Jokowi Kunjungi PLN, Kasus Rohingya, Calon Pimpinan KPK, Facebook

58

New day, new you. Catch Up! With an angry boss, KPK and Prince Hans from the Southern Isle…


 

Gambar: merdeka.com

We understand. Monday is tough, apalagi kalo mati lampu.
Gak kayak kamu yang kalo bete suka dipendam sendiri, Pak Jokowi yang juga lagi bete karena mati lampu pas weekend kemaren langsung gercep ngedatengin PLN, first thing in the morning.

I would like to know what happened.
Pak Jokowi juga. Jadi pas nyampe di gedung PLN dan ketemu jajarannya, Pak Jokowi was like “I want to know what happened. Brief me”. Ibu Dirut PLN Sripeni Intan Cahyani kemudian ngejelasin soal kenapa listriknya bisa mati secara detail dan Pak Jokowi masih keliatan bete. Beliau kemudian bilang bahwa harusnya PLN belajar dari kejadian mati lampu massal di Jawa dan Bali pas tahun 2002 lalu.

What else?
Pak Jokowi juga bilang kalo listrik mati kemarin itu enggak hanya merusak reputasi PLN, tapi juga merugikan konsumen. Terakhir sebelum cabs, Pak Jokowi juga sempet memperingatkan PLN untuk buru-buru memperbaiki situasi, dan jangan sampe hal yang sama terulang lagi.

Intense. 
It was. Pak Jokowi yang dateng sama beberapa menterinya kayak Pak Ignasius Jonan, Pak Rudiantara dan Pak Budi Karya Samadi keliatan bete banget, sampe-sampe beliau gak mau diwawancara wartawan.

Tough day. How was PLN holding up?
Ibu Sripeni yang baru menjabat dua hari itu mengakui kalo emang penanganan listrik mati yang dilakukan jajarannya berjalan lambat. Karenanya, sebagai kompensasi, PLN bakal ngasih listrik gratis kepada para konsumennya yang kena efek mati lampu.

Ouch. Who’s feeling the “am I losing my job” vibes?


Who’s slower than PLN when fixing their own problems?

Gambar: merdeka.com

ASEAN Countries.
Yep, negara-negara Asia Tenggara yang tergabung di ASEAN baru aja dikritisi karena responsnya yang lambat dalam menangani kasus Rohingya. Kritik ini disampaikan sama Ketua Tim Pencari Fakta PBB untuk Myanmar, Pak Marzuki Darusman. Dalam keterangannya, Pak Marzuki bilang kalo ASEAN lambat banget dalam upaya menangani krisis kemanusiaan di Myanmar, sampe bikin situasi malah makin buruk.

I agree. We’ve been hearing Rohingya crisis waaaay too often. 
Pak Marzuki juga bilang kalo laporan ASEAN soal Rohingya nggak menghasilkan apa-apa, padahal tim itu udah dibentuk sejak bulan Juni lalu. Sebagai negara-negara yang paling dekat sama Myanmar, ASEAN diharapkan bisa lebih proaktif dalam mendesak Myanmar untuk menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Tell me why do I need to know this again?
Karena menurut Pak Marzuki, kalo negara-negara ASEAN diem aja dalam menghadapi krisis Rohingya, maka hal serupa (read: pelanggaran HAM) bisa aja terjadi di negara-negara ASEAN yang lain.


Who’s just making it to the 2nd round of the job interviews?

Gambar: hidayatullah.com

40 orang yang ngelamar jadi Pimpinan KPK.

Panitia Seleksi calon pimpinan KPK baru aja ngumumin 40 orang yang lulus tes psikologi aka seleksi tahap kedua untuk menjabat di kursi pimpinan komisi yang bertugas untuk nangkep-nangkepin para koruptor itu.

Tell me more. 
Dalam keterangannya, pansel KPK bilang bahwa ke-40 nama itu bakal dikirim ke delapan lembaga untuk dikepoin masa lalunya (not, the exes. More like rekam jejaknya) kayak kerjaannya, kantornya, sampe alamat rumahnya. Selain itu, KPK juga terbuka dengan masukan dari masyarakat, jadi kalo ada tetangga kamu yang suka nilep duit jariyah masjid tapi masuk ke daftar 40 orang ini, kirim masukan aja ke KPK.

Catch Me Up! on seleksi pimpinan KPK.
Satu hal yang menarik dari proses seleksi ini adalah wakil ketua KPK sekarang, namanya Basaria Pandjaitan, yang nggak lolos tes psikologi. Menurut Tim Pansel, Bu Basaria gak lolos karena emang skornya di bawah 40 orang lainnya yang dinyatakan lolos. Selain Bu Basaria, ada lima anggota KPK lain yang ga lulus tes psikologi.

 


Kalo kamu pikir nama “Prince Hans from the Southern Isle” cuma ada di film Frozen…

Gambar: CNN Indonesia

Kamu salah.
Kemarin, Facebook dikabarkan bakal ngeganti nama sosial media dan aplikasi chat yang dimilikinya, Instagram dan Whatsapp jadi….Instagram from Facebook dan Whatsapp from Facebook.
Langkah ini sih katanya bertujuan untuk memperjelas kepemilikan Facebook atas kedua jenis aplikasi tersebut. Sampe sekarang, belum ketauan kapan Instagram dan Whatsapp bakal tumpengan buat ganti nama, namun yang pasti, para pengguna nggak perlu khawatir, karena ga akan ada yang berubah dari aplikasinya. Pihak Facebook bilang, “family name” itu cuma bakal keliatan berubah di App Store aja kok.

Let it go… let it go…