FPI, Kunjungan Menteri BUMN, Gibran Terjun Politik, Tangkuban Perahu Erupsi

63

Who’s making a bolder statement than your best friends when you’re dating a toxic guy?

 

Pak Jokowi. And its on two things. 
Pertama, soal ada kemungkinan izin Front Permbela Islam (FPI) nggak diperpanjang, dan kedua, pak Jokowi bilang bahwa Islam Indonesia itu toleran dan moderat, despite of…

Break it down. 
Yang soal FPI, emang kan kalo untuk organisasi ada izin beroperasinya, nah izin FPI itu abis pas 20 Juni lalu. FPI kemudian mendaftarkan permohonan perpanjangan izin ke Kemendagri, tapi pas tanggal 11 Juli kemaren, permohonannya dibalikin ke FPI karena ada syarat-syarat administratif yang belum dipenuhi. Tapi Kemendagri bilang, walaupun syarat adminnya uda dipenuhi, belum tentu juga izinnya diperpanjang karena pihak Kemendagri bakal mempertimbangkan masukan dari masyarakat soal organisasi ini.

And I should know this because…
In case kamu anggota FPI, kamu perlu tau kalo selama izinnya belum diperpanjang, FPI ga bakal dapet dana bantuan dari pemerintah, tapi FPI tetap boleh berkegiatan kok.

And Pak Jokowi says…
Pemerintah mungkin aja nggak memperpanjang izin FPI kalo ormas itu dinilai nggak sejalan sama ideologi bangsa dan mengancam NKRI. Jokowi juga bilang kalo dia pengen Indonesia dikenal sebagai negara yang moderat.

Bold. Tell me the other one. 
Yang kedua, Pak Jokowi bilang kalo dia nggak khawatir soal isu-isu fundamentalisme agama di Indonesia, karena menurutnya, orang Islam di Indonesia itu toleran, moderat dan berpikiran terbuka. Meskipun akhir-akhir ini,  kelompok HAM banyak yang menilai kalo intoleransi di Indonesia mulai berkembang.

Details, please.
Menurut Pak Jokowi, di Indonesia yang warganya ada hampir 300 juta orang ini, ya wajar kalo ada 3 atau 4 persen warganya yang garis keras. Tapi secara mayoritas, beliau yakin kok, kalo kita ini moderat dan toleran.

We’ll leave it to you to react. React.


Who went to Papua this weekend?

Ibu Menteri BUMN Rini Soemarno.

Weekend kemarin, Bu Rini main ke lokasi tambangnya Freeport yang ada di Mimika, Papua. Dalam kunjungannya ini, Bu Rini keliling-keliling dari mulai ngeliat tambang terbuka yang tingginya 4000-an meter lebih dari permukaan laut, sampe tambang bawah tanah yang dalemnya nyampe 1,700 meter.

Never been there never done that. 
Same. Bu Rini juga bilang bahwa ini adalah yang pertama kalinya dia dateng ke lokasi pertambangannya Freeport. Bu Rini menyebut, sebenernya dia uda pernah diminta untuk dateng, tapi dia baru mau dateng setelah 51% sahamnya Freeport jadi milik Indonesia, which finally happened last year.

Does she has any feedback about her recent trip?
Bu Rini bilang, dia emang pernah sampe mimpi-mimpi karena berharap suatu saat Freeport balik lagi ke Indonesia, makanya pas akhirnya Indonesia jadi memiliki 51% bagian di Freeport, beliau seneng banget. Bu Rini juga berharap, keberadaan Freeport di Mimika bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, karena saat ini, 94 persen pendapatan asli Mimika berasal dari Freeport.


When you say “buah jatuh nggak jauh dari pohonnya…”


Kayak Pak Jokowi dan anaknya.

Wut?
Yes, ada kemungkinan langkah Pak Jokowi di politik bakal diikuti sama anak-anaknya, khususnya anaknya yang pertama, Gibran Rakabuming.

Gimme some background. 
Mas Gibran yang juga bapaknya Jan Ethes ini berpeluang untuk maju di pemilihan Walikota Solo 2020 karena dari hasil surveinya Unisri Solo, diketahui kalo Gibran punya popularitas sampe menyentuh angka 90% di kota tersebut. Selain Gibran, wakil walikota Solo saat ini juga ada di angka 90%, disusul dengan adeknya Gibran, Kaesang di angka 86%.

Whoa. Isn’t he selling martabak or something?
He is, makanya kata Mas Gibran, dia mau fokus ke bisnis aja, tapiiiii dia juga minta dikabarin kalo KPU udah buka pendaftaran cawalkot. HMMMM jadi gimana mas?

And daddy said…
Kata Pak Jokowi sih ya silakan aja kalo Mas Gibran mau jadi cawalkot, yang penting tanggung jawab dan mandiri. Pak Jokowi sih ga mau maksa jadi yaaa terserah anaknya aja.


Gunung Tangkuban Perahu erupsi.


Minggu lalu, gunung yang identik dengan legenda Sangkuriang ini mengalami erupsi yang ditandai dengan munculnya abu setinggi 200 meter dari puncak gunung. Akibat letusan ini, warga di wilayah Subang, Lembang dan Bandung jadi khawatir karena terjadi hujan abu yang mengganggu aktivitas. Selain itu, sepanjang weekend kemarin wisata Gunung Tangkuban Perahu juga ditutup karena pengelola harus bersihin lokasi yang dipenuhi abu vulkanik, sekalian mantau terus perkembangan pasca erupsi.

Kata Kang Emil (AKA Gubernur Jabar)…
Dia uda kordinasi sama berbagai pihak dan meminta masyarakat untuk tetap waspada, tenang, jangan sebar berita hoaks dan banyak berdoa biar erupsinya ga makin besar dan membahayakan. Got it.