Bank Mandiri, Kampanye Penolakan Plastik, Jokowi Divonis Bersalah, Kenaikan Heatwave

68

Today is Monday. Wanna know who’s been pull off a joke about your money?


Bank Mandiri.
Think of: Hari Sabtu kemarin, kamu uda planning mau brunch sama temen-temen. You had a nice food and chat, terus pas mau bayar, kamu keluarin deh kartu Bank Mandiri-mu dan surprise! duit di rekening kamu nambah! then you checked on your friends, dan anehnya, saldo mereka malah berkurang.

I mean… gue rajin beramal sih anaknya.
Percaya kok, tapi ternyata bukan itu alasan sebenernya. Jadi hari Sabtu kemarin, ada sekitar 1,5 juta nasabah Bank Mandiri yang jumlah duit di rekeningnya berubah. Ada yang nambah, ada yang berkurang. Dan seperti kebiasaan warga Indonesia pada umumnya, jagat medsos jadi rame gara-gara kejadian ini.

So it’s not that I just received uang kaget?
Sorry, we’re joking. No. Kata Bank Mandiri, perubahan saldo terjadi gara-gara bank itu lagi proses updating data nasabah, dan ada beberapa data yang corrupt. Beberapa jam kemudian, saldonya udah balik lagi ke jumlah awal.

Anything else I need to know?
Sebagai akibat dari kejadian ini, Bank Indonesia sebagai bos-nya bank-bank lain di Indonesia minta Bank Mandiri buat meningkatkan keamanannya, biar trust masyarakat tetap terjaga. Selain itu, OJK juga uda siap manggil Bank Mandiri (rencananya hari ini) untuk diminta penjelasan. Monday, Monday


Who’s been showing the earth some love?

Ibu Susi Pudjiastuti dan berbagai kelompok pecinta lingkungan.
Hari minggu kemarin, Ibu Menteri Susi Pudjiastuti dan berbagai kelompok masyarakat menggelar pawai di area kamu biasa CFD-an sama gebetan kamu, yaitu Bunderan HI-Monas. Ibu Susi dan peserta aksi pawai yang kira-kira nyampe 1,000 orang itu menyerukan penolakan atas penggunaan plastik sekali pake karena merusak lingkungan. Selain Bu Susi, hadir juga cucu-cucunya, personil Slank, 49 elemen masyarakat sipil dan monster plastik (no, really).

Ga cuma mengkampanyekan penolakan atas plastik sekali pakai, kegiatan ini juga punya tiga permintaan ke pemerintah, yaitu untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai secara nasional, benerin sistem tata kelola sampah, dan ngewajibin para pelaku usaha untuk ngambil lagi sampah plastik yang dihasilkannya (or, creates some more eco-friendly packaging).


Presiden Jokowi divonis melanggar hukum!

(We’re trying out this new clickbait-y style. Does it work?)

Nope. Let’s get down to the business.

Alrighty. Minggu lalu, Mahkamah Agung memutuskan bahwa Pak Jokowi divonis bersalah atas bencana asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan Tengah pas tahun 2015 lalu.

2015? I feel like I need some background. 
Jadi pas tahun 2015 itu, terjadi kebakaran hutan di Kalimantan Tengah yang merusak lahan sampai ratusan ribu hectare, dan menyebabkan kabut asap yang membahayakan pernapasan. Saking parahnya, bencana asap waktu itu sampe bisa nyampe ke negara-negara tetangga kayak Singapura dan Malaysia. Nah, terkait bencana ini, Pak Jokowi kemudian digugat oleh warga karena dianggap lalai dalam menanggulangi bencana asap tersebut.

I’m reading…
Selain Pak Jokowi, menteri lingkungan hidup, menteri kesehatan sampe gubernur dan DPRD Kalimantan Tengah juga kena digugat. Sebenernya, dari masih di Pengadilan Negeri (level 1-nya pengadilan di Indonesia), Pak Jokowi emang udah ditetapkan bersalah. Tapi beliau ga terima dan banding ke level 2, ditolak juga, terus naik lagi ke level 3 a.k.a Mahkamah Agung, eh ditolak juga.

So Pak Jokowi will be in jail????
No. Pak Jokowi bakal “dihukum” untuk mengeluarkan peraturan yang lebih teknis soal perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, bangun rumah sakit paru gratis buat para korban kabut asap, sampe ngebuka nama-nama perusahaan yang dengan sengaja bakar hutan.

Dan kata Pak Jokowi a.k.a pemerintah
“Kita bakal ngajuin PK” a.k.a peninjauan kembali, a.k.a masih ga terima dibilang bersalah dan masuk ke level 4. Pemerintah ngotot untuk lanjut sampe ke PK karena menurut mereka, mereka udah berupaya maksimal untuk ngurangin bencana kabut asap.


Things going on in the world: Heatwave in the US.


Hari Minggu kemarin, beberapa daerah di Amerika Serikat kayak New york, Boston sampe Chicago mengalami gelombang panas a.k.a heatwave yang mencapai 38 derajat celcius.

Karena panas banget, negara bagian kayak New York udah mengumumkan status “darurat” dan nge-cancel berbagai kegiatan outdoor yang tadinya bakal digelar hari Minggu kemarin, contohnya NYC Trialthon yang rencananya bakal diikuti oleh 4,000 orang. Menurut data, dari tahun ke tahun heatwave di Amerika Serikat suhunya naik terus dan durasinya jadi makin lama, thanks toclimate change.