Uno Maju Pilpres, Foto Editan, Final Wimbledon 2019, Kabinet Jokowi

75

Today is Tuesday. Let’s talk about Jakarta, other than moving out and pollution.


Like what? 
Jabatan Wakil Gubernur Jakarta.

This is something I am not familiar with. Catch me up!
You got it. Jadi, kamu pasti nyadar kalo udah hampir satu tahun, kursi orang nomor dua di Jakarta kosong. Hal ini terjadi sejak wagub DKI saat itu, Sandiaga Uno mengundurkan diri dari jabatannya untuk maju di Pilpres 2019. Nah, akhir-akhir ini, desakan biar Bang Sandi buru-buru ada gantinya makin santer terdengar, biar pemerintahan di DKI ga terganggu.

Terus…
Yang punya kuasa untuk ngajuin pengganti Bang Sandi adalah partai pengusungnya, yaitu Gerindra dan PKS. Keduanya kemudian ngajuin dua nama, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Mereka siapa? 
Kader PKS. Ahmad Syaikhu adalah mantan walikota Bekasi yang pas pilgub Jabar kemaren maju jadi cawagub (tapi kalah), sedangkan Agung Yulianto punya latar belakang pengusaha herbal. Selain itu, ada kemungkinan juga Sandiaga Uno balik lagi ke kursi Wagub DKI, tapi katanya, Bang Sandi menolak.

Not surprised. So what’s next?
Rencananya, pemilihan wagub akan dilaksanakan pada 22 Juli mendatang sama DPRD DKI. Nah, biar bisa menggelar rapat pemilihan wagub baru itu, jumlah anggota DPRD yang harus hadir adalah minimal 54 orang, dari total anggota DPRD sebanyak 106  orang (50%+1). This is where things got interesting…

Oh good. I almost fell back to sleep. 
Kemarin siang, Partai Solidaritas Indonesia alias PSI bilang kalo menjelang pemilihan wagub DKI, mereka dapet informasi bahwa bakal ada praktek bagi-bagi duit buat para anggota DPRD biar ikut hadir pas rapat pemilihan. Hal ini karena menurut peraturan, kalo jumlah anggota yang hadir ga nyampe 50%+1, maka rapatnya ga bisa dilangsungkan, artinya, pemilihan wagub bisa diundur lagi. Biar ga diundur lagi, makanya para anggota DPRD ini bakal disawer.

Is that true? 
It’s hard to figure out now, karena PSI ga mau bocorin dapet info dari siapa, dan siapa yang bakal bohirin praktek bagi-bagi duit itu. Yang pasti anggota DPRD DKI bilang, kalo emang yang dituduhkan itu bener ya itu harus ada buktinya.


When you think “foto editan” won’t get you in trouble…

They actually could. 
Ini ngakak sih. Jadi kamu tau kan, kalo sekarang ini Mahkamah Konstitusi (MK) lagi mengadili sengketa hasil pemilu legislatif? Dalam kesempatan ini, para caleg yang merasa dicurangin pas Pemilu 2019 kemaren bisa menggugat hasil pemilunya ke MK. Nah, kalo selama ini yang kamu denger gugatan itu soal jual beli suara, serangan fajar sampe money politics, maka kali ini, gugatan yang sampe ke MK adalah soal foto editan!

What the…
Jadi ada seorang calon senator di DPD RI, namanya Evi Apita Maya asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digugat ke MK karena fotonya yang dipasang pas kampanye beda banget sama aslinya. Gugatan ini diajukan sama calon senator yang juga yang satu dapil sama Evi, namanya Farouk Muhammad. Pak Farouk ini adalah calon incumbent yang gagal lolos lagi ke DPD. Sebaliknya, Ibu Evi ini justru lolos dengan suara terbanyak. Menurut Pak Farouk, kegagalan dia untuk lolos ke Senayan lagi adalah karena si Ibu Evi pake foto yang editannya “di luar batas kewajaran”, sampe berhasil mengecoh pemilih.

Pak Farouk kemudian minta biar Bu Evi didiskualifikasi, dan dirinya diloloskan untuk jadi anggota DPD lagi. Saat ini, kursi DPD RI untuk dapil NTB cuma ada empat, sedangkan perolehan suara Pak Farouk ada di urutan kelima.

Lesson learned: never use edited pictures on your social media, ballot paper, fake ID or Tinder profile. Thank us later.


Final Wimbledon 2019 berlangsung selama hampir 5 jam. Guess who played?


Novak Djokovic dan Roger Federer.

Keduanya bertanding memperebutkan gelar juara di babak final Wimbledon 2019. Dalam pertandingan yang ditonton sama sekitar 9,6 juta pasang mata ini, sang juara bertahan asal Serbia Novak Djokovic berhasil ngalahin rival beratnya, Roger Federer. Kemenangan kali ini merupakan gelar kelima Djokovic, masih kalah sama Federer yang udah mengoleksi delapan gelar Wimbledon.
Yang perlu kamu tau, pertandingan ini berlangsung selama 4 jam 57 menit, dan jadi final Wimbledon cowok terlama sepanjang sejarah.
Calling all tukang urut to England…


For if you’ve been updating your CV…


Cool, karena Pak Presiden Jokowi emang lagi nyusun kabinet a.k.a jajaran menteri-menterinya buat periode kedua nanti. Pak Jokowi bilang, kabinetnya nanti bakal diisi sama kelompok millennial, baik dari parpol maupun profesional. Selain itu, Jokowi juga bilang kalo komposisi menteri nantinya bakal diisi oleh 60-40 atau 50-50, antara mereka yang berlatarbelakang profesional dan politik. Bocoran lainnya, Jokowi juga bilang kalo ada beberapa dari menterinya saat ini yang bakal terus menjabat di periode kedua nanti.

We’re anticipating a phone call from the palace, tbh.