Pindahnya Ibu Kota, Gelar DKI Jakarta

66

Friday is Data-viz day. Check out our special for today because its not only one, but three. Uh uh, fancy.


This Friday, we dig deeper on the new capital. Tenang, cara pahaminnya gampang kok, lebih gampang daripada ngartiin makna “terserah” dari gebetanmu pas lagi mau milih tempat makan. We’ll guide you through.


Data-viz A: Compare, compare. 
Pas ngumumin perpidahan ibu kota, Pak Jokowi bilang kalo salah satu alasan perpindahan adalah karena beban Jakarta dan Pulau Jawa yang semakin berat. Seberat mata kamu untuk terus melek pas lagi meeting di hari Jumat nggak sih? Di sini, kita bandingin berbagai hal antara Jakarta dan ibu kota baru, jadi kamu bisa tau beban keduanya kayak apa. Catch up, get informed.

Gambar: CNN Indonesia

Data-viz B: Where izzit exactly? 
Selama ini yang kita tau, Ibu kota baru bakalan ada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, but which part is it exactlyyyy? Kita punya dua petunjuk. Pertama, Presiden Jokowi bilang kalo lokasinya ada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kedua, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bilang kalo kawasan induknya akan seluas 40 ribu hektare dan suatu saat akan diperluas menjadi 180 ribu hektare. So we did some detective work based on these two evidences, binge-watching Sherlock Holmes, and bam! Kemungkinannya, ibu kota baru bakal ada di dua kecamatan, yaitu Sepaku dan Samboja.

Masih inget pelajaran matematika jaman SD? Yes! Lingkaran dengan radius 12 km yang ada di peta itu kurang lebih luasnya ~45 ribu hektare dan dan yang radiusnya 24 km itu luasnya ~180 ribu hektare. Area yang warnanya kuning adalah desa-desa yang jadi calon ibu kota, sedangkan sisanya bakal jadi area perluasannya.


Data-viz C: A city in the forest.
Sounds like nama lokasi di film Disney? We think so too, tapi ternyata, nama tadi adalah konsep untuk ibu kota baru yang bakal punya banyak ruang terbuka hijau. Di sini kita bikinin kamu prediksi bakal ada di mana aja ruang terbuka hijaunya, berdasarkan bocoran bahwa lahan bekas sawit, pertambangan, dan yang emang lahan perhutanan bakal “dihijaukan kembali”. Jadi yang ijo-ijo itu prediksi luas lahannya. Banyak uga yha.

Special note: none of these would’ve had landed in your inbox without the help of our dear friend @adepedia who’s providing us with the shapefiles. Click on his username, check his other work. You’re welcome.

Sumber data: GADM, World Database on Protected Areas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, World Resources Institute, Open Street Map, BPS (provinsi/kabupaten dalam angka 2019).


Who’s losing its special status?

Gambar: CNN Indonesia

DKI Jakarta.
Kemarin, pemerintah bilang bahwa setelah kita jadi pindah ibu kota ke Kalimantan, maka DKI Jakarta bakal kehilangan gelar “Daerah Khusus Ibu Kota”-nya. Hal ini dipastikan sama Pak Menteri Bappenas, Pak Bambang Brodjonegoro yang bilang bahwa status ini bakal berpindah ke Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara paling lambat akhir tahun 2020, barengan sama diterbitkannya peraturan soal perpindahan ibu kota baru.
Feeling melancholic yet?