Copot Jabatan Kapolda, Indonesia-Vanuatu Memanas, Gempa Maluku, BMKG, Ananda Badudu

64

It’s Monday and we’re gonna Catch You Up! with some folks who just lost their job (we’re sorry not sorry, tbh).


 

Gambar: aa.com

Who are you talking ’bout?
Kapolda Riau, Sulawesi Tenggara dan Papua. Hari Jumat kemarin, tiga orang kepala Korps Bhayangkara di tiga provinsi tadi resmi dicopot dari jabatannya sama Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian.

I want to know why. 
Kalo kata pihak polisi sih ya gapapa, emang lagi rotasi jabatan buat penyegaran aja. Meski begitu, pencopotan ini terjadi nggak lama setelah tiga provinsi tadi jadi sorotan nasional dalam beberapa waktu belakangan. Di Riau, kebakaran hutan yang parah banget terjadi dan menyebabkan kabut asap yang menyebabkan hampir satu juta orang kena gangguan pernapasan. Sebelumnya, Pak Tito juga pernah bilang bahwa dia bakal mencopot Kapolda yang nggak mampu mengatasi Karhutla.

I see. How about the other two? 
Two regions, one keyword: police brutality.
Di Sulawesi Tenggara, dua orang mahasiswa dari Universitas Halu Oleo meninggal pas lagi aksi di depan DPRD Sultra untuk menolak RUU KUHP. Satu mahasiswa, namanya Randi, meninggal karena tembakan jarak dekat di dada kanannya. Korban satunya lagi adalah Yusuf Kardawi, yang juga meninggal karena benturan benda tumpul di kepala, yang menurut saksi, akibat dikroyok polisi.

Go on.
Memang dalam aksi demo yang digelar hari Jumat lalu itu, aksi mahasiswa berakhir bentrok sama polisi. Menurut saksi mata, dalam upayanya membubarkan aksi mahasiswa, para polisi ini menggunakan gas air mata, meriam air, dan tembakan peluru. Namun, polisi bilang bahwa saat menangani demo para mahasiswa itu, pihaknya nggak dibekali peluru tajam, tapi cuma dibekali tameng, water cannon dan gas air mata.

Oh God…
We’re not done yet. Di Papua, sejak aksi rasisme yang terjadi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya bulan lalu, aksi-aksi protes warga Papua terhadap pemerintahan pusat di Jakarta kerap terjadi. Aksi ini meliputi demonstrasi, pembakaran berbagai fasiitas publik dan yang paling baru, kasus kerusuhan di Wamena yang memakan korban sampai 30 orang. Hingga saat ini, polisi uda menetapkan 46 orang sebagai tersangka.

What happens next?
Ketiga Kapolda tadi kemudian dirotasi ke berbagai pos lain di kepolisian. Rencananya, upacara serah terima jabatan aka sertijab bakal digelar hari ini jam 8 pagi di Mabes Polri.

Catch Me Up! on “police brutality” during the weekend.
Kejadian tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo ini bikin gelombang protes atas kebijakan pemerintah dan sikap polisi yang dinilai represif ini makin menjadi-jadi. Jokowi juga didesak untuk mecat Menkopolhukam Wiranto dan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian karena dianggap gagal dalam menjaga keamanan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

And Pak Jokowi said…
Kata Pak Jokowi, beliau emang uda menyampaikan biar dalam menghadapi mahasiswa ini petugas gabole bertindak represif, karena emang menyampaikan pendapat itu dilindungi konstitusi. Terkait instruksinya yang nggak dipatuhi, Pak Jokowi menyebut bahwa ya kan personil polisi ada ribuan di seluruh tanah air. Selain itu, beliau juga udah memerintahkan biar kasus ini segera diinvestigasi.


For when things are heating up in the international stage…

Between Indonesia and Vanuatu.
As unlikely as it may sound
, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Vanuatu memanas over the weekend kemarin. Di New York.

Why? What happened?
Jadi pas ngasih pidato di depan 193 kepala negara anggota PBB yang ngumpul di New York untuk menghadiri Uniter Nations General Assembly aka UNGA weekend kemarin, Perdana Menteri Vanuatu Charlot Salwai Tabimasmas bilang bahwa pemerintah Indonesia harus bertindak secara adil dan menjunjung tinggi HAM dalam menyelesaikan kerusuhan di Papua yang uda terjadi selama satu bulan lebih terakhir.

Uhm…
Tabimasmas juga bilang bahwa pihaknya mengecam pelanggaran HAM yang terjadi atas orang asli Papua, dan mendesak pemerintah Indonesia untuk mendengarkan dan menghormati suara semua orang, termasuk keinginan mereka untuk menentukan nasib sendiri.

Whoa, savage. How is Indonesia holding up? 
Seorang diplomat Indonesia, namanya Rayyanul Sangadji menjawab bahwa Vanuatu emang beberapa kali mengeluarkan statement provokatif soal Papua, yang kesannya concern soal isu HAM, padahal sebenernya, negara yang terletak di Samudera Pasifik, deket-deket sama Fiji dan Papua New Guinea ini justru mendukung aksi separatisme Papua. Rayyanul juga bilang bahwa Vanuatu nggak sadar, kalo provokasi mereka itu telah menyebabkan konflik di Papua dan telah merusak infrastruktur, rumah, fasilitas publik dan menewaskan sejumlah orang.


For when everybody is taking a moment to mourn this morning…

Gambar: Liputan 6

Karena Maluku baru aja diguncang gempa.
Hari Kamis minggu lalu, Provinsi Maluku baru aja diguncang gempa sebesar 6,5 magnitudo. Sampe Hari Minggu kemarin, tercatat 30 orang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka karena gempa ini.

Ouch, how bad was it? 
Pretty bad
. Karena gempa ini, seenggaknya 534 rumah, 12 rumah ibadah, 8 kantor pemerintahan, 6 sarana pendidikan, satu fasilitas kesehatan, satu pasar dan satu jembatan rusak. Selain itu, ada sekitar 25 ribu korban jiwa yang terpaksa mengungsi karena rumah mereka terkena gempa.

Anything else I need to know? 
Yes, saat ini BNPB bilang bahwa para pengungsi masih membutuhkan berbagai keperluan pokok kayak tenda, terpal, makanan, minuman, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya. Think you could help? Head up here.


Finally a good news update…

Gambar: BBC

Thank God, titik api kebakaran hutan di Indonesia uda menurun sampe 90 persen.

Menurut data dari BMKG weekend kemarin, titik api dari kebakaran hutan di berbagai daerah di Indonesia uda menurun banget, thanks to hujan buatan dan upaya-upaya pemadaman lain yang dilakukan oleh jajaran pemerintah.
BMKG menyebut, tadinya ada sekitar 1.374 titik api yang tersebar di seluruh Indonesia, namun angka itu menurun jadi 136 titik, terdiri dari dua titik di Riau, 17 titik di Jambi, tiga titik di Sumatra Selatan, empat titik di Kalimantan Tengah, 27 titik di Kalimantan Timur, satu titik di Kalimantan Selatan dan nggak ada titik api sama sekali di Kalimantan Barat.
Menurut pemerintah, berkurangnya titik api ini nggak lain karena berhasilnya upaya hujan buatan belakangan ini yang mengguyur hampir seluruh wilayah yang kena kebakaran dengan merata. Targetnya, seluruh titik api bakal padam menjelang pertengahan bulan Oktober ini.

God speed.


“Saya beruntung punya privilege untuk segera bebas.”

Kata musisi Ananda Badudu beberapa saat setelah dibebaskan oleh Polda Metro Jaya Hari Jumat minggu lalu. Sebelumnya, Ananda dijemput polisi dari kosannya di Tebet, Jakarta Selatan untuk diperiksa terkait kegiatan penggalangan dana yang diinisiasinya untuk mendukung aksi mahasiswa di DPR RI lewat aplikasi ‘Kita Bisa’.
Ananda yang dijemput jam 4:34 subuh dan dipulangkan jam 10:30 pagi itu bilang bahwa masih banyak mahasiswa yang diproses oleh polisi tanpa pendampingan hukum dan dengan cara yang tidak etis, dan mereka inilah yang lebih membutuhkan pertolongan dibanding dirinya. On the other side,polisi bilang Ananda emang dijemput untuk dimintai keterangan soal kegiatan penggalangan dananya itu.

Is it only us or do you also feel like we’re waking up clooooose to the New Order era?