Kabinet Jokowi-Ma’ruf, Nasdem Jadi Oposisi, Pemilu Kanada, Nadiem Makarim, Prabowo Subianto

73

Welcome back to Tuesday. Still waiting to hear about the new Jokowi-Ma’ruf’s cabinet? You’re not alone.

Gambar: detikfinance

Yes, we did that too yesterday. Dari mulai nongkrongin tivi seharian, scrolling berita terus-terusan di Twitter, sampe nge-refresh laman beberapa website berita for almost every second. We are indeed, holding our breath to hear more about: Kabinet barunya Jokowi-Ma’ruf.

I was hoping to hear about it yesterday, tho.
Us, too. Tapi emang pengumuman nama-nama menteri itu nggak jadi dilakukan Hari Senin kemarin, sesuai yang dibilang sama Pak Jokowi nggak lama abis dilantik. Meski begitu, beberapa nama uda keliatan muncul di istana and they got the same dresscode note: putih-putih.

Who were they?

  • Pertama banget dateng adalah Prof Mahfud MD yang bilang bahwa dirinya dipanggil Pak Jokowi untuk bantu-bantu di pemerintahan. Prof Mahfud bilang, kalo nggak ada yang berubah, kemungkinannya besok para menteri baru uda dilantik.
  • Tokoh kedua yang mampir ke istana adalah Christiany Eugenia Tetty Paruntu, Bupati Minahasa Selatan. Belakangan pihak istana mengkonfirmasi bahwa Bu Tetty nggak dipanggil Pak Jokowi, tapi baru sebatas usulan dari Partai Golkar untuk menjadi menterinya Pak Jokowi.
  • Selanjutnya adalah CEO Gojek, Nadiem Makarim. Abis ketemu Pak Jokowi, Nadiem dengan gamblang bilang bahwa dia uda meninggalkan jabatannya di Gojek dan bersedia bantu-bantu Pak Jokowi di pemerintahan. Baik, sesuai aplikasi ya pak…
  • Selanjutnya ada Pak ET alias Erick Thohir, bosnya Mahaka Group yang jadi ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf pas pilpres kemarin. Pak ET bilang, dia bakal bantu-bantu Pak Jokowi di bidang perekonomian, tapi pastinya, tunggu pengumuman dari Pak Jokowi ajha..
  • Merapat juga ke istana adalah Wishnutama, bosnya Net TV. Kata Mas Tama, beliau diminta Pak Jokowi untuk membantu mengembangkan kreativitas bangsa.
  • Hello, yellow. Ketum Partai Golkar Pak Airlangga Hartarto juga kemarin keliatan merapat ke istana. Di periode kemarin, Pak Airlangga menjabat sebagai Menteri Perindustrian. Sedangkan untuk periode mendatang, kayaknya jabatannya juga ga akan jauh-jauh dari bidang ekonomi, karena Pak Airlangga bilang, dalam pertemuannya sama Pak Jokowi, keduanya bahas soal defisit neraca perdagangan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
  • Hello, I didn’t get the note. Gitu kali ya, kata Pak Kapolri Tito Karnavian yang juga dateng ke Istana Negara tapi gapake baju putih-putih. Pak Tito pake seragam polisinya kayak biasa dan bilang bahwa dia nggak tau kenapa dipanggil ke istana, tapi mungkin untuk bahas Kamtibnas kali yha…
  • Makin siang makin rame, kali ini yang dateng langsung bertiga, yakni Pak Pratikno yang sebelumnya menjabat sebagai Mensesneg, Nico Hardjanto yang dulunya menjabat sebagai staf khusus presiden dan Fadjroel Rachman, an activist turned Komisaris Utama PT Adhi Karya. Kata Fadjroel, dirinya emang dapet tugas dari Pak Jokowi tapi tugasnya apa ya tunggu aja.
  • Jeng jeeeeeng…. The country has a mixed feeling about this: Pak Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo. Dateng sore-sore, Pak Prabowo bilang bahwa beliau diminta Pak Jokowi untuk ikutan bantu di bidang pertahanan. Pak Prabowo juga bilang bahwa akan ada dua orang kader Gerindra yang masuk di kabinetnya Pak Jokowi.
Boy do we love politics.

For when you think “Prabowo masuk kabinet Jokowi” is the only plot twist you’ll hear about this week…

Gambar: Berita Satu

Wait, we have another one.
Partai Nasional Demokrat aka Nasdem uda ngasih sinyal bakal jadi partai oposisi, nemenin PKS.

Whaaaaaaat?
Yep. Sebelumnya, Hari Minggu lalu, nggak lama abis pelantikan presiden, Ketua Umum Nasdem Pak Surya Paloh bilang bahwa kalo nggak ada partai yang mau jadi oposisi, biarin Nasdem aja yang jadi oposisi. Pak Surya bilang, kalo semua partai masuk ke koalisi pemerintah, maka dikhawatirkan sistem check and balance akan hilang. Dalam kesempatan yang sama Pak Surya juga menyebut bahwa partainya belum tau dapet kursi menteri apa.

But like, they’ve been together for five yearssss…
So have you and your ex. Pernyataan Pak Surya itu dipertegas juga oleh Ketua DPP Nasdem Bu Irma Suryani Chaniago dalam statement-nya kemarin. Kata Bu Irma, kalo semua Parpol masuk pemerintah, lalu siapa yang melakukan mekanisme check and balances? Karenanya, Nasdem siap “mengorbankan diri” untuk berada di sisi rakyat.

Terus terus…
Kemarin, beredar informasi juga bahwa kader Nasdem, Pak Viktor Laiskodat yang sekarang menjabat sebagai Gubernur NTT menolak jabatan menteri di koalisi Jokowi. Menurut Ketua DPP Nasdem Willy Aditya, aspirasi dari masyarakat NTT minta Kakak Viktor untuk tetap memimpin provinsi tersebut.

Terus kata koalisinya Pak Jokowi gimana? 
Kalo kata Sekjennya PDIP Pak Hasto Kristyanto sih, kemungkinan Nasdem pindah jadi oposisi adalah dinamika politik, dan hal itu sehat-sehat aja dalam koalisi.

Now you know who’s relationship is more fragile than Taylor Swift’s.


When you may or may not see Justin Trudeau again in the future…

Gambar: Aljazeera

Because of Canada Election.
Kemarin, Kanada menggelar pemilihan umum untuk memilih perdana menteri. Adapun kandidatnya adalah sang PM incumbent asal Partai Liberal Justin Trudeau, dan kandidat asal Partai Konservatif, Andrew Scheer.

I see. How’s everything going so far?
Trudeau yang berasal dari Partai Liberal itu selama ini terkenal sebagai pemimpin progresif yang deket banget sama Obama. Pada pemilu pertamanya di tahun 2015, Trudeau menang besar atas lawannya dari Partai Konservatif, Stephen Harper.

I’m sensing a “but…”
You’re right. But, dalam beberapa waktu terakhir selama masa kampanyenya, Trudeau diguncang beberapa isu yang bikin popularitasnya menurun, misalnya, insiden beredarnya foto jadul Trudeau pas lagi pesta dengan tema “Arabian night” dan dia mewarnai wajahnya jadi cokelat. Atas beredarnya foto ini, Trudeau uda minta maaf dan mengakui bahwa tindakannya itu salah dan rasis banget. Selain itu, Trudeau juga sempat kena isu nggak enak soal caranya menangani kasus korupsi yang melibatkan perusahaan konstruksi besar di Kanada.

So, it will be a tight race? 
The survey results said yes. Menurut salah satu survei yang dilakukan pada pertengahan bulan ini, Partai Konservatif mendapatkan dukungan publik sebesar 32 persen, sedangkan Partai Liberal 30 persen. Either way, kedua partai diprediksi nggak bakal memenuhi syarat untuk membentuk pemerintahan sendiri dan harus berkoalisi dengan partai lain yang ada di parlemen.

Sampai tulisan ini dibuat, warga Kanada masi pada menggunakan hak pilihnya, jadi kita belum tau gimana hasil pemilunya. Sabar yha.


Who’s feeling unhappy about Jokowi’s new ministers appointment?

Gambar: tempo.co

Abang-abang Gojek.
Sekelompok abang Gojek yang tergabung di bawah kelompok Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) memprotes mantan bosnya Nadiem Makarim yang rencananya bakal ditunjuk untuk jadi menteri di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Kata  Ketua Presidium Garda Igun Wicaksono, kalo Nadiem beneran jadi menteri, maka seluruh ojek online di Indonesia siap demo ke Istana Negara. Hal ini karena menurut Igun, masih ada jutaan mitra pengemudi Gojek yang belum sejahtera karena pendapatannya nggak sesuai harapan. Igun bilang, bahwa Pak Jokowi harusnya jangan cuma ngeliat statusnya Gojek yang uda jadi Decacorn, tapi juga beliau perlu mempertimbangkan kesejahteraan para mitra Gojek.
Di sisi lain, Ketua Aliansi Driver Online (ADO) Christiansen Ferary Wilmar justru menyambut baik penunjukan Nadiem sebagai menteri dan meyakini bahwa menteri yang dipilih Jokowi adalah yang terbaik.


“Biar rakyat menilai,”

Kata Politisi PKS Pak Ustaz Hidayat Nur Wahid saat ngomentarin soal Pak Prabowo Subianto yang merapat ke Istana Negara menjelang pengumuman nama-nama menteri barunya Pak Jokowi. Menurut Pak Ustaz, langkah yang diambil adalah hak masing-masing parpol, dan rakyat yang akan menilai dan memberi keputusannya pada pemilu yang akan datang.

Now you know who has the answer to “How do you see yourself in five years?” questions…