Kasus Novel Baswedan, Pulau Komodo Ditutup, Ovo Disorot KPPU, Jumlah Obesitas Meningkat

71

For when you feel like this week is especially slow, trust us, these guys are slower.


Are you talking about the pay day?
No, we’re talking about Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasusnya Novel Baswedan.

I would like some background, please. 
Sure, jadi kamu pasti familiar sama yang namanya KPK, a.k.a lembaga negara yang tugasnya nangkepin koruptor. Nah, dalam menjalankan tugasnya ini, KPK punya banyak karyawan (think of: polisi, ahli keuangan, ahli hukum, dan ahli-ahli yang berhubungan sama kejahatan korupsi yang biasanya kasusnya ribet banget). Nah, salah satu dari karyawan itu adalah Novel Baswadan, yang tugasnya menyidik lebih lanjut kasus korupsi yang lagi ditangani KPK.

Go on.
Bulan April dua tahun lalu, Novel yang baru balik abis salat subuh di masjid deket rumahnya tiba-tiba dilempar air keras sama orang yang ga dikenal. Akibat lemparan ini, mata kiri Novel jadi rusak. So everybody were like “Who did dis?”

Who?
We don’t know yet. Sejak pelemparan terjadi sampe sekarang, polisi belum berhasil nemuin siapa pihak yang ngelempar Novel. Karena uda setahun lebih dan ga ada perkembangan, Komnas HAM kemudian buka suara, basically saying You guys are too slow. Pak Jokowi, coba bikin Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) aja deh buat mengungkap kasus Novel!’ which leads us to…. yesterday. 

What happened yesterday?
Kemarin, TGPF yang dibentuk awal 2019 ini ngasih review hasil kerjaan mereka selama satu semester. Hasilnya: laporan sebayak 2.700 halaman dan 0 nama pelaku.

But they must’ve find something…
Kata TGPF yang beranggotakan 65 orang ini, polisi perlu menyelidiki enam kasus korupsi gede yang lagi ditangani Novel, karena besar kemungkinan, serangan ke Novel itu emang ada hubungannya ama kasus yang lagi dia selidiki.

Alright. Wrap this up. 
Novel bilang dia ga kaget sama hasil penemuannya TGPF, karena dari awal dirinya emang udah pesimis sama tim itu. KPK juga 11-12 sama Novel. Mereka bilang, harapannya kan pelaku ditemukan, ya kalo enggak ketemu, berarti emang penemuannya TGPF ini nggak signifikan.

Feel better about your week, yet?


Say goodbye to the cute dragons you want to take selfie with.

Because Pulau Komodo is closing. 

Mulai Januari 2020 mendatang, pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana untuk menutup Taman Nasional Komodo selama setahun.

Alasannya, pemerintah mau nge-upgrade Pulau Komodo ini jadi makin keren lagi. Selama ditutup, pemerintah rencananya bakal masangin pin di masing-masing komodo biar perkembangannya bisa dipantau terus. Selain itu, para penjaga di pulau komodo juga bakal dikasih pelatihan biar bisa mengurus para komodo dengan lebih optimal. Terakhir, penutupan ini juga sebagai respons atas upaya penyelundupan 41 ekor komodo ke luar negeri yang ketauan sama polisi.

The pros: Pemerintah NTT, Presiden Jokowi. Menurut #teampro, emang penting ditutup dulu biar habitat komodo bisa pulih kayak dulu lagi (read: more trees, more foods to eat). Pak Jokowi yang baru balik dari pulau komodo juga setuju kalo jumlah turis yang dateng ke pulau tersebut dibatasi.

The cons: Sekelompok warga NTT yang tinggal di pulau komodo. Rencananya, Pak Gub mau mindahin para warga ini ke pulau lain biar pulau komodo emang cuma dihuni oleh komodo. Para warga kemudian menolak karena 1. they live there. 2. They got money from the tourists (selling souvenirs, anyone?)


Who’s getting the regulators eyes on ’em…

OVO.

Yep, aplikasi yang sering kamu buka buat bandingin harga promo ini lagi disorot sama KPPU alias Komisi Pengawas Persaingan Usaha karena diduga melakukan tindakan monopoli (What you think: the game. What it actually is: praktek jualan di mana satu penjual atau penyedia jasa kayak Ovo menguasai seluruh pasar).

Not sure I understand. Kan aplikasi bayar-bayar ga Ovo doang.
Ya emang bukan di seluruh pasar NKRI juga, tapi di mall-mall punyanya grup Lippo aja.  So let us break it down for you:  Ovo merupakan servis pembayaran punyanya grup Lippo, sedangkan grup Lippo ini tajir banget, sampe bisnisnya ada di semua lini, termasuk mall. Nah di mall-mall punya grup Lippo ini, pembayaran parkirnya cuma punya dua opsi, cash dan pake Ovo. Praktek ini yang lagi diawasin sama KPPU.

Karena..
Harusnya ada operator lain (read: Gopay, Dana, Cashbac, Linkaja dll) yang jadi opsi, sehingga persaingannya sehat karena pelanggan jadi punya pilihan mau pake servis yang mana.

So what’s next?
KPPU lagi terus melakukan penelitian untuk memastikan bener apa enggak Ovo melakukan monopoli.

Terus kata Ovo-nya..
Belum denger informasi apa-apa.


When you got to choose between es kopi gula aren and your morning green smoothies…


Choose the latter. 

Laporan PBB yang baru aja dirilis awal minggu ini menunjukkan kalo saat ini, masyarakat dunia lebih banyak yang obesitas a.k.a kegendutan dibanding kurang gizi. Ya walaupun yang kurang gizi masih ada di beberapa bagian Afrika dan Timur Tengah, tapi jumlah orang obesitas juga meningkat terutama di negara-negara maju dan berkembang kayak di Amerika, Eropa dan, we’re not surprised, Asia.

Terkait hal ini, PBB ngingetin negara-negara anggotanya untuk nggak menganggap remeh penyakit yang bisa muncul gara-gara obesitas. Bahkan menurut laporan mereka, akibat dari obesitas (hi, diabetes, coronary diseases, joint problem), itu lebih susah diatasinya daripada malnutrisi.
Eat your greens, kiddo.