting Indonesia di Eropa dalam berbagai bidang, kayak perdagangan, investasi, sampe pariwisata. Menurut Pak Jokowi, di antara negara-negara Eropa, Belanda adalah mitra investasi nomor satu, mitra perdagangan nomor dua terbesar, dan mendatangkan wisatawan nomor empat terbesar.

But…. we want more.
Kata Pak Jokowi yang minta Mr. Rutte untuk ningkatin lagi investasi negaranya di Indonesia, khususnya di sektor infrastruktur dan pengelolaan air. Pak Jokowi bilang, RI-Belanda juga uda sepakat untuk meningkatkan perdagangan yang lebih terbuka dan adil.

Did Mr. Rutte say anything? 
Rutte bilang bahwa dia sama Pak Jokowi juga ngebahas soal peningkatan kerja sama Indonesia dan Belanda di bidang ekonomi. Menurut Rutte, selama tahun 2018, nilai perdagangan RI-Belanda berada di sekitar angka €3,8 miliar.


For when you’ve been online shopping and ordering Go-food a lot…

Gambar: goodnewsfromindonesia.com
Congrats!
Karena kamu baru aja berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
What do you mean? 
Jadi kemarin, Google baru aja menobatkan Indonesia sebagai negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan valuasi mencapai US$40 miliar atau Rp566,28 triliun. Angka ini menyumbang 40 persen dari total nilai ekonomi internet di Asia Tenggara yang mencapai US$100 miliar.Huuuuuge. 
Tru’ dat. Kata Google, tingginya angka ekonomi digital Indonesia ini didorong oleh perkembangan signifikan dari sektor ride-hailing dan sektor e-commerce. Untuk sektor e-commerce, pertumbuhannya meningkat sampe 12 kali lipat dari tahun 2015 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 88 persen. Sedangkan untuk ride-hailing, pertumbuhannya naik 6 kali lipat dari 2015 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 57 persen.

Who’s also catching up?
Online travel dan online media. Masih kata Google, kedua sektor ini juga diprediksi bakal mengalami pertumbuhan berlipat ganda. Untuk online travel, angka pertumbuhannya diprediksi di angka 19 persen pada 2019, dan untuk online media, pertumbuhan rata-ratanya bisa mencapai  56 persen pada 2019.


For when you think Jakarta is the worst when it comes to traffic…

Gambar: merdeka.com

Wrong. Bandung is. 
Survei terbaru dari Asian Development Bank (ADB) menunjukkan bahwa Kota Bandung adalah kota paling macet se-Indonesia, dengan rangking di atas Jakarta dan Surabaya. Di tingkat Asia, Bandung berada di urutan ke-14 kota termacet. Sementara itu, DKI Jakarta berada di urutan ke-17, dan disusul oleh Surabaya di urutan 20.
Menanggapi hasil survei ini, Wali Kota Bandung Yana Mulyana bilang bahwa pihak Pemkot lagi bikin dua fly over untuk mengurai kemacetan. Menurut Kang Yana, Kota Bandung jadi macet terus karena emang jumlah penduduknya uda kebanyakan. Dengan kapasitas kota di angka 500 ribu, jumlah penduduk Kota Bandung saat ini ada di angka 3,7 juta jiwa siang hari dan 2,5 juta jiwa di malam hari. Hal ini karena ada 1,2 juta penduduk dari luar Kota Bandung yang melakukan aktivitas sehari-harinya di Kota Kembang itu. Kitu ceunah.


“Saya ini mimin di grupnya kabinet Pak Jokowi-JK. Mimin harus berani mengatakan ‘sekali lagi kalau kirim berita negatif saya kick’.”

Kata Menteri Kominfo, Rudiantara saat bicara terkait tips dan triknya pake internet pintar di acara Digiconfrence di Jakarta, kemarin. Menurut Pak Rudi, para admin maupun anggota grup Whatsapp harus kayak dirinya yang berani memprotes kalo ada anggota lain yang mengirimkan konten negatif. Pak Rudi juga bilang, admin juga disarankan untuk berani mengambil tindakan tegas pada anggota grup yang suka sebar berita negatif tadi.

Pak bocoran dong siapa yang suka kirim-kirim berita negatif ke grup WA yang isinya menteri semua siapaaaa???