PRESIDENTIAL HARASSMENT!

139

It’s Thursday and you’ll catch up with the biggggggest drama from the US Politics: Trump impeachment.

Sumber gambar: wbur

WHAAAT?

Kemarin, Ketua kongresnya Amerika Serikat (kayak Ketua DPR di kita) Nancy Pelosi yang berasal dari Partai Demokrat secara resmi memulai proses impeachment, aka pemakzulan, aka pelengseran Presiden Donald Trump dari kursi presiden.

Tell me why!

Before we get into the main course, kamu harus tahu dulu bahwa tahun depan, Amerika Serikat bakal menggelar pemilu presiden, di mana Trump kemungkinannya bakal maju lagi dari Partai Republik untuk periode kedua. Di sisi lain, salah satu rival utama Trump yang dari Partai Demokrat adalah Joe Biden, mantan wapres AS zaman Obama yang punya anak cowok, namanya Hunter Biden.

Go on.

Nah, Minggu lalu, seorang agen intelijen Amerika Serikat melaporkan temuannya soal percakapan telepon antara Donald Trump sama presiden Ukraina yang baru terpilih, Volodymyr Zelenskiy. Dalam percakapannya ini, Trump mendesak Volodymyr untuk menyelidiki kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh anaknya Joe Biden, si Hunter itu yang emang menjabat sebagai komisaris di perusahaan energi Ukraina, Burisma. Pihak  Ukraina udah confirmed bahwa baik Joe atau Hunter Biden nggak bersalah.

Things are getting more interesting when…

Seminggu sebelum telponan sama Volodymyr, Trump nyuruh staff-nya untuk nahan dulu bantuan dana militer buat Ukraina sebesar US$400 juta. Hal inilah yang memunculkan spekulasi bahwa Trump sengaja nahan dana tersebut sebagai upaya negosiasi untuk dapetin informasi soal Hunter dari pihak Ukraina. Trump menolak tuduhan ini, tapi dia mengakui kalo dia emang menahan pencairan dananya, walaupun akhirnya cair juga.

Ok. Terus?

Terkait temuan ini, Nancy Pelosi bilang bahwa tindakan Trump merupakan “pengkhiatan atas sumpah kepresidenan, keamanan nasional dan sumpah pemilu kita”. Nah, saat ini, udah ada 187 orang anggota kongres yang masuk #Teamimpeachment dari total 235 orang anggota.

Whoa. How is Trump holding up?

You bet. Ga lama setelah Pelosi mengumumkan rencana pemakzulannya, Trump langsung ngetwit capslock semua: PRESIDENTIAL HARASSMENT! Terus disambung lagi dengan twit lain yang bilang bahwa rencana pemakzulan ini kayak witch hunt, karena pihak Dems bahkan belum denger transkrip percakapannya.

Yes, the transcript!

Trump juga bilang bahwa hari ini, dia akan merilis transkrip percakapannya dengan Volodymyr untuk membuktikan bahwa mereka cuma ngobrol-ngobrol temenan biasa aja, kayak kamu sama gebetanmu. Wkwkwk.

Joe Bidennya sendiri bilang apa?

Kata Biden, kalo laporannya bener, maka Trump ini emang beneran pengen melakukan abuse of power atas kekuasaannya sebagai presiden. Karena itu, Biden minta Trump untuk buru-buru ngerilis transkrip percakapannya.
What’s more intense than your high school drama? Political drama.

For when you hear people told you that there’s no such thing as a “free lunch”

Sumber gambar: Radar Surabaya

Tell em’ they wrong.

Karena sejak awal tahun depan, Pak Jokowi bakal bagi-bagi duit sebesar lima ratus ribu per bulan buat temen-temenmu yang jobless aka nganggur.

What? Why?

Soalnya emang itu janji kampanye dia kan beb. Jadi pas Hari Selasa kemarin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bilang kalo mulai Januari 2020, program Kartu Pra Kerja yang sering disebut Pak Jokowi pas kampanye pilpres kemarin bakal mulai berjalan. Dalam program ini, para pengangguran bakal dapetin pelatihan kerja dan gaji dari pemerintah sebesar Rp300-500 ribu per bulan selama tiga bulan aja. Untuk mendanai program ini, pemerintah juga uda nyiapin dana sebesar Rp 10 Trilyun.

Interesting. Tell me more.

Untuk bisa dapetin gaji ini, mereka yang mengikuti program harus ikut pelatihan kerja dulu yang jenisnya macem-macem, ada latihan nyetir, codingdata analytics, bahasa asing, sampe jadi barista. Rencananya, pemerintah udah nargetin bakal ada dua juta orang pengangguran yang menerima gaji ini sambil nunggu dapet kerjaan.

Ok, terus mereka digajinya gimana?

Pemerintah bakal kerjasama sama layanan dompet digital. Adapun pihak swasta yang uda di-approach di antaranya adalah Gojek, Tokopedia dan Bukalapak.

Got it. Anything else I need to know?

Jadi untuk bisa ikutan program ini, kamu emang harus dalam posisi ga kerja dan lagi nyari kerja. Selain itu, kemungkinannya program ini nggak dibatasi usia, jadi siapa aja yang berminat bisa daftar.

Tok!!! RUU ini akhirnya disahkan DPR!

Sumber gambar: Radar Cirebon

Tenang, bukan RUU KUHP atau pertanahan atau permasyarakatan atau minerba, tapi RUU Pesantren. Xixixi.

Geeez. First trial of clickbait-y headline: failed.

We’ll do better next time. Anyway, about RUU PesantrenHari Selasa kemarin pemerintah dan DPR uda fix mengesahkan RUU ini jadi undang-undang. Kata Menteri Agama Pak Lukman Hakim Saifuddin, pengesahan RUU ini ok banget, karena telah mengakomodasi aspirasi kaum santri dalam melaksanakan fungsi pendidikan.

Some more explanation would be helpful.

You got it. Salah satu isu yang paling krusial dalam RUU ini adalah aturan bahwa pesantren bakal dapet dana abadi pesantren. Selain itu, diatur juga soal jaminan mutu lulusan, kesetaraan akses pendidikan, dan lapangan pekerjaan buat para santri lulusan pesantren.

The pros and cons.

There will always be. Pas masih dibahas di DPR, terjadi perdebatan soal perubahan nama dari RUU tentang Pendidikan Keagamaan menjadi RUU Pesantren. Walaupun akhirnya nama RUU Pesantren yang disetujui, tapi nama ini diusulkan untuk diganti karena terkesan diskriminatif. H-2 sebelum RUU ini disahkan, surat protes juga datang dari PP Muhammadiyah dan berbagai ormas Islam lain yang minta biar pengesahannya ditunda karena isi RUU ini nggak mewakili aspirasi seluruh umat Islam *cough* NU *cough*.

Who are “found guilty” for burning the forests?

Sumber gambar: Tribun News

These 15 corporations and 334 individuals.

Sampai Hari Rabu kemarin, Polisi udah menetapkan 15 perusahaan sawit dan 334 individu sebagai tersangka kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatra. Kata polisi, penetapan tersangka ini dilakukan karena pihak-pihak tersebut uda lalai dalam mengendalikan kebakaran hutan di lahan konsesi yang harusnya jadi tanggung jawab mereka.

Sedangkan untuk tersangka individu, angka 334 orang itu ditetapkan dari sejumlah wilayah kayak Riau (60 orang), Aceh (1 orang), Sumsel (26 orang), Jambi (39 orang), Kalsel (27 orang), Kalteng (87 orang), Kalbar (69 orang), dan Kaltim (25 orang).