Mahasiswa Papua, Pertumbuhan Ekonomi ASEAN, Brexit, Aksi Demonstrasi Taksol, Jawa Barat

56

If you’ve been hearing Papua all day yesterday and been wondering what is going on there, Catch Up! here with us. 


Gambar: gatra.com

Tell me. From A to Z. 
It was all started by a Whatsapp message. Jadi Jumat minggu lalu, beredar foto bendera merah putih yang dirusak di depan asrama Mahasiswa Papua yang ada di Surabaya. Nggak terima dengan perlakuan itu, sekelompok massa, di antaranya ada yang pake atribut Front Pembela Islam (FPI) dan Pemuda Pancasila (PP) kemudian mendatangi dan mengepung asrama tersebut sambil nyanyiin lagu-lagu bernada rasisme dan kebencian.

I hate to hear where this leads to but go on.
Menurut para mahasiswa, selain ada ormas, pihak keamanan juga turut hadir dalam pengepungan tersebut. Mereka kemudian melancarkan aksi-aksi penyerangan kayak nembakkin gas air mata, merusak fasilitas asrama sambil terus ngeluarin kata-kata rasis. Saat itu, ada total 43 mahasiswa yang lagi ada di dalam asrama dan nggak berani keluar. Akibat aksi ini, lima di antaranya luka-luka. Besoknya, ke-43 mahasiswa itu diperiksa polisi dan besoknya lagi, mereka kemudian dibebaskan. Menurut para mahasiswa, mereka nggak tahu menahu soal kejadian pengrusakan bendera itu.

U done? 
Not yet. Dari Surabaya, kita ke Malang. Menurut Wali Kota Malang, bentrokan terjadi pas hari Kamis minggu lalu, para mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) lagi otw menuju Balai Kota untuk melakukan aksi damai dalam rangka mengecam penandatanganan New York Agreement antara Indonesia dan Belanda. Pas lagi di jalan, para mahasiswa ini papasan sama sekelompok warga Malang dan kemudian terjadi adu mulut dan adu fisik. Akibat dari kejadian ini, ada 23 mahasiswa Papua terluka.

Which leads to…
Kerusuhan di Manokwari, Jayapura dan Sorong. Menurut Pak Kapolri Tito Karnavian, kerusuhan yang terjadi di Manokwari Senin kemarin ini memang disebabkan oleh kejadian di Surabaya dan Malang.

What exactly happened in those three cities? 
Di Manokwari, massa melakukan aksi dengan turun ke jalan dan berakhir dengan dibakarnya kantor DPRD Provinsi Papua Barat. Sedangkan di Jayapura, aksi protes juga terjadi di mana ada ribuan massa yang turun ke jalan dan minta Gubernur Papua untuk memastikan bahwa mahasiswa Papua yang kuliah di Jawa Timur mendapat jaminan keamanan. Kerusuhan kemudian terjadi juga di Sorong, hingga menyebabkan bandara lumpuh.

What a way to start a day. How’s things now?
Sejak tadi malam, kata polisi sih situasi di Papua maupun Papua Barat udah berangsur kondusif dan massa yang protes udah kembali ke rumahnya masing-masing.

Things. To. Learn. 
Racism is never OK. Salah satu hal yang menyulut munculnya aksi protes di berbagai daerah di Papua  kemarin adalah karena dalam kejadian di Surabaya dan Malang, mahasiswa Papua kerap kali dipanggil monyet. Terkait hal ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa kemudian minta maaf sama warga Papua, dan permintaan maaf itu juga uda disampaikan langsung ke Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Well, despite the lebaran vibes, aren’t we are all better than this?


What does ASEAN countries have in common other than their love to rice and spicy foods?

Gambar: joinstravelling.com

A slowing economy. 
The Southeast Asian packs are just sending an alarming notification about their economy. Enam negara ASEAN yaitu Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina dan Vietnam ngumumin lewat laporan keuangannya bahwa sampe semester-II 2019, pertumbuhan ekonomi mereka melemah.

U know I will ask why. WHY?
Perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Uda beberapa bulan ini, kedua negara dengan ekonomi terkuat itu perang urat syaraf di bidang ekonomi, yang dampaknya bisa dirasakan hampir seluruh dunia.

Still can’t understand why it has something to do with us in ASEAN.
Bayanginnya gini: sebagai negara dengan ekonomi paling kuat di dunia, Amerika Serikat dan China tentunya banyak bikin barang-barang untuk dikirim ke negara lain, aka ekspor. Nah, untuk bikin barang-barang itu, nggak semua bahannya ada di negara mereka, so they called the ASEAN countries and were like “cuy, gue lagi mau bikin mobil nih, beli karet dong, atau, beli besi dong” and the ASEANs were like “OK, bayarnya transfer ya sis, kayak biasa…”

Go on…
Nah, dengan adanya perang dagang ini, otomatis Amerika dan China jadi sama-sama menahan kegiatan produksinya. Kalo produksinya menurun, permintaan mereka atas bahan baku juga menurun, akibatnya, pembelian mereka ke negara-negara ASEAN juga jadinya menurun. Nah, hal inilah yang bikin ekonomi dunia jadi melambat.

Ouch. How bad was it? 
Pretty bad. Dari keenam negara ASEAN yang ngelaporin pelambatan ekonominya, Singapura jadi negara yang paling terdampak dengan kenaikan ekonomi 0,6% aja di semester-I 2019, jauh di bawah pertumbuhan ekonomi negara itu di periode yang sama di tahun 2018 yang mencapai 4,2%.

Dan yang paling mendingan? 
Vietnam, dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dibanding negara-negara lain yaitu nyampe 6,76% pada semester I-2019. Namun tetep aja, angka ini melambat kalo dibandingin sama semester I-2018 yang mencapai 7,08%.

Where are we on this?
Indonesia ada di posisi ketiga, di bawah Vietnam dan Filipina.

Buckle up, buckle up.


Name us one thing that’s more complicated than Brexit?

Gambar: time.com

No deal Brexit.
For the past few years, kamu pasti udah sering denger istilah Brexit, stands for Britain aka Inggris yang bakal exit dari Uni Eropa. Nah, kamu pastinya udah sering denger juga, bahwa setelah memutuskan untuk exit di tahun 2016 lalu, kedua belah pihak kemudian mamasuki proses negosisasi yang panjang soal perpisahan ini (Think of: the messy divorce yang sering kamu tonton di sinetron-sinetron) tapi instead of nego soal harta gono-gini atau anak, yang dinego di Brexit adalah ekonomi, keamanan, perdagangan, batas teritorial, sampe hubungan selanjutnya bakal kayak gimana.

Terus…
Deadline untuk Inggris beneran keluar dari Uni Eropa adalah 31 Oktober mendatang, dan ada kemungkinan, Inggris cabs dalam keadaan “No deal Brexit”, meaning ga ada kesepakatan yang tercapai antara kedua belah pihak.

I’m started to fall back asleep. 
Don’t. Because this is where things gets intense. Hari Minggu kemarin, ada dokumen pemerintah Inggris yang bocor ke publik, yang isinya nyebutin bahwa kalo Inggris beneran keluar dari Uni Eropa dalam keadaan no deal, maka kampung halamannya David Beckham itu bakal mengalami kesulitan makanan, obat-obatan sampe bensin seenggaknya selama at least tiga bulan. Hal ini karena kebanyakan barang-barang tersebut didatangkan dari Eropa.

Ouch. Does the government has a say on this? 
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sih menolak berkomentar, tapi salah satu jajaran menterinya, namanya Michael Gove bilang di Twitternya kalo hal-hal tadi adalah worst case scenario. Dia juga nambahin bahwa pemerintah udah bikin persiapan yang signifikan dalam planning-nya soal Brexit.


Who’s feeling unhappy in Monday morning?

Gambar: jpnn

Me.
Begitu juga para sopir taksi online.
Hari Senin kemarin, ratusan pengemudi taksi online alias taksol melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Balaikota DKI Jakarta untuk menolak perluasan area ganjil genap. Menurut mereka, kebijakan ini bakal bikin penghasilan mereka berkurang, karena enggak kayak taksi konvensional yang ber-plate kuning dan bebas aturan ganjil genap, mobil taksi online bakal dikenakan aturan ganjil genap. Meaning, mereka nggak akan bisa narik tiap hari.

Terus, mereka minta pemerintah ngapain? 
Dalam tuntutannya, para pengemudi taksi online ini menyarankan Pemprov DKI untuk memberlakukan lagi aturan sistem sticker, kayak pas Asian Games tahun lalu. Waktu itu, mobil para taksi online bisa bebas aturan ganjil genap karena ditempeli sticker yang nandain bahwa mereka taksi online.

And the government says…
Gubernur DKI Jakarta Pak Anies Baswedan pas minggu lalu bilang bahwa pihak pemerintah emang lagi mengkaji ulang wacana ganjil genap buat taksi online ini. Pak Anies bilang, pihak pemprov uda ketemu Grab dan lagi bahas soal rencana  penandaan taksi online.


Who’s blowing candles for the 74th times yesterday?

West Java Province.

The most populous province in Indonesia celebrated its 74th birthday yesterday. Jawa Barat adalah satu dari delapan provinsi pertama yang terbentuk dua hari setelah proklamasi kemerdekaan.
We’re feeling like celebrating with bajigur and combro for breakfast today. U join us?