And the award of the most awaited day goes to…

131

Welcome to Friday and Catch Up! with our Data-Viz on Mental Health Awareness week. You are not alone.

Think you’re always tired, and sad, and unmotivated? You’re not alone. Menurut survei yang dilakukan Blue Cross Blue Shield Association (BCBSA), ditemukan bahwa gangguan mental kayak depresi, anxiety disorder, stress dan berbagai jenis gangguan mental lainnya adalah penyakit utama yang dialami generasi millennial. Penyebab dari tingginya angka ini ga lain karena penggunaan teknologi yang bikin orang jadi lebih ansos, jam kerja yang terlalu padat *looking at you, working on the weekends*, sampe hubungan sosial yang renggang.

So maybe today, try to log out from stalking on your ex’s family trip from 36 weeks ago and take some breathing exercise here

For when you’ve been wondering what happened yesterday…

Sumber gambar: Tribunnews

Pak Wiranto, Menko Polhukam ditusuk.

I’ve wanted to know about this. Catch Me Up!

Jadi gini, kemarin siang, Pak Wiranto ada di Pandeglang, Banten untuk memberikan pembekalan pada mahasiswa di Universitas Mathlaul Banten, Pandeglang. Nah, abis ngisi kegiatan, Pak Wiranto rencananya mau balik ke Jakarta naik helikopter dari Alun-Alun Menes yang ada di daerah itu.

Terus…

Nah pas nyampe di alun-alun, Pak Wiranto kemudian turun dari mobil dan di situlah beliau diserang dari arah belakang sama orang yang nggak dikenal. Penyerang ini kemudian menusuk Pak Wiranto pake senjata tajam sampai beliau jatuh tersungkur. Selain Pak Wiranto, korban lain juga adalah Kapolsek Menes Kompol Dariyanto. Karena kejadian ini, Pak Wiranto langsung dibawa ke RSUD Pandeglang sebelum langsung balik ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

What we’ve known so far…

  • Pelaku penyerangan adalah pasangan suami-istri, SA dan FD yang diduga terpapar ISIS yang ada kaitannya dengan JAD (Jamaah Ansharut Daulah). Menurut Kepala BIN Pak Budi Gunawan, pelaku emang uda dipantau polisi sejak tiga bulan yang lalu sejak pindah-pindah dari Kediri ke Bogor ke Pandeglang.
  • Masih menurut BIN, serangan terhadap Pak Wiranto ini ada kaitannya sama pelantikan Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin yang bakal digelar pada 20 Oktober nanti.
  • Menurut polisi, motif penusukan adalah karena emang kalo orang terpapar radikalisme ISIS, maka mereka akan menjadikan pejabat publik dan polisi sebagai sasaran serangan. Hal ini karena ISIS menganggap pejabat publik sebagai thogut (meaning: hal lain yang ditaati selain Allah)
  • Menyusul serangan ini, Pak Jokowi langsung memerintahkan pengamanan terhadap semua pejabat negara. Beliau juga langsung mengumumkan perang terhadap radikalisme dan terorisme.
  • Pak Jokowi yang langsung nengokin Pak Wiranto ke RSPAD Gatot Subroto bilang bahwa beliau masih berada di bawah penanganan tim dokter di RSPAD dan dalam proses operasi. Kata Pak Jokowi, menterinya itu juga dalam kondisi sadar.
  • Alat yang digunakan untuk menusuk Pak wiranto adalah pisau berukuran kecil dan berujung runcing. Pisau ini dikenal dengan nama kunai dan sering muncul di serial anime Jepang, yaitu Naruto.

And the award of the Most Corrupt Province goes to…

Sumber gambar: indozone

Jawa Barat dan Jawa Timur.

Hari Selasa kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi aka KPK ngumumin data terkait korupsi yang dilakukan oleh para kepala daerah di Indonesia. Menurut data yang diambil dari tahun 2002 sampe 7 Oktober 2019 tersebut, diketahui ada total 119 kepala daerah yang diproses dan ditangani KPK.

That’s a lot…

It is. Ke-119 kepala daerah yang ketauan korupsi itu berasal dari 25 provinsi. Adapun provinsi yang paling banyak “menyumbang” kepala daerah koruptor adalah Jawa Barat dan Jawa Timur dengan masing-masing 14 orang kepala daerah.

Terus…

Selanjutnya ada 12 orang dari Provinsi Sumatera Utara, 10 orang dari Jawa Tengah, tujuh orang dari Sumatera Selatan, enam orang dari Riau dan Sulawesi Tenggara serta sisanya berkisar antara satu sampai lima orang kepala daerah yang korup. KPK bilang, Dari total 119 Kepala Daerah yang diproses, 47 di antaranya kena OTT alias Operasi Tangkap Tangan.

Who’s got something to say?

Gubernur Jabar, Kang Ridwan Kamil. Kata Kang Emil, ada dua cara yang diterapkan Jabar supaya para kepala daerahnya ga korupsi. Pertama adalah dengan melakukan pembinaan rutin, dan kedua adalah dengan memastikan tidak terjadinya penyelewengan pas lagi lelang pengadaan barang maupun jasa lewat adanya Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Who’s just making a statement about “name” in Indonesia?

Sumber gambar: bisnis.com

Pak Jokowi.

Beliau baru aja mengeluarkan peraturan yang mewajibkan semua produk merek dagang yang ada di Indonesia dinamai dengan Bahasa Indonesia. Ketentuan ini berlaku untuk merek dagang yang emang dimiliki oleh orang atau badan hukum di Indonesia, sedangkan untuk merek dagang yang berasal dari lisensi asing masih gapapa pake bahasa asing.
Selain pada merek, kewajiban ini juga berlaku pada produk barang atau jasa dalam negeri dan luar negeri yang beredar di Indonesia, serta nama-nama gedung, hotel, bandara, sampe tempat hiburan. Pengecualian cuma berlaku buat tempat-tempat yang emang memiliki nilai sejarah, budaya, adat istiadat atau agama.

Imagine if this regulation also applies to baby’s names…

“Enak aja langsung ketemu Presiden,”

Kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat ngomentarin soal statement Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda yang bilang bahwa dia siap ketemu Pak Jokowi untuk bahas soal kondisi di Papua. Dalam pernyataannya, Benny bilang bahwa dia mau ketemu Pak Jokowi dengan beberapa syarat, salah satunya adalah pertemuan itu harus bahas soal referendum. Kata Moeldoko, gaada tuh pertemuannya bahas-bahas referendum, karena pembicaraan harus dalam kerangka NKRI.

Belum ketemu tapi uda ga ketemu. Hmmm…