Idham Azis, Iuran BPJS, CEO Boeing, Climate Change, Kapolri Baru

79

Hang in there, it’s almost tomorrow! Guess who’s just updated his resume on Linkedin?


Gambar: katadata.co.id

Kapolri baru, Idham Azis.
Kemarin, Komisi III DPR RI menggelar fit and proper test atas calon Kapolri baru, Idham Azis. Hasilnya, seluruh fraksi di DPR RI menyetujui pemilihan Idham sebagai Kapolri, menggantikan Tito Karnavian yang kini ngantor di Kemendagri.

Say I want to be a Kapolri. How does the process look like? 
Jadi, rangkaian fit and proper test dimulai dengan kunjungan dari beberapa anggota DPR RI ke rumahnya Pak Idham. Kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung terkait background keluarga dan pandangan masyarakat sekitar atas sosok sang calon Kapolri.

Go on…
Abis kunjungan itu, sorenya gantian Pak Idham yang merapat ke DPR RI untuk mengikuti fit and proper test. Isinya, pertama Pak Idham menyampaikan visi misi, rencana kerja dll, terus paparan itu ditanggapi satu-satu sama para fraksi yang ada di Komisi III. Terus break, terus rapat pleno, terus persetujuan deh. Abis persetujuan di Komisi III, nama Pak Idham bakal dibawa ke Rapat Paripurna untuk pengesahan. Paripurnanya rencananya hari ini, nih. Cepet yha, secepet kamu kalo bikin SIM. Mehehehe.

Olrite. I want to know what his visi-misi is.
Gaada. Menurut Pak Idham, ini sesuai dengan arahan Pak Jokowi di rapat kabinet yang emang bilang bahwa gaada visi-misi menteri. Walaupun begitu, Pak Idham punya tujuh program prioritas, kayak: Mewujudkan SDM unggul, Pemantapan Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), penguatan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, pemantapan manajemen media, penguatan sinergi polisional, penataan kelembagaan dan penguatan pengawasan.

Anything more specific?
Well, Pak Idham bilang, dalam menghadapi unjuk rasa, beliau akan melarang penggunaan senjata api, baik yang berpeluru tajam maupun karet. Selain itu, dalam hal terorisme, Pak Idham bilang pendekatan soft kayak deradikalisasi bakal terus dilakukan, walaupun belum menunjukkan hasil yang maksimal. Terus dalam hal Pilkada serentak yang bakal digelar di ratusan daerah tahun depan, Pak Idham juga bilang kepolisian bakal netral, dan kalo ada yang nggak netral, maka obatnya adalah ditindak.

Tell me something I don’t know…
Pak Idham yang kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara itu cuma bakal menjabat selama 14 bulan aja, karena abis itu beliau bakal pensiun. Setelah beliau pensiun, maka bakal ada seleksi kapolri baru lagi. Get yourself ready.


For when you have to think twice before spending some $$$ this weekend…

Gambar: kompas.com

Karena by tahun depan, iuran BPJS uda fix naik 100 persen.

Whaaaaaat? 
Jadi minggu lalu, Pak Jokowi uda resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) yang akan menaikkan iuran BPJS hingga 100 persen. Rinciannya adalah:

  • Iuran peserta kelas 3 naik jadi Rp 42.000, dari Rp 25.500
  • Iuran peserta kelas 2 naik jadi Rp 110.000 dari Rp 51.000
  • Iuran peserta Kelas 1 naik jadi Rp 160.000 dari Rp 80.000
Why? 
Karena as you know, kenaikan iuran ini dilakukan untuk menutupi defisit BPJS Kesehatan yang angkanya mencapai trilyunan. Hal ini nggak lain karena terjadi ketidaksesuaian angka antara jumlah pembayaran pengguna dan uang yang dikeluarkan BPJS Kesehatan. Catch Up! with our updates on BPJS Kesehatan here.Who says “yay!”Menkes baru kita, dr. Terawan. Menurutnya, dengan kenaikan ini, maka otomatis layanan kesehatan buat masyarakat juga bakal meningkat. Selain itu, diharapkan kenaikan iuran juga bisa nutupin defisitnya BPJS Kesehatan sehingga pemerintah bisa fokus ke pengembangan fasilitas kesehatan.Who says “nay!” 
Serikat pekerja. Menurut mereka, kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini adalah kado terburuk bagi rakyat Indonesia dari periode keduanya Pak Jokowi. Serikat pekerja juga menilai bahwa kenaikan iuran ini adalah bukti bahwa pemerintah tidak mau tahu dengan kesulitan yang dialami masyarakat.Which team are u?

Who’s just grilled so hard by the US Congress?

Gambar: North America

Boeing CEO.
Masi soal pesawat jenis 737 Max-nya yang bermasalah dan mengalami kecelakaan hanya dalam jangka waktu lima bulan (Lion Air JT 610 dan Ethiopian Air), kemarin, CEO Boeing Dennis Muilenburg dipanggil oleh Komite Perdagangan dan Transportasi Senat Amerika Serikat untuk memberikan keterangan soal pesawat buatannya itu.

How was it? 
Dalam sesi tanya jawab yang dilakukan secara terbuka, para senator AS mengkritisi Dennis abis-abisan dan mempertanyakan soal komitmen Boeing atas keselamatan para penumpangnya. Salah seorang senator bahkan bilang bahwa Boeing telah menciptakan “peti mati terbang” or “flying coffin” dan bilang bahwa Boeing terlalu fokus dalam nyari cuan sehingga mengabaikan keselamatan para penumpangnya. Dalam forum tersebut, hadir juga keluarga para korban yang membawa foto keluarganya yang tewas dalam dua penerbangan tadi.

Tell me more about the hearing…
Dalam pernyataannya, Dennis mengakui bahwa pihaknya uda melakukan kesalahan terkait Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) yang menjadi penyebab atas kecelakaan dari kedua penerbangan tadi. Baik dalam penerbangan Lion Air maupun Ethiopian Air, pilot yang menerbangkan pesawat tersebut nggak familiar soal MCAS yang emang merupakan sistem baru yang dikembangkan Boeing dan ga dijelaskan dalam buku manual.

Go on…
Jadi setelah kecelakaan Lion Air yang pertama, Boeing kemudian menerbitkan buletin kepada para pilot yang mengoperasikan 737 Max tentang hal apa saja yang perlu dilakukan kalo mengalami situasi serupa, dan bilang bahwa sistemnya uda diperbaiki. Meski begitu, penerbangan atas jenis pesawat ini tetap dilakukan sampe akhirnya terjadi kecelakaan yang kedua, baru deh dilakukan grounding. Kata Dennis, seandainya dia tau bakal kecelakaan lagi, pasti respons-nya bakal berbeda…

I apologize…
Dennis juga menyampaikan permintaan maafnya kepada para keluarga korban yang hadir di forum tersebut. Dennis mengakui bahwa pihaknya telah melakukan kesalahan dan pihak Boeing akan me-review lagi semua safety policy-nya.


For when you think that climate change won’t be so bad…

Gambar: BBC News

Think again.
Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa kenaikan permukaan air laut yang disebabkan oleh climate change diprediksi bakal menyebabkan banjir tahunan yang mempengaruhi sedikitnya 300 juta jiwa pada tahun 2050. Angka ini jauh di atas perkiraan sebelumnya yang memprediksi di angka 80 juta jiwa. Adapun daerah yang bakal paling banyak terpengaruh adalah negara-negara Asia, kayak China, India, Bangladesh, Thailand, dan *ehem* Indonesia. Di Indonesia sendiri, angka individu yang diprediksi bakal kena banjir tahunan sebelumnya adalah 5 juta jiwa, dan angka itu naik menjadi 23 juta jiwa. Adapun penelitian ini dilakukan dengan menggunakan citra satelit topografi yang meneliti khusus tentang fenomena naiknya garis pantai di berbagai negara di seluruh dunia. Serem yha.


“Saya selalu bilang sama istri, kamu urusnya di dapur, sumur, sama kasur saja. Kalau nggak gitu, lama-lama istri bisa jadi bintang empat setengah. Terus lama lama bisa bintang tujuh,”

Kata Kapolri baru Idham Azis saat ditanya soal peran istrinya oleh para anggota DPR RI yang berkunjung ke rumahnya kemarin. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari fit and proper test Idham yang jadi calon tunggal Kapolri, untuk gantiin Pak Tito Karnavian yang digeser Pak Jokowi ke Kemendagri.

Ouch, not ok, Sir. Not ok.