Knock knock knockin’ on heaven’s door…

105

Your Tuesday briefing: PB Djarum, Eyang Habibie, heatwave and the first day of GaGe. Catch Up! while sipping your coffee…

Sumber gambar: liputan6

Yes, I am having my coffee. What did I missed?

Kemarin sore, Pak Jokowi baru aja jengukin Presiden Indonesia ke-3 Eyang Habibie yang lagi dirawat di rumah sakit. Dalam kunjungannya itu, Pak Jokowi yang didampingi Mensesneg Pak Tik aka Pratikno berada di dalam ruangan perawatan selama sekitar sepuluh menit sebelum akhirnya cabs lagi.

Ouch, what happened?

Jadi, Eyang saat ini lagi dirawat di RSPAD Gatot Soebroto sejak 1 September lalu. Menurut Tim Dokter Kepresidenan yang menanganinya, saat ini beliau tengah menjalani perawatan intensif dan ditangani oleh dokter spesialis jantung, penyakit dalam dan ginjal.

Anything else I need to know?

Dalam hal memantau kesehatan presiden, wakil presiden dan mantan dari keduanya, Sekretariat Negara punya 44 orang dokter yang siap standby kapan aja untuk memastikan kesehatan mereka. 44 orang ini terdiri dari 34 orang dokter spesialis dan 10 orang dokter pribadi. Saat ini, seluruh dokter tadi uda disiapkan untuk menangani kondisi kesehatan Eyang Habibie.
Gute besserung, Eyang!

Alrite, ready for something intense? PB Djarum, meet people. People, meet PB Djarum.

Sumber gambar: Borobudur News

Tell me the story.

Hari Sabtu minggu lalu, PB Djarum yang selama ini dikenal rajin menggelar audisi beasiswa bulu tangkis buat atlet muda resmi ngumumin kalo program ini bakal dihentikan tahun depan. Alasannya: eksploitasi anak.

Background, please.

Sejak tahun 2006, PB Djarum ini emang rutin menggelar audisi beasiswa untuk menjaring atlet-atlet muda di bidang olahraga bulutangkis. Dalam mengadakan audisi ini, PB Djarum keliling ke berbagai kota, kayak Bandung, Surabaya, Porwokerto, Solo dan Kudus. Nah, pas lagi audisi di Bandung bulan Juli lalu, muncul desakan dari Yayasan Lentera Anak dan Smoke Free Bandung agar audisi ini nggak mengeksploitasi anak-anak yang ikutan audisi dengan mengharuskan mereka pake kaos bertulisan Djarum. Menurut dua lembaga ini, Djarum identik sama rokok dan harusnya tubuh anak-anak ga dipake buat branding produk rokok.

I am reading…

Abis kejadian di Bandung ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia aka KPAI ikut angkat bicara dan bilang kalo audisi PB Djarum emang memuat unsur eksploitasi anak secara terselubung oleh industri rokok, so PB Djarum was like “No, we are not. Audisi ini emang murni untuk nyari bibit atlet unggul kok, dan nggak ada kegiatan promosi rokok sama sekali di kegiatan ini…”

And KPAI is not backing up, amirite?

Right. Di awal Agustus kemarin, KPAI kemudian meeting sama empat kementerian buat membahas kasus ini. Hasilnya, mereka sepakat untuk minta Djarum Foundation menyetop sementara audisi hingga unsur eksploitasi anak ditiadakan. Hasil meeting ini kemudian disampaikan ke Pemda tempat audisi digelar dan ke pihak Djarumnya itu sendiri.

And PB Djarum says…

As you wish, dude. Pihak PB Djarum kemudian setuju untuk ganti nama audisinya jadi “audisi umum”, dan untuk nggak pake logo sponsor di baju peserta dalam sesi audisi yang berlangsung di Purwokerto pada 8-10 September.

But….. it comes with a twist.

Karena dalam kesempatan audisi di Purwokerto itu, PB Djarum juga ngumumin kepastian bahwa program audisi bakal dihentikan mulai tahun 2020. Alasannya, PB Djarum bilang kalo mereka merasa dipojokkan dan nggak dikasih ruang sama sekali.

Got it. Terus gimana nasib para atlet binaannya PB Djarum?

Ya yang sekarang udah dibina sih lanjut terus, tapi untuk audisi bibit baru, tahun ini terakhir. Saat ini, PB Djarum lagi membina sekitar 180 orang atlet di headquarter-nya di Kudus.

I want to know what the gov says about these whole drama…

Imam Nahrowi sih pengennya audisi ini teteup lanjut, karena PB Djarum udah terbukti banyak menghasilkan juara dunia. Hal yang sama diungkapkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang siap memfasilitasi dialog antara KPAI dan PB Djarum biar ditemukan jalan keluarnya. Di sisi lain, pemerhati isu anak Kak Seto bilang kalo PB Djarum kok kayak anak kecil lagi ngambek…

What to say when your best friend’s first job interview didn’t went well?

Sumber gambar: merdeka.com

Namanya juga baru pertama, beb.

Karena jangankan wawancara kerjaan, penerapan perluasan ganjil genap yang baru berlaku kemarin juga ga berjalan lancar kok, khususnya buat 941 pengendara roda empat yang kena tilang pak polisi karena ketauan melanggar aturan baru tersebut.

Wow. Banyak uga yha.

Well, kata Pak Polisi, rata-rata mereka yang kena tilang beralasan bahwa mereka baru tau kalo jalanannya kena perluasan ganjil genap. Alasan lainnya, para pengendara ini emang harus lewat situ jadi ya terpaksa melanggar.

Tricky, tricky.

Yes, dan hati-hati buat kamu yang suka lewat tol, karena dengan adanya perluasan ini, maka ada beberapa titik yang pas keluar tol, langsung berlaku ganjil genap. Salah satu gerbang tol yang dimaksud misalnya gerbang tol Tebet, yang bikin banyak mobil kena tilang pas hari pertama perluasan GaGe tersebut.

Catch Me Up! on Perluasan GaGe alias ganjil-genap…

Yang pasti, ganjil-genap ini meliputi 25 ruas jalan dan 28 gerbang tol. Peraturan ini berlaku mulai jam 6 sampe jam 10 pagi dan jam 4 sampe jam 9 malam setiap harinya selama hari kerja.

And us, you meet us at 6 every morning in your inbox. Selama hari kerja, gapake ganjil genap. See you tomorrow?

For when you travelling to Paris and started to feel the heat…

France, Paris, Louvre Pyramid, Pyramide Du Louvre

Sumber gambar: Pixabay

Don’t leave your sunblock at home. And drink a lot of water.

Karena Hari Minggu kemarin, Menteri Kesehatan Prancis baru aja ngumumin bahwa ada sekitar 1,500 orang warganya yang meninggal karena gelombang panas aka heat wave yang melanda negara itu sejak bulan Juni lalu. Dalam keterangannya, disebutkan bahwa mayoritas warga yang meninggal adalah orang tua seumuran 75 tahun ke atas, dan pas meninggal kebanyakan emang lagi beraktivitas di luar ruangan.

Dari tahun ke tahun, Eropa emang mengalami gelombang panas yang disebabkan oleh pemanasan global. Fenomena ini juga menyebabkan kebakaran hutan di Spanyol dan mencairnya bongkahan es di Laut Arktik dan Greenland.

“Kalau nggak mau ada pro dan kontra, ke surga aja kita!”

Kata Opung Luhut B Pandjaitan pas lagi meeting sama DPR RI kemarin dan bahas soal rencana pemindahan ibu kota yang emang menuai pro dan kontra.

Now you know who hates meetings on Monday worse than you.