Kebakaran Hutan, IMF, Netflix, Pemadaman Listrik

78

It’s only Tuesday but things had been intense in our forests. Read up. Show the earth some love.

 

Gambar: merdeka.com

What R U talking about?

Kebakaran hutan. Beberapa waktu terakhir ini, kebakaran hutan makin menjadi-jadi di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh, Riau, hingga Kalimantan. Menurut data BNPB, seenggaknya ada enam provinsi yang udah mencapai status darurat karena kebakaran hutan, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

I’m tired of hearing the story. Almost. Every. Year. 
Pak Jokowi, too. Makanya pas rapat minggu lalu, beliau bilang bahwa dirinya udah minta Kapolri dan Panglima TNI untuk memecat bawahannya yang nggak bisa mengatasi kebakaran hutan. Dalam kesempatan itu, Pak Jokowi juga menyampaikan kekecewaannya karena kebakaran hutan tahun ini lebih parah dari tahun lalu.

Intense.
So does the fire. Minggu ini, jumlah titik api bertambah secara signifikan di beberapa daerah, contohnya di Kalimantan Barat yang udah mencapai 605 titik, dan di Riau, yang udah mencapai 192 titik.

Apa sih penyebab Karhutla ini?
We give you zero guess, it’s human. Kata Pak Kapolri, 90 persen penyebab kebakaran hutan adalah kerjaannya orang-orang yang sengaja bakar hutan buat buka lahan aka land clearing. Land clearing ini sengaja dilakukan untuk kemudian lahannya dipake buat menanam kelapa sawit.

How does the Gov’t holding up? 
Sejauh ini, polisi udah menangkap sampe 60 orang tersangka dan satu perusahaan dalam kasus pembakaran hutan di Riau, Jambi, Kalteng, dan Kalbar. Selain itu, pihak berwajib juga gak bosen-bosennya mampir ke rumah warga yang ada di daerah deket titik api untuk ngasih penyuluhan biar ga sembarangan bakar hutan.


Kalo temen satu geng-mu ada yang lagi diem-dieman dan bikin suasana jadi nggak asik…

Gambar: worldatlas

IMF can relate. 
Lembaga yang bertugas ngurusin urusan perduitan internasional itu udah bete sama perang dagang yang ga selesai-selesai antara Amerika Serikat dan Tiongkok, dan meminta keduanya untuk buru-buru baikan.

More explanation will be helpful. 
You got it. Jadi dalam laporan terbarunya, IMF merekomendasikan kedua negara tadi untuk ngobrol, duduk bareng dan cari jalan keluar biar perang dagang ini nggak makin berlarut-larut. Menurut IMF, Hal ini perlu dilakukan biar ketegangan antara keduanya nggak mengacaukan ekonomi global.

What if mereka ga mau baikan?
Ya pasti rugi sih, karena pertumbuhan ekonominya bakal terhambat. Di laporan keuangannya tahun ini aja (dari bulan April sampe Juni), ketauan kalo ekonomi Tiongkok cuma tumbuh sebesar 6,2%, terendah dalam 27 tahun terakhir. Hal ini nggak lain karena angka barang asal Tiongkok yang dijual ke Amerika Serikat makin menurun, sedangkan di dalam negeri, masyarakat Tiongkok juga jadi males belanja kalo situasi ekonomi lagi ga jelas.

What else do I need to know?
IMF menghimbau biar kedua negara sama-sama punya i’tikad baik untuk buru-buru duduk bareng dan menemukan solusi atas perang dagang ini, demi kebaikan (ekonomi) kamu juga, beb. Gitu katanya.

Catch Up! With us talking about the trade war here and here. You’re welcome.


For when you’ve been binge-watching Netflix too much this weekend…

Gambar: lifewire.com

We have some news for you.

Break it down. 
Pemerintah lagi menggodok rencana untuk mengawasi konten aka hal-hal yang kamu tonton di Youtube dan Netflix. Pak Menkominfo Rudiantara bilang bahwa pihaknya bakal duduk bareng Komisi Penyiaran Indonesia aka KPI untuk membahas terkait pengawasan ini.

Should I be worried?
Depends. Sejauh ini sih Pak Rudi bilang pihaknya mau ngobrol dulu sama KPI, tapi yang pasti, menurut beliau sih ngawasin konten ini bukan cuma tanggung jawab pemerintah aja, tapi juga orang tua dan guru.

Gimme some background. 
Pernyataannya Pak Rudi ini merupakan tanggapan atas idenya Ketua KPI sekarang, Pak Agung Suprio yang bilang kalo pihaknya harus mengatur konten-konten yang ada di berbagai layanan digital biar sesuai dengan falsafah dan kepribadian bangsa. Menurut KPI, pengawasan ini penting karena konten Netflix dan YouTube bisa diakses kapan aja di mana aja.

I can tell some people aren’t happy with this plan. 
Correct. Seenggaknya ada lebih dari 64 ribu netizen yang menandatangani petisi di Change.org yang menolak KPI ngawasin Netflix, Youtube dan Facebook. Alasannya, KPI bukan lembaga sensor, dan cakupan pengawasannya hanyalah untuk frekuensi publik, kayak TV dan radio.

Wanna know who’s the toughest lembaga sensor in the entire country? Your mom.


“I want my money back, I want my money back, just (not) enjoy the show”

Gambar: Liputan 6

Buat kamu yang jadi korban pemadaman listrik minggu lalu, PLN uda menetapkan bahwa kamu bakal menerima kompensasi berupa diskon tagihan listrik di bulan Agustus ini. Diskon yang bakal kamu terima adalah senilai 20% untuk listrik bersubsidi, dan 35% untuk yang non-subsidi. Kata PLN, diskon bakal diberikan secara otomatis dalam bentuk pengurangan tagihan.

FYI aja, untuk bayar kompensasi ini, PLN harus nyiapin dana sebesar Rp 839 miliar, dengan jumlah pelanggan yang kena dampak mati lampu sebanyak 21,9 juta orang. PLN juga memastikan bahwa gaji karyawannya ga akan dipotong untuk bayar kompensasi ini, kayak rumor yang muncul di berita-berita. Everybody happy?