Drama Ratna Sarumpaet, Jokowi Ganti Mobil, Minoritas Muslim Uyghur, Garbi

67

When you think your week is full of drama, Catch Up! with the biggest drama from the elections.


What exactly?
Masih inget kasus hoaks-nya Ratna Sarumpaet?

LOL. How can I not? But some refresher is OK.
Alrighty. Jadi tahun lalu, tepatnya bulan Oktober pas lagi rame-ramenya masa kampanye, Ratna Sarumpaet yang tergabung di Tim Kampenyenya Prabowo-Sandi tiba-tiba muncul di media dengan muka lebam. Waktu itu dia bilang kalo dia abis dipukulin pas lagi di Bandung, dan hal itu bikin beberapa politisi dari kubunya Prabowo-Sandi bereaksi dan nyebut kejadian itu ada hubungannya sama isu politik. Polisi kemudian menyelidiki bener apa enggaknya klaim ini dan ternyata ketauan bahwa muka lebam Ratna bukan karena abis dipukulin, tapi karena abis operasi plastik. O ow… kamu ketauan…

So what’s new?
The police says: you can’t get away with hoax. Ratna kemudian ditangkep polisi dan langsung jadi tersangka atas kasus penyebaran hoaks. Ratna kemudian diperiksa, disidang, dan kemarin, pengadilan memutuskan kalo Ratna dihukum penjara selama dua tahun.

Does the judges say why?
Iya, kata para hakim, alasan Ratna dijatuhi hukuman dua tahun penjara adalah karena kebukti hoaksnya itu menyebabkan keonaran.

Any words from her?
Ratna ga setuju kalo kasusnya itu dibilang menyebabkan keonaran, tapi dia paham kalo kejadian ini merupakan bagian dari politik jadi ya dia sih sabar aja.


Who’s entering his second term with style?

Presiden Jokowi.

Memasuki periode keduanya sebagai presiden, Pak Jokowi rencananya bakal ganti mobil baru. Hal ini karena mobil dinasnya Pak Jokowi sekarang yang berjenis Mercedes-Benz S600 Pullman Guard uda sering mogok karena emang udah cukup tua. Mobil itu udah dipake selama 12 tahun, sejak masih jaman Pak SBY.

Who’s screaming “pick me!”
You guessed it, Mercedes Benz dan BMW. Kedua produsen mobil mewah asal Eropa itu udah menyatakan kesediaannya di-endorse Pak Jokowi. Keduanya juga udah masukin proposal penawaran dan saat ini tinggal nunggu jawaban dari pihak istana.

Head to head dua calon mobil RI1:
BMW
nawarin Sedan seri 7 Security Vehicle F02 buat Pak Jokowi. Sedan jenis ini diklaim sebagai salah satu mobil paling aman yang cocok banget buat orang penting kayak Pak Jokowi karena bisa menahan serangan dari berbagai jenis peluru sampe ledakan granat.
Mercedes Benz bilang, Pak Jokowi mau mobil yang kayak gimana, bisa custom. Alasannya adalah karena untuk dipake sama presiden, maka mobilnya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan sang kepala negara dan nggak diproduksi massal. Namun yang pasti, kayak mobil Mercy Pak Jokowi sebelumnya, mobil ini juga bakal anti peluru.

Decisions…decisions…


For when finally 22 countries can make up their minds. Together.

On Uyghur.

Jadi Hari Kamis kemarin, 22 negara termasuk Australia, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman dan Jepang kompakan ngirim surat ke UNHCR a.k.a lembaga PBB yang bertugas ngurusin isu HAM untuk mengecam tindakan Tiongkok terhadap warga minoritas muslim Uyghur yang tinggal di wilayah Xinjiang.

Isi suratnya apa yha?
Isinya, 22 negara itu mendesak Tiongkok untuk nggak menahan warga muslim Uyghhur secara sewenang-wenang. Menurut data, ada kira-kira 2 juta warga muslim Uyghur yang ditahan dengan alasan yang ga jelas, dan tanpa kepastian kapan mereka bisa bebas. Selain itu, mereka juga menuntut Tiongkok untuk menghargai hak asasi manusia, termasuk hak kebebasan beragama.

China must have said something, rite? 
Right. Menurut mereka, tuduhan soal penahanan itu ga bener. Yang bener adalah training center, di mana warga Xinjiang dikasih pelatihan macem-macem biar gampang cari kerja. Selain itu, training center ini juga didirikan dengan tujuan untuk memberantas terorisme dan Islamic extremism. 

You got my attention.
Pernyataan bersama ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan secara kompakan oleh 22 negara sekaligus dalam menanggapi isu di Xinjiang. Yang menarik, ga ada satupun negara mayoritas muslim yang ikut menandatangani pernyataan bersama tersebut.


Word to learn today: Garbi


What izit?
Garbi adalah ormas baru yang merupakan singkatan dari Gerakan Arah Baru Indonesia. Garbi ini didirikan oleh mantan politikus PKS dan anggota DPR yang juga merupakan personel 2F (Fahri-Fadli). Yep, we’re talking about the other F. Fahri Hamzah.

Jadi setelah rame konflik sama PKS yang merupakan partainya sendiri, Fahri kemudian memutuskan untuk ga nyaleg lagi di Pileg 2019 kemarin. Politisi yang terkenal suka Twitteran itu memutuskan untuk fokus mendirikan dan membesarkan partainya sendiri, namanya Garbi, barengan sama sohibnya selama masih di PKS, Anis Matta. Saat ini, keduanya lagi ngurusin biar status Garbi jadi partai politik.

Once Garbi uda jadi Parpol, Fahri yakin bakal banyak kader PKS yang gabung ke partai barunya itu. Hal ini karena menurutnya, kader PKS saat ini juga uda pada ga suka sama kepemimpinan partai yang sekarang. Good luck.