Impor Sampah, Smart SIM, Sri Mulyani, iPhone

63

It’s Thursday and catch up! with some mood: angry, optimistic or being smart. Which one are you?


Gambar: dw.com

Tell me the angry first. 
You got it. Pas lagi meeting sama para menterinya di Hari Selasa kemarin, Pak Joko Widodo bete gara-gara ngeliat laporan soal jumlah impor sampah dan limbah yang masuk ke Indonesia meningkat.

I can understand kalo kita ngimpornya hape bajakan atau sneakers KW, tapi sampah?
Well, kata Pak Jokowi, impor sampah dan limbah, terutama yang isinya serat kertas dan plastik itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri, tapi di sisi lain, kalo kebanyakan masuk ke Indonesia maka sampah-sampah ini bakal merusak lingkungan, apalagi kalo nggak bisa didaur ulang. Pak Jokowi juga ngingetin para jajarannya soal bahaya sampah kalo udah terkontaminasi sama bahan-bahan yang berbahaya dan beracun buat masyarakat.

Well, are we going to do something? 
Yes, Pak Jokowi langsung menginstruksikan para jajarannya untuk kompakan dalam mengendalikan masuknya sampah ke Indonesia. Selain itu, beliau juga minta adanya penegakkan hukum dan pengawasan yang ketat atas masuknya sampah ke Indonesia. Terakhir, pokoknya para menteri harus kompak dan  saling kordinasi, ga boleh ada perbedaan pandangan soal isu sampah ini.

Catch Me Up! on impor sampah.
Jadi bulan Juni lalu, petugas Bea Cukai di Surabaya nemuin delapan kontainer berisi 210 ton sampah yang dikirim dari Australia. Sampah-sampah ini diduga udah terkontaminasi limbah berbahaya dan beracun, dan akhirnya mereka diikirim balik ke Australia. Sebelumnya, pemerintah juga pernah nemuin 65 kontainer sampah di pelabuhan Batam yang dikirim dari China. Menurut pihak bea cukai, masalah impor sampah ini muncul setelah China ngeluarin kebijakan untuk mengurangi impor sampah yang masuk ke negaranya di tahun 2017. Hal ini bikin negara-negara maju yang sering ngimpor sampah jadi nyari pasar baru dan Indonesia jadi salah satu alternatifnya.

We’re curious if there’s someone’s ex in one of those containers, tbh.


Repeat after us: you is kind, you is smart, you is important.

Gambar: kompas.com

And please welcome, Smart SIM. 
Korps Lalu Lintas Polri aka Korlantas Polri kemarin baru aja ngenalin Surat Izin Mengemudi (SIM) baru buat para pengendara kendaraan bermotor di Indonesia. SIM baru ini namanya Smart SIM, karena SIM ini emang dilengkapi banyak fitur yang emang smart.

For example…
SIM baru ini bakal bisa merekam data identitas lengkap penggunanya karena kepolisian uda kerjasama sama Kemendagri. Selain itu, kartu ini juga bisa merekam pelanggaran lalu lintas yang kamu lakuin, atau kalau emang kamu tertib berkendara (like, nggak nyalain klakson pas lampu ijo baru nyala setengah detik, JK), kamu bisa juga dapet reward. Nah, data-data ini akan tercatat semuanya dengan rapi di si Smart SIM ini.

Wow, I’m impressed. Anything else? 
Smart SIM ini juga bisa kamu top up sampe maksimal 2 juta, dan duitnya bisa dipake buat bayar tol, bayar belanja, sampe bayar tilang.

Shuddup and take my money!
Sabar, karena Smart SIM ini baru akan diluncurkan ke masyarakat umum pada 22 September nanti. Nah, kalo kamu pengen punya Smart SIM ini, caranya tunggu sampe pas udah masa perpanjangan, baru deh kamu bisa ganti. Sedangkan kalo kamu pertama kali bikin SIM, syaratnya sama aja dengan syarat bikin SIM biasa. Biayanya juga. Masa berlakunya juga.


Who’s feeling optimistic about next year?

Gambar: Jawapos

Ibu Menkeu, Sri Mulyani.
Kemarin, Ibu Ani bilang pas lagi rapat di DPR bahwa dia punya target untuk nurunin angka kemiskinan di Indonesia sampe di bawah angka 9 persen di tahun 2020. Target ini adalah target paling tinggi sepanjang sejarah, setelah sebelumnya pemerintah nargetin untuk nurunin angka kemiskinan sampe ke angka single digit. Alhamdulillah, target ini tercapai pas bulan Maret kemaren, di mana kemiskinan di Indonesia ada di angka 9,41 persen.

Cool. What’s next?
Selain pengen nurunin lagi angka kemiskinan sampe ke bawah 9 persen, Ibu Ani juga pengen meningkatkan kualitas sumber daya manusia, ngurangin angka pengangguran di Indonesia dan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat. Oke Bu Ani, fighting!


“Hey Siri, kamu nguping ya?”

Gambar: CNN

Iya, Siri yang di iPhone. 
Buat kamu pengguna produk Apple yang sering pake Siri buat minta dicariin alamat atau minta tolong Google-in info tertentu, kayaknya kamu harus ekstra hati-hati. Hal ini karena kemarin, Apple baru aja minta maaf pada para penggunanya karena rekaman yang ada di aplikasi Siri ternyata didengarkan sama pihak ketiga aka kontraktor yang di-hire Apple dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas Siri.
Hal ini ketauan setelah media Inggris The Guardian menulis bahwa seenggaknya ada 1,000 rekaman dari Siri yang didengerin sama pihak ketiga itu setiap harinya. Hal ini tentunya bikin Apple dihujani kritikan, karena banyak dari percakapan itu yang berisi percakapan pribadi.
Apple kemudian janji bahwa ke depannya, Siri bakal ada fitur pilihan, di mana pengguna bisa milih apakah rekamannya boleh didengerin sama manusia apa enggak, dan kalo boleh, yang bakal dengerin cuma karyawan Apple, bukan pihak ketiga kayak sekarang.

“Hey Siri, play us ‘Listen’ by Beyoncé”