Jepang-Korsel Memanas, KLHK, Katy Perry, Rektor Asing

80

It’s Wednesday. What to say when your co-workers asks your opinion on US-China trade war during lunch?


It’s not the only trade war that’s happening.

Sejak awal bulan ini, hubungan antara dua negara Asia yang jago bikin mobil, Jepang dan Korea Selatan juga lagi memanas sampe bikin beberapa penerbangan antara dua negara di-cancel.

I will need some background on this. 
You got it. Jadi pas awal bulan kemarin, Jepang ngumumin kalo mereka bakal membatasi ekspor tiga bahan kimia yang jadi bahan baku buat bikin produk-produk elektronik buatan Korsel (if you are in mood for some electronics 101: bahan kimia yang dibatasi adalah semiconductors, aka bahan utama buat bikin hape, komputer dan alat-alat canggih lainnya).

So it’s very specific?
Yes, ga kayak perang dagang antara US-Tiongkok yang mempengaruhi mulai dari lobster sampe mainan anak-anak, perang dagang Korsel dan Jepang cuma narget tiga bahan itu aja, but here’s where thing gets interesting: Korsel adalah negara penghasil chips (that thing they put on computers) terbesar di dunia, dan mayoritas bahan-bahannya mereka datangkan dari Jepang.

Now this is interesting. 
Gitu deh. Alasan Jepang bilang “sorry, kita gak jualan lagii..” ke Korsel adalah karena isu keamanan. Menurut Jepang, ada kemungkinan Korsel make bahan-bahan itu buat ngembangin alat-alat militernya, dan bukan buat bikin layar komputer. Lebih jauh Jepang bahkan bilang kalo ada kemungkinan Korsel ngirimin lagi bahan-bahan kimia itu ke Korut. Intense.

He says, Seoul says…
Korsel bilang kalo tuduhan Jepang itu ga bener, dan ga ada buktinya juga.

Dude, so what are these whole drama reallllly about?
Ada kisah masa lalu yang belum selesai beb. Jadi gini, pas tahun 1910 sampe 1945, Korea Selatan sama kayak kita, dijajah Jepang. Di masa itu, warga Korsel banyak yang dijadiin tenaga kerja paksa dan comfort women. Nah, setelah udah ga dijajah lagi, sebagai upaya memperbaiki hubungan, Jepang dan Korsel sering duduk bareng untuk bahas soal kompensasi untuk para korban selama masa penjajahan Jepang. Setelah nego bertahun-tahun, akhirnya Jepang setuju untuk ngasih kompensasi ke Korsel sebesar US$800 juta, ini pas tahun 1965.

Dan hubungannya sama perang dagang ini?
Tahun 2018 lalu, pengadilan di Korsel memerintahkan perusahaan Jepang, namanya Nippon Steel, untuk ngasih kompensasi ke korban kerja paksa sebesar US$89,000 per orang. So Japan was like “Kan kemaren udah gue bayar???”. Nah sebagai respon atas keputusan pengadilan ini, Jepang kemudian memutuskan untuk ga ngirim bahan-bahan kimia lagi ke Korsel.


What to say when you have uninvited guests that comes every year?

“You are sooo much like Karhutla”, aka kebakaran hutan dan lahan.

Yes, menurut Kementerian LHK, pada musim kemarau tahun ini, potensi bencana karena kebakaran hutan meningkat, sampe 70 persen dibanding tahun lalu. Hal ini juga bikin Ibu menteri jadi deg-degan melulu, karena titik api terus bertambah.

Emang di mana aja kebakaran hutannya?
Hingga saat ini, udah ada lima provinsi yang berstatus siaga darurat karena kebakaran hutan, yaitu Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Selain itu, angka titik api juga udah bertambah dari 250 titik di minggu lalu, jadi 330 titik di minggu ini.

Why is this shizzz keeps happening?
Cuaca panas, musim kemarau, angin kencang yang bikin api cepat menyebar and please expect the classic: emang sengaja dibakar sama manusia.


For when you’ve been hitting Ctrl+C and Ctrl+V way too often…


Don’t. Nanti ketauan plagiat, kayak lagunya Katy Perry.

Hari Senin kemarin, Pengadilan Los Angeles, Amerika Serikat memutuskan kalo lagunya Katy Perry yang berjudul Dark Horse terbukti menjiplak dari lagu rohani berjudul “Joyful Noise” punyanya seorang musisi bernama Marcus Gray a.k.a Flame yang dirilis pada tahun 2009. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya di tahun 2014, gugatan atas dugaan plagiat ini didaftarkan oleh Marcus Gray dkk.

Does Katy Perry said anything?
Di persidangan, Katy Perry yang ikutan nulis lirik dari lagu ini bilang kalo dia belum pernah dengerin lagu “Joyful Noise” itu sebelumnya, tapi para hakim tetap menjatuhkan vonis bahwa Katy Perry bersalah. Saat ini, hakim masih berunding, Katy Perry mau didenda berapa.

In case you are curious, ini lagu Joyful Noise, ini lagu Dark Horse. Listen up.


Kalo kamu pikir kamu cuma bakal dengar kata-kata “tenaga kerja asing” pas lagi pilpres doang…


Ups, sorry. You’re wrong. 

Karena Kemenristekdikti udah berencana untuk mendatangkan rektor asing untuk memimpin kampus-kampus yang ada di Indonesia. Menurut Pak Menteri, mulai tahun depan beberapa kampus yang udah siap bakal mulai dipimpin rektor yang didatangkan dari luar negeri, dan di tahun 2024, targetnya udah ada lima kampus tanah air yang dipimpin oleh rektor luar negeri.
Pak Menteri bilang, mendatangkan rektor dari negara lain ini dilakukan biar masyarakat Indonesia bisa lebih deket sama kualitas pendidikan kelas dunia, dan biar ranking kampus-kampus di Indonesia juga bisa masuk dalam 100 universitas terbaik dunia.