Idul Adha, Pemilu Legislatif 2019, Kuala Lumpur, Lekima-Monsoon

57

It’s Monday. Catch Up with things you missed during the weekend while chewing on those qurban meats…

Kemarin, umat Islam di seluruh Indonesia ngerayain Hari Raya Idul Adha. Orang-orang Salat Ied, makan ketupat, motong hewan qurban, bagi-bagi daging qurban dan malemnya nyate. You know the drill. 
Nah, sambil nemenin kamu yang lagi feeling guilty karena kebanyakan makan daging tadi malam, let us get you informed in things from yesterday. Like…
  • 1 ton. Berat sapi yang diqurbankan oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana. Pak Jokowi sendiri Salat Ied di lapangan Kebun Raya, Bogor, dengan didampingi oleh beberapa pejabat negara kayak Mensesneg Pak Pratikno dan Walikota Bogor, Kang Bima Arya.
  • Extreme, extreme. Gubernur DKI Jakarta Pak Anies Baswedan menyembelih sendiri hewan qurbannya. Pak Anies yang menyerahkan hewan qurban seberat 1,2 ton itu bercerita kalo dia emang dari dulu sering motong hewan qurbannya sendiri. Menurut Pak Anies, hal itu adalah tradisi keluarga yang diwariskan turun temurun dari ayahnya.
  • Bang, sate 200 tusuk. Makan di sini… Bukan Suzanna kok, tapi pak Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang memilih untuk ngerayain Hari Raya Idul Adha dengan makan sate bareng abang-abang ojol di Senayan, Jakarta. Menurut Pak Budi, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas pengemudi ojol yang disebutnya sebagai “pahlawan transportasi”.
  • Who’s the most visionary of them all? Partai Golkar. Walaupun presiden baru belum dilantik dan Pilpres baru bakal digelar lima tahun lagi, Partai Golkar uda visioner banget dengan mengorbankan 24 ekor hewan di Idul Adha tahun ini. Maknanya adalah, angka itu menunjukkan harapan Golkar untuk bisa mengusung presidennya sendiri di Pilpres 2024 mendatang. Mashooook Pak Airlangga…

For when you think that the Election 2019 had finally done once and for all…

Gambar: kompas.com

It finally is.
Hari Jumat minggu lalu, Mahkamah Konstitusi alias MK akhirnya menyelesaikan sidang gugatan Pemilu Legislatif 2019. Dengan berakhirnya sidang gugatan ini, maka proses pemilu 2019 tinggal tahap pelantikan aja yang bakal dilakukan Oktober nanti. Abis itu baru deh, presiden dan anggota DPR terpilih bisa mulai work, work, work, work, work…

Emang sidang gugatan pemilu legislatif ngapain ajasi?
Unless you’ve been living under the rock, kamu pasti nyadar de bahwa pas bulan April kemarin, kamu ga cuma nyoblos capres, tapi juga calon anggota DPR dan DPD RI (lima surat suara. How can I forget?). Nah, persis kayak Pak Prabowo yang abis pilpres kemaren langsung menggugat hasil pemilu ke MK, para caleg yang merasa dicurangi juga bisa ngegugat hasil pemilu ke lembaga yang sama.

Tell me more. 
Karena banyaknya caleg yang ikutan pemilu, maka gugatan yang masuk ke MK juga banyak banget, yaitu sampe 260 gugatan, dari seluruh Indonesia. Perkara yang digugat juga macem-macem, mulai dari suara yang dicuri, ilang, digandakan, sampe foto kampanye editan. Nah, minggu kemaren, MK finally hit the gavel and was like “It’s a wrap!”

Hasil putusannya apa aja?
Dari 260 gugatan yang masuk, cuma 12 yang dikabulkan. Sisanya 106 perkara ditolak, 99 tidak dapat diterima, 33 gugur, dan 10 perkara ditarik kembali sama pemohon.

I feel like lagi baca berita soal orang yang baru nembak pacar de. 
Fair enough. Tapi yang pasti, dengan diselesaikannya sidang pembacaan putusan sengketa hasil pemilu legislatif ini, Mahkamah Konstitusi akhirnya uda menyelesaikan seluruh pemeriksaan perkara pileg 2019. Totalnya, sidang pileg ini berlangsung selama satu bulan, sejak 9 Juli 2019.


Kalo kamu pikir kakekmu keren banget karena bisa berangkat Salat Ied ke masjid sendiri…

Gambar: tribunnews.com

Jangan salah, Tun Mahathir Muhamad juga lho. 
Pas kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kuala Lumpur minggu lalu, Perdana Menteri Malaysia yang umurnya udah 94 tahun, Tun Mahatir Muhamad nyetirin Pak  Jokowi untuk jumatan bareng.

Cute. How did that happened? 
Jumat lalu, Pak Jokowi mampir ke Malaysia untuk ketemu Tun Mahatir. Kata Bu Menlu sih, kunjungan ini adalah kunjungan balasan sekalian untuk bahas soal kelapa sawit, karena kedua negara adalah produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Terus…
Keduanya awalnya mam siang bareng, abis itu, Tun Mahatir dan Pak Jokowi kemudian menaiki mobil nasional Malaysia, Proton Persona warna merah tua untuk jumatan bareng. Selain bahas soal kelapa sawit, keduanya juga katanya bahas soal warga negara Indonesia di Malaysia yang jumlahnya mencapai lebih dari dua juta orang, dan dibahas juga soal pendidikan bagi anak-anak TKI.

Kalo kamu pengen nonton serunya (atau awkward-nya?) suasana di dalam mobil Pak Jokowi sama Tun Mahatir, cusss cek di sini.


Things happened around the world: Topan Lekima di Tiongkok dan Banjir Monsoon di India.

Gambar: BBC

India dan Tiongkok weekend ini lagi dilanda bencana alam.

Di India, Banjir Monsoon yang disebabkan oleh hujan deras yang nggak berhenti-henti menyebabkan tanah longsor dan 114 orang tewas. Selain itu, ada lebih dari 165,000 orang yang terpaksa mengungsi dari rumahnya gara-gara banjir ini.
Nggak hanya di India, banjir monsoon juga melanda negara Asia Selatan lain kayak Nepal, Pakistan dan Bangladesh. Kalo ditotal dari semua negara ini, maka korban tewas mencapai 227 orang.

Sedangkan di Tiongkok, Topan Lekima terjadi hari Sabtu pagi, dan menyebabkan 28 orang tewas, 20 orang lainnya masih hilang dan satu juta orang harus dievakuasi. Topan yang disertai angin kencang ini terjadi di wilayah antara Tiongkok dan Taiwan, dan terus bergerak sampe ke Shanghai dan Beijing. Akibatnya, pemerintah Tiongkok kemudian menunda 3,200 penerbangan yang terhubung dengan kedua kota ini.