Kunjungan ke Singapura, PLN, Perempuan Nonton Bola, OVO, Susi Pudjiastuti

67

It’s Thursday and you’re getting closer to the weekend, as close as our relationship with Singapore.


Gambar: kompas.com

Why suddenly Singapore?
Karena kemarin, Pak Jokowi baru aja berkunjung ke negara tetangga kita from across the strait, apalagi kalo bukan Singapura. Dalam kunjungannya itu, Pak Jokowi dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong ngebahas banyak soal perkembangan kerjasama antara kedua negara.

Some more elaboration would be helpful. 
Di antara hal-hal yang disetujui adalah rencana keduanya memperpanjang berbagai kerjasama yang udah ada sebelumnya, kayak kerja sama keuangan Bank Sentral antara kedua negara. Selain itu, keduanya juga setuju untuk menandatangani MoU terkait perjanjian pertukaran data elektronik untuk memfasilitasi dan mengamankan perdagangan antara Indonesia dan Singapura.

I’m still reading…
Selain soal ekonomi, Indonesia juga nawarin Singapura untuk kerja sama dalam hal pendanaan atas beberapa proyek infrastruktur di tanah air kayak pembangunan proyek kereta api Makassar-Parepare dan lapangan udara di Labuan Bajo. Dalam bidang elektronik, kedua negara juga setuju untuk meningkatkan kerjasama soal perdagangan elektronik, teknologi finansial, layanan data, pengembangan techno park, sampe regional innovation hub.

Terus kata PM Lee apa?
PM Lee bilang, kerja sama antara kedua negara saat ini emang lagi baik, dan dia berharap supaya hubungan baik ini berlanjut terus ke term kedua Pak Jokowi. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa kerja sama ekonomi antara kedua negara kuat dan akan terus berkembang.

Jadi bahasannya soal kerjasama aja nih? 
Nggak juga, karena Pak Jokowi juga menyempatkan diri untuk hadir di acara wisudaan anak bungsunya, Kaesang Pangarep yang kuliah di Singapore University of Social Science. Setelah acara, baru deh Pak Jokowi cusss balik lagi ke Jakarta.

buzy buzy buzy.


Who’s got roasted harder than your S.O when they meet your dad for the first time?

Gambar: medcom.id

PLN aka Perusahaan Listrik Negara.
Kemarin, Menteri ESDM Pak Ignasius Jonan nge-roast aka nyindir keras kerjaan PLN yang dinilainya masih lemas. Sindiran ini disampaikan Pak Jonan pas lagi ngasih sambutan di acara perayaan Hari Listrik Nasional di JCC, Jakarta.

Whoa, gimana emang sindirannya?
Jadi dalam sambutannya, Pak Jonan bilang bahwa gaji para direksi BUMN itu bisa sampe 30 kali lipatnya gaji menteri. Tapi, Jonan menilai kalo kerja BUMN ini lebih lemas dari pada menteri, dan praktek begini keliru banget.

The sky is the limit…
Kata Pak Jonan saat minta PLN untuk bisa lebih kreatif dalam meningkatkan layanannya. Menurutnya, sebagai hampir satu-satunya perusahaan penyedia listrik di Indonesia, PLN harusnya bisa lebih kreatif dalam menjalankan bisnisnya karena nggak ada pesaing.

I see. Terus beliau bilang apa lagi?
Pak Jonan juga minta PLN untuk lebih kreatif dalam mendorong penggunaan mobil listrik dan kompor listrik di masyarakat. Menurutnya, hal ini penting untuk mengurangi emisi gas  dan mengurangi impor minyak kita dari negara lain.


For when women can finally watch football IRL…

Gambar: bleacherreport.com

In Iran.

Jadi kemarin, Iran akhirnya membolehkan kaum perempuan di negaranya untuk nonton pertandingan sepak bola langsung di stadion. Sebelumnya, cewek di negara itu nggak boleh masuk ke stadion sepak bola karena berdasarkan pendapat para ulama, cewek harus dilindungi dari atmosfer maskulin dan pandangan pria.

What made them change their minds? 
Jadi, aturan yang melarang cewek nonton bola di stadion itu dicabut setelah Federasi Sepakbola Internasional FIFA mengecam peraturan tersebut. Kata FIFA, kalo peraturannya nggak dicabut maka keanggotaan Iran di organisasi itu bakal dibekukan. Padahal saat ini, Iran lagi berjuang untuk lolos kualifikasi Piala Dunia 2022.

I see. How are the women there celebrating? 
By watching the game, of course. Menyambut dicabutnya aturan ini, cewek-cewek di Iran langsung beli tiket nonton pertandingan kualifikasi antara negaranya lawan Kamboja yang bakal digelar pada Hari Kamis waktu setempat. Ga nyampe satu jam, penjualan pertama tiket ini ludes dan otoritas Iran bilang bahwa mereka bakal menambah tiket lagi untuk memfasilitasi cewek-cewek yang diprediksi bakal berdatangan dari daerah lain untuk nonton di Stadion Azadi, Taheran.

Not an easy way…
Adalah perjalanan yang harus dialami oleh cewek-cewek Iran biar bisa nonton bola di stadion secara langsung. Jadi sejak Revolusi Islam Iran di tahun 1979, cewek di Iran mulai dilarang untuk nonton bola langsung di stadion, until this happened…

Meet Sahar Khodayari.
Seorang cewek yang merupakan fans berat klub bola Esteghlal FC yang nyamar jadi cowok biar bisa nonton langsung aksi tim kesayangannya di stadion. Sayangnya, penyamaran Sahar ketauan dan dia kemudian disidang dan terancam dijatuhi hukuman penjara selama enam bulan. Namun dalam proses persidangannya, Sahar kemudian  meninggal karena membakar diri di depan pengadilan sebagai bentuk protes atas aturan tersebut.

Scooch over, Messi and Christiano Ronaldo. Now we have a new football hero.


Who’s finally got a horn in their forehead and colorful hair?

Gambar: recode.id

Ovo.
Yep, perusahaan pembayaran digital itu uda resmi jadi startup unicorn kelima di Indonesia. Ovo menyusul empat perusahaan startup lain yang udah duluan jadi unicorn yaitu Gojek, Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka. FYI aja, unicorn adalah julukan buat perusahaan startup yang udah mencapai nilai valuasi di atas 1 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 14,1 triliun. Menanggapi hal ini, Menkominfo Pak Rudiantara bilang bahwa status Ovo sebagai unicorn kelima dari Indonesia menunjukkan semakin percaya nya para pemodal terhadap ekosistem startup di Indonesia.


“Lapangan kerja 4.0 hanya untuk manusia berkualitas bukan untuk manusia biasa,”

Kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pas bahas soal kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia yang masih jadi persoalan. Menurutnya, salah satu cara untuk meningkatkan IQ anak-anak Indonesia adalah dengan meningkatkan konsumsi protein, dan sumber protein paling murah adalah ikan.

Anyone thinking about having sushi for breakfast?


Editorial note: Berikut ini adalah klarifikasi kami atas edisi Catch Me Up! hari Selasa, 8 Oktober yang membahas terkait kemacetan di Kota Bandung. Dalam berita tersebut, disebutkan bahwa nama Wali Kota Bandung adalah Yana Mulyana. Jabatan sebenarnya yang tepat adalah Yana Mulyana sebagai Wakil Wali Kota Bandung. Kami memohon maaf atas kekeliruan yang terjadi.