Isu Demokrat, Mobil Esemka, Kunjungan Junior Trump, Coach dan Versace

72

It’s Wednesday. Siapa yang lebih sering ngirim kode-kodean dibanding story Instagram kamu?

 

Gambar: tribunnews.com

Demokrat dan para parpol pemerintah.

Beberapa waktu belakangan ini, isu bahwa Partai Demokrat yang diketuai pepo SBY bakal merapat ke pemerintahannya Pak Jokowi makin santer terdengar. Info ini pertama kali muncul ke publik setelah politisi Partai Demokrat yang sering Twitwar sama netijen pas Pilpres kemaren, Ferdinand Hutahaean bilang kalo Demokrat uda resmi gabung ke Jokowi.

Hah? Kapan resepsinya? 
Kata Ferdinand sih uda resmi tapi belum diumumin aja. Hal ini kemudian diluruskan sama Ketum Partai Demokrat Pak Syarif Hasan yang bilang kalo keputusan gabung ke pemerintah apa enggak itu belum diputuskan partai, tapiiiiii mayoritas kader di bawah sih pengennya gabung aja.

Back up a little bit. Emang pas pilpres kemaren Demokrat dukung siapa?
Pas Pilpres kemarin, Partai Demokrat gabung di koalisi oposisinya Prabowo-Sandi, walaupun emang dalam prosesnya, partai berlambang bintang mercy ini kayak mau-mau, enggak-enggak. Contohnya aja elit Demokrat sering ga muncul di kampanye tim Prabowo Sandi, atau Pepo yang secara terbuka mengkritik gaya kampanyenya Prabowo.

OOO apa yang terjadi, terjadilaah…selanjutnya apa?
Nah, setelah MK memutuskan kalo Prabowo-Sandi kalah pilpres, Demokrat mulai kirim-kirim sinyal mau nyebrang ke Jokowi-Ma’ruf, which is… not fine for some people. Buat PDIP, sikap Demokrat ini terlambat dan bisa diartiin kalo mereka cuma mau minta jabatan aja di kabinet. Demokrat juga ga diundang hadir di acara Munas PDIP minggu kemarin, padahal semua parpol hadir kecuali PD dan PKS. Ouch.

Tapikan koalisi pemerintahan bukan PDIP aja…
Tru’ dat. Lain partai, lain sikap. Buat Golkar, ya bole-bole aja karena bisa memperkuat pemerintah, tapi menurut PKB, ya idealnya kubu oposisi itu harus ada. Sedangkan Nasdem ga mau spekulasi-spekulasi ah, mau denger langsung dari pepo aja.


Who’s trying to get over an ex?

Gambar: worldatlas.com

Mobil Esemka. 
Produsen mobil yang sempet rame karena disebut-sebut sebagai mobil dinasnya Pak Jokowi itu muncul lagi di pemberitaan.

Oh yeah, I remember them, How are they doing?
Doing good, doing some rebranding. Dalam kemunculannya kali ini, produsen mobil Esemka bilang kalo mereka ya produsen mobil swasta biasa aja kayak yang lain, ga ada unsur politik, apalagi keterlibatan Pak Jokowi di dalamnya. Esemka bahkan minta biar merek mereka ga disambung-sambungin ke Pak Jokowi lagi.

Tapi bukannya mereka mobil nasional ya?
Esemka juga menolak dibilang sebagai mobil nasional. Menurut mereka, ya iya sih emang di pabriknya yang terletak di Boyolali, Jawa Tengah, karyawannya adalah 100 persen lokal, tapi Esemka bukan mobil nasional.

Alrite. So what else?
They’ve moved on. Selain nggak mau dikait-kaitkan lagi sama Pak Jokowi, Esemka juga bakal me-launching produk baru berupa mobil pick up tahun ini.

Now go delete those old messages.


When your cousins been talking about doing business but too afraid to start…

Gambar: yahoo.com

Tell em’ to be like Donald and Hary.

Kemarin, anak pertamanya Donald Trump, namanya Donald Trump juga (only it comes with “Junior”) berkunjung ke Indonesia dengan didampingi anaknya yang namanya Donald Trump (III) juga untuk ketemu sama bosnya MNC Group aka Ketum Partai Perindo Pak Hary Tanoesudibjo.

Pantang menyerah…itulah pedomanmu…
Kita juga masih inget lagu itu kok. Tapi kunjungan ini bukan buat bahas partainya Pak Hary atau bapaknya Mister Donald yang lagi mau nyapres lagi, tapi bahas soal proyek kerjasama properti antara Trump Organization dan MNC land di Indonesia.

I smell the scent of some $$$$$
Oh yeah. BIG times. Jadi kunjungan ini dilakukan sehubungan dengan proyek Trump Residences Indonesia, di mana Pak Hary bakal membangun villa super mewah di Bali dan Lido, Bogor. Nah, untuk pembangunan ini, Pak Hary beli lisensi nama Trump, makanya namanya Trump Residances. Harga beli lisensinya? Rp171,8 miliar. 


Who’s learning their lesson the hard way?

Gambar: buzzfeednews

Coach dan Versace. Dua brand terkenal itu jadi harus minta maaf ke masyarakat China gara-gara t-shirt.

What t-shirt?
Jadi gini, beberapa waktu lalu, kedua brand tadi meluncurkan t-shirt yang nyebutin lokasi dari toko-toko mereka di seluruh dunia. Nah, dalam daftar lokasinya ini, Versace nyebutin Hong Kong dan Macau sebagai negara, sama kayak China. Begitu juga Coach yang nyebutin kalo Taiwan juga negara independen sendiri yang kepisah dari China. Jeng jeeeeng…

Why is that a problem?
Buat China, wilayah-wilayah tadi termasuk ke dalam daerahnya, dan bukan negara sendiri kayak yang tertulis di daftar t-shirt punyanya Coach dan Versace itu. Isu ini sensitiiif banget karena berhubungan dengan isu kedaulatan negara.

So what’s next?
Designer Versace Donatella Versace langsung minta maaf dan bilang kalo dirinya nggak pernah maksud untuk menghina kedaulatan China. Gak lama, Coach juga minta maaf atas kesalahan yang “serius” itu.

Lesson learned. We will just list our exes name in our t-shirt and that’s it.