HRD KPK, Perang Dagang, Perempuan dalam Pemilu, Lagu Lampu Merah

66

It’s Tuesday and guess who made it to the final round of “Who wants to be the new KPK Commissioner?”


 

Gambar: kompas.com

These ten people are thiiiiiis close to their new job.
Kemarin, panitia seleksi aka HR Department-nya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan sepuluh nama orang-orang yang lolos seleksi wawancara dan uji publik calon pimpinan KPK ke Presiden Jokowi.

I am not following. Mind to give me some background? 
You got it. Jadi gini, KPK yang tugasnya nangkep-nangkepin koruptor itu kan dipimpin sama lima orang yang disebut pimpinan, nah para pimpinan ini diganti setiap empat tahun sekali, dan untuk pimpinan KPK periode 2015-2019, jabatan mereka bakal berakhir bulan Desember nanti. Makanya sejak bulan Juli tahun ini, pemerintah uda menggelar proses seleksi pimpinan KPK baru, or as we call it… who wants to be the new KPK commissioner????

Who?
Ya banyak. Totalnya ada 367 orang yang daftar untuk memperebutkan lima kursi pimpinan dengan berbagai latar belakang, kayak polisi, jaksa, PNS, pejabat kementerian, pejabat BUMN, sampe akademisi. Nah, untuk menyeleksi para calon pimpinan ini, Presiden Jokowi kemudian ngebentuk panitia seleksi aka pansel yang tugasnya nyeleksi para pendaftar yang jumlahnya ratusan tadi. Kemarin, Tim Pansel yang beranggotakan sembilan orang itu ngasih sepuluh nama yang lolos seleksi pimpinan KPK sejauh ini ke Pak Jokowi.

Sounds like tim Pansel is almost finished their job…
Tru dat. Setelah ngasih kesepuluh nama calon pimpinan KPK yang lolos seleksi itu ke presiden, kini kerjaan mereka uda selesai dan proses selanjutnya adalah tinggal nunggu Pak Jokowi ngirim nama kesepuluh orang tadi ke DPR RI untuk diseleksi tahap akhir banget, namanya fit and proper test. Dari situ, bakal dipilih lima nama yang fix bakal mimpin KPK sampe tahun 2023.

Catch Me Up! on 10 calon pimpinan KPK…
Alexander Marwata (Komisioner KPK)
Firli Bauri (Anggota Polri)
I Nyoman Wara (Auditor)
Johanes Tanak (Jaksa)
Lili Pintauli Siregar (Advokat)
Luthfi Jayadi (Dosen/Akademisi)
Nawawi Pomolango (Hakim)
Nurul Ghufron, (Dosen/Akademisi)
Roby Arya (PNS Sekretariat Kabinet)
Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan)

I heard there were also some controversy…
That’s right. Jadi sejak awal tim pansel dibentuk, kontroversi uda muncul karena ada pihak-pihak yang menilai kalo pansel KPK nggak netral, terkait adanya beberapa anggota pansel yang juga tenaga ahli di kepolisian (yang anggotanya banyak daftar untuk jadi pimpinan KPK).

We’re not done yet? 
Nope. Pas seleksi uda sampe tahap 20 besar, kontroversi muncul lagi karena ada beberapa nama yang bermasalah justru lolos ke tahap tersebut. Di antara nama-nama yang lolos ada yang diduga melanggar etik, ga ngelaporin harta kekayaan, mengintimidasi pegawai KPK, sampe melakukan pelanggaran administrasi sehingga mengakibatkan seorang tahanan lepas. Terkait hal ini, Pak Jokowi kemudian diminta untuk berani nolak nama-nama yang uda diseleksi pansel KPK kalo emang mereka ketauan bermasalah.

Now we’re done, but don’t fall back asleep yet…


Because things are still heating up between China and the United States (Hint: trade war).

Gambar: CNN Indonesia

Still? 
Yes. Urusan perang dagang antara China dan Amerika Serikat yang uda hampir dua tahun nggak selesai-selesai itu kini memasuki babak baru, di mana kedua belah pihak mulai memberlakukan tarif tambahan terhadap produk impor dari masing-masing negara mulai 1 September kemarin.

Here we go again…
Jadi Hari Minggu kemarin, Amerika Serikat secara resmi naikin tarif masuk atas barang-barang impor dari China sebesar 15% yang diperkirakan bakal berdampak ke barang-barang asal China dengan total senilai  US$ 125 miliar. Barang-barang yang bakal kena kenaikan tarif ini di antaranya adalah speaker,  hp, pakaian sampe mainan.

And China retaliate by…
Naikin biaya masuk dari 5 persen sampe 10 persen untuk sekitar 5.075 jenis produk asal Amerika Serikat yang mau masuk ke China. Tarif tambahan sebesar 5 persen juga dikenakan untuk minyak mentah asal AS, yang baru pertama kali ini kena kenaikan tarif, sejak awal perang dagang terjadi.

How are both country holding up?
Kalo Presiden Trump sih bilang bahwa kenaikan tarif barang China ini nggak akan ngaruh ke konsumen di negaranya. Selain itu, Trump juga minta perusahaan AS mulai nyari supplier lain dari luar China biar nggak kena efek perang dagang. Di sisi lain, China juga bilang kalo tarif dagang ini nggak akan mengganggu pembangunan China.


For when you vote for women during the Legislative Elections 2019…

Gambar: kabar24

Good news: Pada pemilu kali ini, jumlah perempuan yang lolos ke DPR RI naik jadi 20,25 persen, kalo dibandingin sama hasil pemilu lima tahun lalu di mana keterwakilan perempuan di parlemen cuma ada di angka 17,19 persen aja.

Not so good news: Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ibu Yohana Yambise, meski naik, angka ini masih belum mencapai target yang diinginkan, yakni 30 persen.

Why? 

Menurut Ibu Menteri sih, kira-kira ada tiga alasan kenapa cewek yang nyaleg dan lolos ke DPR masih di bawah target jumlahnya. Pertama, karena kebanyakan pemilih perempuan masih nyoblos caleg laki-laki, kedua, karena masih banyak caleg perempuan yang nggak didukung suaminya untuk maju berpolitik dan terakhir karena mereka nggak punya biaya yang besar buat nyampe ke Senayan.

Calling all future Elle Woods for 2024…


When you are a city mayor and want to channel your inner Ed Sheeran…

Gambar: tribunjakarta.com

Sing it out loud, babe. Kayak Wali Kota Depok.
Mulai Sabtu kemarin, beberapa titik lampu merah di Kota Depok uda resmi muterin lagu yang berjudul “hati-hati” yang dinyanyiin langsung sama walikotanya, Pak Idris Abdul Somad. Lagu yang isinya literally minta pengendara kendaraan bermotor untuk hati-hati itu diputar di lampu merah yang ada di jalan Margonda Raya, barengan sama uji coba jalur berlawanan arah (countraflow) di lalu lintas itu. Jadinya, loudspeaker yang ada di lampu merah tersebut bakal ganti-gantian membunyikan lagu ‘Hati-hati’ dan ngasih pengumuman soal contraflow.
Buat kamu yang suka lewat jalan Margonda Raya dan kepo pengen dengerin lagu “Hati-Hati” ini, pemutaran lagu dilakukan tiap hari mulai jam 06.00 sampai 10.00 WIB. Lalu dilanjut kembali pukul 16.00 sampai 18.00 WIB.

We’re sooooo on our way to Margonda. Brb 2moro.