Because when I shop, the world gets better

109

Start your Monday strong, as strong as your coffee, spending habit and your new knowledge on KPK. Read up.

Sumber gambar: tirto.id

Olrite. I feel like I heard a lot about KPK over the weekend. Wazzap?

Sure you do. Karena beberapa waktu terakhir ini, banyak kelompok masyarakat sampe KPK-nya sendiri yang menolak rencana pemerintah sama DPR untuk merevisi Undang-Undang KPK. Penolakan ini dimulai dari ngirim surat ke presiden, sampe penutupan logo KPK pake kain hitam sebagai bentuk protes.

I feel like I could use some background.

You got it. Jadi gini, hari Kamis minggu lalu, DPR RI ujug-ujug menyetujui Revisi Undang-Undang KPK pas lagi rapat paripurna. Hal ini kemudian menuai protes dari banyak banget masyarakat dan aktivis anti korupsi, termasuk dari KPK-nya sendiri, yang menilai kalo DPR sama pemerintah diam-diam kompakan untuk melemahkan KPK.

Is that true?

Depends on who you ask. But before we get there, kamu perlu tahu poin-poin apa aja yang dianggap bermasalah sama kelompok yang voted nay terhadap Revisi RUU KPK:
  • Dewan pengawas, meet KPK. Jadi saat ini, KPK kan dipimpin sama lima orang yang disebut pimpinan KPK, nah dalam peraturan baru nanti (kalo jadi disahkan), pemerintah juga bakal membentuk dewan pengawas yang jumlahnya bakal lima orang juga, dan tugasnya adalah mengawasi kerjaan KPK. (read: ngasih izin kalo mau melakukan penyadapan, evaluasi kerjaan pimpinan dan karyawan KPK, sampe follow up kalo ada isu pelanggaran kode etik oleh pegawai KPK). Why nay: KPK jadi ga leluasa kerjanya karena apa-apa harus izin dewan pengawas.
  • Mau nyadap? izin dulu… Dalam RUU KPK yang baru, diatur bahwa kalo KPK mau melakukan penyadapan, maka harus atas izin dewan pengawas. Izinnya juga bole dikasih, bole enggak. Why nay: Lagi-lagi kalo harus seizin dewan pengawas, maka mungkin banget rencana penyadapan bakal bocor dan ini bikin kerjaan KPK jadi nggak maksimal.
  • Kasusnya di-stop dulu deh… Dalam peraturan saat ini, kasus korupsi apapun yang udah masuk ke KPK uda fix harus terus diproses dan nggak boleh dihentikan di tengah jalan (aka di-SP3). Nah, dalam RUU baru, KPK boleh menghentikan penyidikan kalo ada bukti baru yang bisa membatalkan. Why nay: Karena dikhawatirkan bakal ada nego-negoan dan tekanan politik atas KPK untuk menghentikan penyidikan, apalagi kalo kasusnya kakap dan melibatkan aktor-aktor yang kakap juga.
  • Who wants to be PNS? Not us. RUU baru mengatur bahwa pegawai KPK bakal berstatus PNS. Why nay: Karena beresiko mengganggu independensi karyawan KPK yang nyidik kasus di lembaga pemerintahan.

Terus sekarang prosesnya udah sampe mana?

Saat ini, DPR udah ngirim draft revisiannya ke Presiden Jokowi untuk kemudian dibahas bareng-bareng antara pemerintah dan DPR. Targetnya, seluruh proses revisi ini selesai dalam waktu tiga minggu aja.

Pak Jokowi ada komentar nggak?

Katanya, beliau belum baca draft RUU-nya karena lagi nggak di Jakarta, karenanya, dia nggak bisa komentar banyak. Baiklah.

For when you feeling guilty after spending too much money on shopping this month…

Sumber gambar: Jawa Pos

You shouldn’t be.

Karena menurut Bank Indonesia, sifat konsumtif kamu itu justru berkontribusi bikin ekonomi Indonesia makin kuat. Hear that, mom?

Gimana gimana maksudnya?

Jadi menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Bu Destry Damayanti, karakteristik anak millennial yang konsumtif (looking at you, the third pair of shoes we bought this month) dan masih produktif itu bikin anak muda Indonesia punya kemampuan untuk sawer-sawer duit lebih banyak buat belanja, dan makin banyak transaksi keuangan, makin kuat juga ekonomi Indonesia.

But not-so-good for my wallet, though.

For us, too. Tapi kata Bu Destry, hal ini justru lebih baik buat perekonomian Indonesia, apalagi kalo dibandingan sama negara-negara yang penduduknya berusia tua, kayak di Jepang dan Eropa yang warganya lebih milih nabung daripada spend, spend, speeeend.

And Bu Destry is so particularly proud of….

Again, our spending ability. Beliau bilang bahwa karena kita masih muda, maka millennial Indonesia nggak cuma berani untuk spend lebih banyak, tapi juga untuk lebih banyak spending daripada saving (she literally quoted: besar pasak daripada tiang) karena kita menganggap karier masih panjang. Bu Destry nyontohin, anak muda Indonesia yang gajinya Rp10 juta atau Rp20 juta cenderung berani buat belanja Rp30 juta karena yakin masih bakal gajian di masa depan.

Fine, We’re getting fancy avocado toast with latte for breakfast today. Don’t @ us. 

When you wish to be able to watch football games without drama…

Sumber gambar: CNN Indonesia

Not in the meantime.

Karena dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang berlangsung antara Indonesia vs Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK) minggu lalu, keributan di bangku supporter kembali terjadi, dan hal ini bikin Menpora Imam Nahrowi minta maaf sama Menpora Malaysia, Syed Saddiq.

What happened?

Jadi gini, malam Kamis minggu lalu, Timnas Indonesia dijadwalkan bertanding lawan Timnas Malaysia untuk Piala Dunia Qatar yang bakal digelar tahun 2022 nanti. Nah, pas pertandingan berlangsung, diketahui supporter Malaysia mendapat intimidasi dari supporter tuan rumah dari pas mereka baru nyampe stadion (read: bisnya dilemparin botol, diteriakin kata-kata rasis sepanjang pertandingan, sampe diacungin jari tengah) sampe beberapa saat setelah pertandingan selesai.

Ouch. Does everyone safe?

Not really. Disebutkan seenggaknya ada tiga orang supporter Malaysia yang terluka karena keributan malam itu, dan salah satunya mengalami patah tangan karena kepeleset pas lagi terjadi keributan di tribun. Selain itu, pasca pertandingan berakhir, para supporter Malaysia ini juga gabisa langsung pulang karena nunggu suasana stabil. Mereka baru bisa meninggalkan SU GBK pas uda lewat tengah malam.

So we apologize…

Yes, Pak Menpora Imam Nahrowi besoknya langsung ketemu sama Menpora Malaysia Syed Saddiq untuk meminta maaf atas kejadian kericuhan supporter yang terjadi. Menanggapi hal ini, Syed Saddiq bilang bahwa dia mengapresiasi permintaan maaf dari pihak Indonesia, dan menjamin bahwa pada pertandingan away di Malaysia bulan November nanti, keamanan supporter Indonesia bakal terjamin.

News flash:

Kita kalah 2-3.

Who’s people are wearing their black outfit during the weekend for…

Sumber gambar: National Review

Robert Mugabe.

Mantan Presiden Zimbabwe yang ngejabat selama hampir 40 tahun itu meninggal dunia pada Hari Jumat minggu lalu di Singapura. Mugabe meninggal pada usia 95 tahun, pas dia lagi dirawat di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura karena keluhan di dadanya.

Catch Me Up! on his resume…

Selama hidupnya, Mugabe terkenal kontroversial karena menjabat lama banget sebagai presiden, yaitu sejak Zimbabwe merdeka dari Inggris di tahun 1980.

The pros:

Di awal masa jabatannya, Mugabe terkenal sebagai pahlawan kemerdekaan yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Zimbabwe. Mugabe juga terkenal sukses dalam memajukan negaranya, terutama dalam sektor pendidikan dan ekonomi. Hal ini kemudian bikin  Zimbabwe jadi salah satu negara yang dijadikan contoh sama negara Afrika lainnya.

The cons:

Seiring dengan berjalannya waktu, pemerintahan Mugabe makin lama makin identik sama korupsi, manipulasi hasil pemilu, kekerasan terhadap warga sipil, sampe ekonomi dalam negeri yang kolaps. Akhirnya, di tahun 2017 Mugabe dikudeta sama pihak militer dan sejak saat itu, kesehatannya menurun dan dirinya jadi sering bolak-balik Zimbabwe-Singapura buat berobat.

“This is our house, we (should) make the rule”

Kata Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke Madagascar minggu lalu. Di hadapan pejabat dari salah satu negara paling miskin di dunia itu, Paus Fransiskus mendesak pemerintah setempat untuk ngasih alternatif kerjaan lain ke orang-orang yang selama ini ngerusak lingkungan, biar mereka nggak terus-terusan melakukan pembakaran hutan, pemburuan hewan liar dan merusak keanekaragaman hayati. Agree, Pope.