Polusi Ibu Kota, Retno Marsudi, Taufik Hidayat Dipanggil KPK, Stasiun MRT, Rahasia Panjang Umur

66

It’s finally your favorite day of the week. Find out how you can live until 107 years old. Catch up, read up.


But before we get there, here. 
Kamu perlu tahu dulu kalo Pemprov DKI Jakarta udah ngeluarin peraturan soal penanganan polusi di ibu kota. Dalam instruksinya yang diterbitkan kemarin, Pak Gubernur Anies Baswedan bilang kalo penanggulangan polusi itu ga bisa hanya ditangani oleh satu lembaga aja, tapi dibutuhkan peran serta semua pihak.

Tell me something I don’t know. 
Dalam peraturannya, Pak Gubernur memerintahkan agar ada pengendalian emisi. Caranya, mulai tahun depan, udah gak boleh ada lagi kendaraan umum yang umurnya di atas 10 tahun. Sedangkan untuk kendaraan pribadi, kebijakan yang sama juga diberlakukan, cuma bakal dimulainya di tahun 2025.

What else?
Selain soal umur kendaraan, Pak Anies juga bakal memperluas sistem ganjil-genap, pelebaran trotoar, penghijauan, dan pemasangan solar panel. Buat kamu yang hobi jalan kaki, Pak Anies juga uda menginstruksikan biar fasilitas pejalan kaki di 25 jalan protokol bisa selesai di tahun 2020.


Kalo mantanmu bolak-balik curhat tapi ga ngajak balikan…

Bilang kalo kamu bukan tempat sampah.
kayak kata Bu Menlu ke negara-negara maju.

Familiar case. 
We know, right? Jadi kemarin, pas lagi ketemuan sama menteri-menteri ASEAN lainnya di Bangkok, Bu Menlu Retno Marsudi bilang kalo negara ASEAN itu bukan tempat sampah buat negara lain. Beliau juga minta para negara tetangga untuk secara tegas menolak sampah ilegal yang dikirim ke wilayahnya.

Background, please?
Pernyataan ini menyusul ditemukannya puluhan kontainer berisi sampah yang dikirim dari negara maju kayak Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Australia, sampe Hong Kong ke beberapa negara ASEAN kayak Malaysia, Filipina dan Indonesia.

Catch Me Up! on illegal trash.
Beberapa waktu terakhir ini, negara-negara ASEAN lagi dibikin bete dengan ditemukannya berkontainer-kontainer sampah yang dikirim dari negara maju untuk dibuang di wilayahnya. Contohnya adalah Filipina yang baru aja balikin 69 kontainer sampah ke Kanada, dan Malaysia yang bakal balikin sekitar 3.000 ton sampah ke 14 negara maju kayak Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Kanada, dan Inggris. Indonesia sendiri udah mulangin 210 ton sampah ke Australia via pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

We’re so relieved that those containers comes with return address.


When you bumped into your sparring badminton partner at the mall…

Kayak ketemu Taufik Hidayat, tapi bukan di lapangan bulutangkis.

Tapi di KPK.

Not sure I understand. 
Jadi kemarin, legenda bulutangkis Indonesia (we’re talking about enam gelar Indonesia Open, satu medali emas Olimpiade and countless teenage girls daydream) Taufik Hidayat dipanggil KPK. Pemanggilan ini terkait dengan dirinya yang pernah menjabat sebagai Staf Khusus Kemenpora di tahun 2017-2018.

It’s Friday for god’s sake. R we talking about corruption?
Unfortunately yes, but we’ll make it as less confusing as possible.

Go ahead and try. 
Alrighty. Jadi gini, bayangin ada dua orang, namanya Pak Koni dan Bu Pora. Bu Pora ini kerja di kantor yang berwenang untuk ngasih duit ke kantornya si Pak Koni. Suatu hari, Bu Pora didatangi sama Pak Koni, dan Pak Koni bilang “Bu, saya mau masukin proposal ke kantor ibu, ibu approve yah, nanti saya kasih bagian ke ibu…” *wink wink*. EEEH lobi-lobian ini kedengeran sama KPK dan mereka pun langsung ditangkep tangan alias OTT.

(Now in real life: Pak Koni adalah KONI, stands for Komite Olahraga Nasional Indonesia, sedangkan Bu Pora adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga, aka Kemenpora)

How much $$$ are we talking ’bout?
Total dana yang dialokasikan buat proposalnya Pak Koni ada Rp17,9 miliar, sedangkan duit yang bakal dikasih ke Bu Pora adalah Rp 3,4 miliar.

That’s a lot of money. 
So does the suspects.
Pas OTT itu, KPK uda langsung menetapkan 5 orang pejabat dari temen-temennya Pak Koni dan Bu Pora yang jadi tersangka. Ga sampe di situ, KPK juga uda ngasih sinyal-sinyal bahwa tersangkanya bakal bertambah. Nah, dari persidangan yang udah berjalan, dua nama yang sering disebut adalah bosnya Bu Pora, Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, namanya Miftahul Ulum.

Terus, hubungan kasus ini sama Aa Taufik apa?
Katanya sih, dalam pemeriksaan yang berlangsung selama empat jam lebih itu, Aa Taufik ditanya-tanya sama KPK soal tugasnya sebagai Staf Khusus di Kemenpora. Si aa juga ngasih bocoran kalo selama diperiksa, dia ga ditanya soal dugaan bagi-bagi duit di kementerian itu.


Who’s been loving MRT station so much?

Pak Presiden Jokowi.

Setelah sebelumnya memilih untuk ketemuan sama rivalnya, Pak Prabowo di stasiun MRT Lebak Bulus, hari Kamis kemarin, Pak Jokowi ikutan membatik di stasiun MRT Bunderan HI. Dalam kesempatan itu, Pak Jokowi yang didampingi oleh Ibu Iriana ikutan mencanting kain batik bersama para pengrajin yang lagi membatik di atas kain sepanjang 74 meter. Kegiatan ini digelar sebagai salah satu rangkaian acara untuk menyambut 17 Agustusan nanti.
Setelah ikutan membatik selama lima menit, Pak Jokowi bilang bahwa membatik itu harus sabar, berpikiran dingin dan dinikmati prosesnya.

Those applies to you too when teaching your mom on how to order ojek online, tbh.


Finally, just FYI.

Seorang nenek di New York baru aja ngerayain ulang tahunnya yang ke 107. Rahasianya biar bisa panjang umur?

“I never got married”

Tell this story to your relatives during lebaran when they ask you why U still single.